Australia Umumkan bakal Kirim Pesawat Pengintai dan Rudal ke Teluk untuk Hadapi Serangan Iran

Irwan Febri | Suara.com

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:01 WIB
Australia Umumkan bakal Kirim Pesawat Pengintai dan Rudal ke Teluk untuk Hadapi Serangan Iran
Ilustrasi - pesawat tempur AS F-22 Raptor. (Antara/Wikipedia)
  • Perdana Menteri Australia mengerahkan pesawat pengintai E-7A Wedgetail dan rudal udara-ke-udara untuk kawasan Teluk.
  • Pengerahan aset militer ini bertujuan mendukung pertahanan negara-negara Teluk terhadap meningkatnya eskalasi konflik Iran.
  • Keputusan ini juga dipengaruhi oleh kebutuhan melindungi sekitar 115.000 warga Australia yang tinggal di kawasan Timur Tengah.

Suara.com - Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengatakan pemerintahnya akan mengerahkan pesawat pengintai jarak jauh serta mengirim rudal udara-ke-udara untuk membantu negara-negara di kawasan Teluk mempertahankan diri dari serangan Iran.

Albanese menyebut konflik yang melibatkan Iran di Timur Tengah terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Menurut dia, situasi keamanan di kawasan tersebut semakin memburuk seiring dengan serangan balasan yang dilakukan Iran.

“Konflik yang melibatkan Iran di Timur Tengah dimulai lebih dari sepekan lalu dan serangan balasan dari Iran terus meningkat, bahkan pada skala dan intensitas yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Sebanyak 12 negara di kawasan, mulai dari Siprus hingga wilayah Teluk, masih menjadi sasaran,” kata Albanese, dilansir dari Al Jazeera.

Ia menjelaskan Angkatan Udara Australia akan mengirim pesawat pengawas udara E-7A Wedgetail beserta personel pendukung untuk membantu menjaga keamanan wilayah udara di kawasan Teluk selama empat minggu ke depan.

“Angkatan Udara Australia akan mengirim pesawat pengawas E-7A Wedgetail dan personel pendukung untuk melindungi serta mengamankan wilayah udara di atas kawasan Teluk,” ujarnya.

Selain itu, Australia juga akan mengirim rudal udara-ke-udara jarak menengah canggih ke Uni Emirat Arab setelah Albanese melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Albanese mengatakan keputusan pengerahan aset militer tersebut juga dipengaruhi oleh banyaknya warga Australia yang tinggal di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut sekitar 115.000 warga Australia berada di wilayah tersebut, termasuk sekitar 24.000 orang di Uni Emirat Arab.

“Membantu warga Australia berarti juga membantu Uni Emirat Arab dan negara-negara Teluk lainnya untuk mempertahankan diri dari serangan yang tidak diprovokasi,” katanya.

Meski demikian, Albanese menegaskan bahwa langkah yang diambil pemerintahnya bersifat defensif dan bukan untuk melakukan serangan terhadap Iran.

“Pemerintah kami sudah jelas: kami tidak melakukan tindakan ofensif terhadap Iran, dan kami juga tidak mengirim pasukan darat Australia ke Iran,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sekitar 2.600 warga Australia telah meninggalkan kawasan Timur Tengah sejak pekan lalu. Namun pemerintah masih menghadapi tantangan besar dalam membantu warga lain yang ingin keluar dari wilayah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Klaim Perang AS-Israel vs Iran Segera Usai, Sebut Militer Iran Nyaris Lumpuh

Trump Klaim Perang AS-Israel vs Iran Segera Usai, Sebut Militer Iran Nyaris Lumpuh

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:40 WIB

Pentagon Umumkan Korban Tewas di Perang Iran, Menhan: Akan Banyak Warga AS Pulang dengan Peti Mati

Pentagon Umumkan Korban Tewas di Perang Iran, Menhan: Akan Banyak Warga AS Pulang dengan Peti Mati

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:28 WIB

Apa Itu Rudal Tomahawk? Senjata Jarak Jauh yang Tewaskan Ratusan Anak di iran

Apa Itu Rudal Tomahawk? Senjata Jarak Jauh yang Tewaskan Ratusan Anak di iran

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:25 WIB

Alert! Perang AS-Israel vs Iran Dorong Harga BBM, Listrik, dan KPR di Sini Meroket

Alert! Perang AS-Israel vs Iran Dorong Harga BBM, Listrik, dan KPR di Sini Meroket

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:10 WIB

Vladimir Putin Dukung Mojtaba Khamenei, Pastikan Rusia Tetap Jadi Mitra Iran

Vladimir Putin Dukung Mojtaba Khamenei, Pastikan Rusia Tetap Jadi Mitra Iran

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:08 WIB

Di Tengah Ancaman Perang, FIFA Tegaskan Piala Dunia 2026 Tetap Digelar untuk Bawa Perdamaian

Di Tengah Ancaman Perang, FIFA Tegaskan Piala Dunia 2026 Tetap Digelar untuk Bawa Perdamaian

Bola | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:02 WIB

Terkini

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:26 WIB

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan

Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:58 WIB

Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!

Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:45 WIB

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:29 WIB

Bantargebang di Ambang Kolaps, DPRD DKI Desak Strategi Pengelolaan Sampah Segera Dieksekusi

Bantargebang di Ambang Kolaps, DPRD DKI Desak Strategi Pengelolaan Sampah Segera Dieksekusi

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:24 WIB

Dikaitkan dengan Kasus Kuota Haji, Khalid Basalamah Tegaskan Tak Pernah Interaksi dengan Gus Yaqut

Dikaitkan dengan Kasus Kuota Haji, Khalid Basalamah Tegaskan Tak Pernah Interaksi dengan Gus Yaqut

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:17 WIB

Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi

Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi

News | Kamis, 23 April 2026 | 20:33 WIB

Hari Bumi: BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga

Hari Bumi: BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga

News | Kamis, 23 April 2026 | 20:32 WIB