- Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, mengkritik keras Ajax setelah kalah 1-3 dari FC Groningen karena tim kehilangan identitas.
- Paes menilai kelemahan mentalitas tim terlihat jelas setelah Groningen mencetak gol kedua, membuatnya sangat kecewa.
- Kekalahan ini memperpanjang periode sulit Ajax; Davy Klaassen juga menyoroti kurangnya semangat juang kolektif saat kesulitan.
Suara.com - Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes melontarkan kritik pedas setelah AFC Ajax menelan kekalahan telak 1-3 dari FC Groningen.
Maarten Paes yang baru sebulan bergabung itu menilai Ajax kehilangan identitas sebagai sebuah tim.
“Saya pikir setelah gol kedua mereka, kami tidak menunjukkan bahwa kami adalah sebuah tim,” kata Paes dengan nada kecewa seperti dilansir dari Sportnieuws. “Itu sangat menyakitkan.”
Paes mengakui Ajax sebenarnya tidak tampil terlalu buruk di babak pertama. Namun semuanya berubah setelah turun minum.
“Selain gol pertama, babak pertama sebenarnya tidak terlalu bermasalah,” ujarnya. “Tapi kami keluar dari ruang ganti dengan buruk di babak kedua.”
Ia menambahkan, momen setelah Groningen unggul 2-1 menjadi titik yang menunjukkan rapuhnya mental tim.
“Setelah itu kami tidak menunjukkan apa pun sebagai sebuah tim. Itu sangat menyakitkan,” tegasnya.
Sejak kedatangan Paes, Ajax hanya mampu meraih satu kemenangan. Bahkan sang kiper belum pernah merasakan kemenangan ketika berdiri di bawah mistar gawang klub raksasa Belanda tersebut.
Kekalahan dari Groningen semakin menegaskan periode sulit yang sedang dialami Ajax musim ini.
Baca Juga: Bikin Miliano Jonathans Cedera Serius, Instagram Bek Bulgaria Digeruduk Netizen Indonesia
Gelandang senior Davy Klaassen juga sebelumnya mengungkapkan masalah serupa. Ia menilai tim kurang memiliki sosok yang mampu mengangkat semangat ketika situasi memburuk.
“Saya mulai dari diri saya sendiri dan mengambil tanggung jawab,” kata Klaassen. “Kalah 3-1 di Groningen itu menyakitkan. Saya rasa di akhir pertandingan kami saling meninggalkan.”
Ia menilai mentalitas tim harus segera diperbaiki.
“Ketika menang semua terlihat seperti teman baik. Tapi di masa sulit baru terlihat apakah kamu benar-benar berjuang untuk satu sama lain,” ujarnya.
“Sepak bola adalah permainan yang penuh kesalahan, tapi setidaknya kamu harus menjadi sebuah tim.”
Kontributor: Adam Ali