- AFC, melalui Sekjen Windsor John, menegaskan Iran tetap peserta Piala Dunia 2026 karena keputusan federasi.
- Pernyataan AFC ini membantah Menteri Iran yang mengklaim negara tersebut tidak akan berpartisipasi karena isu keamanan.
- Terdapat perkembangan baru di mana Menteri Iran meminta pemindahan seluruh laga Iran ke Meksiko kepada FIFA.
Suara.com - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memberikan pernyataan tegas di tengah simpang siur nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026.
Melalui Sekretaris Jenderal, Datuk Seri Windsor John AFC menegaskan bahwa Iran hingga saat ini masih berstatus sebagai peserta dan belum menyatakan mundur.
Pernyataan ini secara langsung membantah klaim keras yang sebelumnya dilontarkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Iran, Ahmad Donyamali.
Menurut Windsor John, keputusan akhir berada di tangan Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), bukan pemerintah.
“Saat ini adalah momen yang sangat emosional. Semua orang mengatakan banyak hal, tapi pada akhirnya federasi yang seharusnya memutuskan apakah mereka akan bermain atau tidak. Sampai hari ini, federasi memberi tahu kami bahwa mereka akan main di Piala Dunia 2026,” kata Datuk Seri Windsor John, dikutip dari Daily Mirror, Selasa (17/3/2026).
Pria asal Malaysia itu juga menambahkan bahwa AFC berharap Iran dapat menyelesaikan masalah internalnya dan tetap berpartisipasi.
“Iran adalah anggota kami. Kami ingin mereka bermain. Seperti yang Anda tahu, Iran telah lolos ke Piala Dunia. Kami berharap mereka bisa menyelesaikan masalahnya dan dapat berpartisipasi,” lanjutnya.
Sikap AFC ini bertolak belakang dengan pernyataan berapi-api yang sebelumnya disampaikan oleh Ahmad Donyamali.
Sang menteri menegaskan bahwa Iran tidak akan berpartisipasi di turnamen yang salah satu tuan rumahnya adalah Amerika Serikat.
“Dengan mempertimbangkan bahwa pemerintah korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam kondisi apa pun kami tidak memiliki situasi yang tepat untuk berpartisipasi di Piala Dunia (2026),” kata Ahmad Donyamali.
“Para pemain kami tidak aman, dan kondisi untuk berpartisipasi tidak ada. Dalam delapan atau sembilan bulan terakhir, dua perang telah dipaksakan kepada kami dan beberapa ribu rakyat kami telah terbunuh dan gugur. Karena itu, kami jelas tidak memiliki kemungkinan untuk berpartisipasi (di Piala Dunia 2026),” tegas Ahmad Donyamali.
Namun di tengah polemik ini, muncul sebuah perkembangan baru yang bisa menjadi jalan tengah.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Donyamali telah merevisi sikapnya dan kini mengajukan permintaan kepada FIFA agar seluruh pertandingan Timnas Iran dipindahkan ke negara tuan rumah lainnya, yaitu Meksiko.
Opsi ini berpotensi besar untuk disetujui oleh FIFA. Badan sepak bola dunia itu diketahui memiliki preseden dalam mengakomodasi permintaan serupa untuk memisahkan negara-negara yang tengah terlibat konflik dalam sebuah turnamen.
Jika proposal ini diterima, maka komposisi peserta Piala Dunia 2026 dipastikan tidak akan berubah.