- Real Madrid menjamu Manchester City pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabéu, pertemuan kelima beruntun kedua tim.
- Madrid sangat bergantung pada Vinícius Júnior karena potensi absennya Mbappe, Bellingham, dan Rodrygo dalam laga penting tersebut.
- Duel ini menampilkan bentrokan gaya bermain, di mana City unggul penguasaan bola sementara Madrid mengandalkan serangan balik cepat mematikan.
Suara.com - Pertarungan raksasa kembali terjadi ketika Real Madrid menjamu Manchester City pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
di Santiago Bernabéu. Duel ini menjadi pertemuan kelima beruntun kedua tim di fase gugur kompetisi elite Eropa tersebut.
Meski keduanya sedang tidak sepenuhnya dominan di liga domestik, Madrid dan City tetap menjadi favorit di Eropa.
Hanya satu tim yang akan melaju ke perempat final untuk menghadapi pemenang duel Atalanta melawan Bayern Munich.
Ketergantungan Madrid pada Vinícius Júnior
Madrid berpotensi kehilangan beberapa pemain kunci di leg pertama. Kylian Mbappe, Jude Bellingham, dan Rodrygo diperkirakan absen, membuat beban serangan jatuh ke pundak Vinícius Júnior.
Bintang Brasil itu dikenal tampil lebih tajam di laga besar. Dalam sejarah fase gugur Liga Champions, Vinícius telah terlibat dalam 26 gol dari 37 pertandingan.
Jika Madrid ingin meraih hasil positif di Bernabéu, Vinícius hampir pasti harus memainkan peran besar. Kecepatan dan kemampuannya dalam serangan balik menjadi senjata utama Los Blancos.
![Laga Real Madrid vs Getafe di Laliga tak hanya menghadirkan kejutan lewat kekalahan 0-1 tuan rumah, tetapi juga memanaskan kembali rivalitas Vinicius Jr dan Allan Nyom. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/03/71061-vinicius-jr.jpg)
Duel Kiper Elite: Courtois vs Donnarumma
Baca Juga: Nyaris Kalah di Kandang Newcastle, Hansi Flick Ungkap Borok Performa Barcelona
Laga ini juga menghadirkan duel dua penjaga gawang kelas dunia. Thibaut Courtois menjadi sosok penting Madrid di Liga Champions, termasuk penampilan legendarisnya saat final 2022.
Kala itu, Courtois membuat sembilan penyelamatan melawan Liverpool.
Catatan tersebut menjadi jumlah penyelamatan terbanyak dalam final Liga Champions sejak musim 2003-04.
Di sisi lain, City memiliki kiper Italia Gianluigi Donnarumma yang juga terkenal tampil heroik di fase gugur Eropa. Ia kerap membuat penyelamatan krusial yang menjaga timnya tetap unggul dalam pertandingan besar.
Rivalitas yang Tak Pernah Usai
Pertemuan Madrid dan City di fase gugur kini memasuki musim kelima berturut-turut. Rekor ini menjadi yang terbanyak dalam sejarah Liga Champions antara dua klub.
Dalam 15 pertemuan mereka di kompetisi ini, kedua tim sangat seimbang. Madrid menang lima kali, City lima kali, dan lima laga lainnya berakhir imbang.
Salah satu duel paling dramatis terjadi pada musim 2021/2022 ketika Madrid melakukan comeback luar biasa di Bernabéu lewat gol telat Rodrygo sebelum penalti Karim Benzema memastikan tiket ke final.
Benturan Dua Filosofi Sepak Bola
Laga ini selalu menghadirkan kontras gaya bermain. Madrid terkenal dengan serangan balik cepat, sementara City identik dengan penguasaan bola dan build-up sabar ala pelatih Pep Guardiola.
Dalam 15 pertemuan sebelumnya, City rata-rata menguasai 55 persen bola.
Namun Madrid sering memanfaatkan ruang kosong dengan transisi cepat yang mematikan.
Statistik musim ini juga menunjukkan perbedaan tersebut. City mencetak enam gol dari rangkaian serangan dengan minimal 10 umpan, terbanyak di kompetisi ini.

Rekrutan Baru City Jadi Senjata Tambahan
City memperkuat skuad pada bursa transfer Januari dengan mendatangkan Antoine Semenyo dan Marc Guéhi. Kedua pemain langsung memberi dampak positif bagi tim.
Semenyo mencetak tujuh gol dari 13 pertandingan sejak bergabung.
Sementara Guehi tampil solid di lini belakang dan belum pernah merasakan kekalahan bersama City.
City Pernah Menang di Bernabéu Musim Ini
Menariknya, City sudah pernah menaklukkan Madrid di Bernabéu musim ini.
Pada fase liga Liga Champions bulan Desember lalu, tim Guardiola menang 2-1.
Dalam laga itu City melepaskan delapan tembakan tepat sasaran, sementara Madrid hanya satu. Statistik tersebut menunjukkan betapa efektifnya serangan City saat menghadapi Los Blancos.
Kontributor: Adam Ali