- Performa FC Copenhagen anjlok setelah kepergian Kevin Diks, finis ketujuh dan masuk ronde degradasi Danish Superliga.
- Kevin Diks, setelah pindah ke Borussia Monchengladbach, stabil dengan 22 penampilan dan empat gol di Bundesliga musim ini.
- Diks menyatakan terkejut atas performa buruk mantan klubnya dan berharap Copenhagen mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan.
Suara.com - Performa FC Copenhagen mengalami penurunan tajam setelah ditinggal bek Timnas Indonesia, Kevin Diks.
Pemain berusia 29 tahun itu meninggalkan klub ibu kota Denmark pada musim panas lalu setelah kontraknya habis, sebelum melanjutkan karier ke klub Bundesliga, Borussia Monchengladbach.
Musim 2025/2026 menjadi periode yang sulit bagi FC Copenhagen. Klub yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan terbesar di sepak bola Denmark itu gagal mempertahankan performa yang biasanya identik dengan perebutan gelar juara.
Setelah memainkan 22 pertandingan musim reguler di Danish Superliga, Copenhagen hanya mampu mengoleksi 29 poin dan finis di posisi ketujuh klasemen.
Hasil tersebut membuat mereka gagal menembus enam besar dan tidak lolos ke babak championship.
Situasi semakin buruk setelah mereka menelan kekalahan 1-2 dari Randers FC pada laga terakhir musim reguler.
Kekalahan itu memastikan Copenhagen harus turun ke ronde degradasi, sesuatu yang jarang terjadi bagi klub sebesar mereka.
Alih-alih bersaing mempertahankan gelar, Copenhagen kini justru harus berjuang untuk tetap bertahan di kasta tertinggi liga Denmark musim depan.
Di sisi lain, Kevin Diks justru menikmati musim yang cukup stabil bersama Borussia Monchengladbach di Bundesliga.
Bek Timnas Indonesia tersebut menjadi salah satu pemain yang cukup diandalkan oleh timnya.
Pada musim debutnya di Bundesliga, Diks sudah tampil dalam 22 pertandingan bersama Die Fohlen, dengan 21 di antaranya sebagai starter.
Ia juga mencatatkan empat gol, yang semuanya tercipta melalui eksekusi penalti.
Kontribusinya membantu Monchengladbach bertahan di papan tengah klasemen sementara Bundesliga. Saat ini, klub tersebut berada di posisi ke-12 dengan koleksi 25 poin.
Penurunan performa Copenhagen ternyata juga mendapat perhatian dari Kevin Diks.
Ia mengaku terkejut melihat kondisi mantan klubnya yang kini harus berjuang di zona bawah.
"Jelas sangat mengerikan bahwa ini telah terjadi. Saya masih menonton hampir setiap pertandingan. Saya tidak menyangka ini akan terjadi ketika saya pergi beberapa bulan yang lalu." tutur Kevin Diks dilansir dari Voetbal Primeur.
"Sebuah klub seperti FC Copenhagen harus bersaing untuk memperebutkan gelar juara Eropa dan trofi domestik setiap tahunnya. Beberapa tahun terakhir berjalan dengan baik, tetapi ini jelas merupakan bencana."
"Copenhagen adalah klub terbesar di Denmark, dan Anda memahami tekanan yang menyertainya. Itu cukup normal bagi saya ketika bermain untuk klub besar," katanya lagi.
Selama empat musim memperkuat FC Copenhagen, Diks meninggalkan jejak yang cukup penting. Ia mencatatkan 170 penampilan dengan kontribusi 22 gol dan 20 assist di berbagai kompetisi.
Bek Timnas Indonesia tersebut juga membantu klub meraih sejumlah trofi, termasuk gelar Liga Super Denmark dan Piala Denmark.
Meski kini telah melanjutkan karier di Jerman, Diks mengaku masih memiliki ikatan emosional yang kuat dengan klub lamanya tersebut.
"Saya meninggalkan FC Copenhagen dengan berat hati. Saya mengalami perkembangan dan mendapat banyak pencapaian selama di sana. FC Copenhagen fantastis bagi saya. Saya memiliki begitu banyak kenangan indah tentang klub dan kota itu. Saya juga secara pribadi mengalami banyak hal indah di sana," papar Diks.
"Perasaan yang saya miliki dan masih saya miliki di Copenhagen tak ternilai harganya. Satu-satunya hal yang dapat mereka lakukan sekarang adalah mengamankan tempat di Eropa melalui babak play-off, atau melakukannya langsung melalui piala domestik," tandas Kevin Diks.