Pemain Timnas Putri Iran di Australia Terbelah, Satu Ubah Keputusan dan Pulang ke Iran

Irwan Febri

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:50 WIB
Pemain Timnas Putri Iran di Australia Terbelah, Satu Ubah Keputusan dan Pulang ke Iran
Lima pemain timnas putri Iran yang sedang berkompetisi di Piala Asia Putri 2026 dilaporkan meninggalkan kamp pelatihan tim dan mencari suaka di Australia. [Instagram]
baca 10 detik
  • Menteri Dalam Negeri Australia mengumumkan dua anggota tim sepak bola putri Iran meminta suaka, namun satu memutuskan kembali ke negaranya.
  • Keputusan ini terjadi setelah lima pemain sebelumnya berhasil mendapatkan suaka di Australia akibat isu keselamatan.
  • Anggota tim yang memilih tinggal dipindahkan ke lokasi aman setelah sempat terjadi pengungkapan lokasi secara tidak sengaja.

Suara.com - Pemerintah Australia menyatakan dua anggota tambahan delegasi sepak bola putri Iran sempat meminta bantuan untuk mengajukan suaka, akan tetapi salah satu dari mereka kemudian memutuskan kembali ke negaranya.

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke mengumumkan keputusan tersebut di parlemen pada Rabu. Pernyataan itu disampaikan sehari setelah lima pemain tim sepak bola putri Iran sebelumnya memperoleh suaka di Australia.

Menurut Burke, satu pemain dan seorang staf tim sempat menerima tawaran bantuan dari pemerintah Australia pada Selasa malam. Namun, salah satu dari keduanya kemudian berubah pikiran setelah berbicara dengan rekan setimnya yang sudah meninggalkan rombongan.

"Salah satu dari dua orang yang semalam memutuskan untuk tinggal telah berbicara dengan beberapa rekan setim yang telah pergi, dan kemudian mengubah keputusannya," kata Burke di parlemen, dilansir dari Reuters.

Ia menegaskan pemerintah menghormati keputusan tersebut.

"Di Australia, orang dapat mengubah keputusan mereka, orang dapat bepergian. Jadi kami menghormati konteks di mana ia membuat keputusan itu."

Burke tidak mengungkap secara rinci identitas anggota tim yang memutuskan kembali ke Iran.

Sementara itu, anggota delegasi lain yang memilih tetap berada di Australia telah dipindahkan ke lokasi aman setelah salah satu anggota tim menghubungi Kedutaan Besar Iran dan tanpa sengaja mengungkap lokasi mereka.

Kekhawatiran terhadap keselamatan para pemain muncul setelah televisi pemerintah Iran menyebut tim tersebut sebagai 'pengkhianat di masa perang'.

baca juga

Julukan itu muncul karena para pemain menolak menyanyikan lagu kebangsaan saat bertanding dalam ajang Piala Asia Wanita 2026 di Australia awal bulan ini.

Dua anggota tambahan delegasi yang meminta bantuan adalah penyerang berusia 21 tahun Mohaddeseh Zolfi dan seorang staf pendukung bernama Zahra Soltan Moshkehkar.

Keduanya dipisahkan dari rombongan tim dengan bantuan Australian Federal Police sebelum menaiki penerbangan domestik menuju Sydney.

Sebelum meninggalkan Australia, pejabat setempat juga sempat memisahkan anggota tim lainnya dari pengawas yang menyertai mereka dari Iran di Bandara Sydney. Para pemain kemudian diberi penjelasan mengenai berbagai pilihan yang tersedia sebelum mereka terbang kembali ke Iran.

"Yang kami pastikan adalah tidak ada proses yang terburu-buru, tidak ada tekanan. Semuanya dilakukan untuk memastikan setiap individu memiliki martabat dalam menentukan pilihan mereka," tegas Burke.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Pemain 'Membelot' ke Australia, Pemerintah Iran: Pulanglah, Jangan Terhasut Propaganda AS

5 Pemain 'Membelot' ke Australia, Pemerintah Iran: Pulanglah, Jangan Terhasut Propaganda AS

Bola | Rabu, 11 Maret 2026 | 11:26 WIB

Agen Migrasi Australia Beberkan Dugaan Ancaman kepada Pemain Timnas Putri Iran

Agen Migrasi Australia Beberkan Dugaan Ancaman kepada Pemain Timnas Putri Iran

Bola | Selasa, 10 Maret 2026 | 22:21 WIB

Australia Umumkan bakal Kirim Pesawat Pengintai dan Rudal ke Teluk untuk Hadapi Serangan Iran

Australia Umumkan bakal Kirim Pesawat Pengintai dan Rudal ke Teluk untuk Hadapi Serangan Iran

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 15:01 WIB

Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran

Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran

Bola | Selasa, 10 Maret 2026 | 06:14 WIB

Takut Pulang ke Tanah Air, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dikabarkan Cari Suaka di Australia

Takut Pulang ke Tanah Air, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dikabarkan Cari Suaka di Australia

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 20:41 WIB

Mad Max Mengamuk di Lintasan, Max Verstappen Bangkit dari P20 ke P6

Mad Max Mengamuk di Lintasan, Max Verstappen Bangkit dari P20 ke P6

Your Say | Senin, 09 Maret 2026 | 17:05 WIB

Terkini

Gempur Sisa Titik Api, Tim Gabungan Kalbar Targetkan Karhutla Padam 100 Persen

Gempur Sisa Titik Api, Tim Gabungan Kalbar Targetkan Karhutla Padam 100 Persen

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:09 WIB

Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor

Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor

Bogor | Sabtu, 12 September 2026 | 15:08 WIB

Upah Tertinggal, Hidup Makin Mahal: Benarkah Masalahnya Kemalasan?

Upah Tertinggal, Hidup Makin Mahal: Benarkah Masalahnya Kemalasan?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:07 WIB

Bakar Hutan untuk Lahan Kebun Sawit, Warga di Bengkalis Jadi Tersangka

Bakar Hutan untuk Lahan Kebun Sawit, Warga di Bengkalis Jadi Tersangka

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 15:06 WIB

DLH Diminta Turun Tangan, Benyamin Sebut TPST Abu & Co Punya Izin Pembakaran Sampah, Kok Bisa?

DLH Diminta Turun Tangan, Benyamin Sebut TPST Abu & Co Punya Izin Pembakaran Sampah, Kok Bisa?

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:03 WIB

Badan Hukum Diduga Biayai Massa Rusuh Pejompongan

Badan Hukum Diduga Biayai Massa Rusuh Pejompongan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:00 WIB

Review Why Did I Get Married Again?: Biasa dan Mudah Ditebak

Review Why Did I Get Married Again?: Biasa dan Mudah Ditebak

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:00 WIB

Target 5 Tahun: Pemprov DKI Pastikan Seluruh Kabel Udara Masuk ke Dalam Tanah

Target 5 Tahun: Pemprov DKI Pastikan Seluruh Kabel Udara Masuk ke Dalam Tanah

Video | Sabtu, 12 September 2026 | 15:00 WIB

Bansos Full Digital Mulai Oktober 2026, Ini Deretan Tantangan yang Menanti

Bansos Full Digital Mulai Oktober 2026, Ini Deretan Tantangan yang Menanti

News | Sabtu, 12 September 2026 | 14:59 WIB

Temuan Pelampung Kedua Dipastikan Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Temuan Pelampung Kedua Dipastikan Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 14:56 WIB

×