- Kevin Diks menjadi pemain Indonesia pertama memimpin Borussia Monchengladbach sebagai kapten pada 14 Maret lalu.
- Diks menegaskan fokus utama tim adalah keluar dari zona degradasi Bundesliga meski meraih kemenangan 2-0.
- Kepemimpinan Diks sebagai kapten telah diproyeksikan sejak era kepelatihan Gerardo Seoane sebelumnya.
Suara.com - Kevin Diks memilih tetap membumi meski baru saja mencatatkan sejarah di Bundesliga.
Alih-alih larut dalam euforia, bek berdarah Indonesia itu menegaskan fokus utamanya adalah membantu Borussia Monchengladbach keluar dari ancaman degradasi.
Diks baru saja mengukir momen bersejarah saat dipercaya mengenakan ban kapten Gladbach dalam laga menghadapi FC St. Pauli pada 14 Maret lalu.
Ia menjadi pemain Indonesia pertama yang memimpin tim di kompetisi kasta tertinggi Jerman tersebut.
Momen spesial itu semakin lengkap setelah Gladbach mengamankan kemenangan 2-0.
Namun bagi Diks, hasil tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Ia menilai kemenangan itu hanyalah bagian kecil dari perjuangan panjang tim.
![Intip statistik memukau Kevin Diks yang sukses jadi kapten dan bawa Borussia Monchengladbach menang 2-0 atas St. Pauli di Liga Jerman. Ia catat 100 persen duel udara! [Dok. IG Kevin Diks]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/14/76857-kevin-diks.jpg)
Dalam pertandingan tersebut, Gladbach memang tidak tampil dominan dan minim menciptakan peluang bersih.
Meski begitu, efektivitas menjadi kunci yang membedakan mereka dari lawan.
“Pada akhirnya, kepercayaan diri sangat penting dalam perjuangan menghindari degradasi. Ada banyak tekanan dalam pertandingan ini," kata Kevin Diks via Goal.
"Kami menerima tekanan tersebut, kami memulai dengan baik, meski tanpa menciptakan banyak peluang emas. Kami hanyalah tim yang lebih efektif, itu harus diakui,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa dalam situasi sulit seperti sekarang, hasil akhir jauh lebih krusial dibandingkan performa permainan.
“Saya pikir, jika mempertimbangkan semuanya, itu tetap pantas, meskipun bukan permainan terbaik kami. Tapi sekali lagi: dalam pertarungan menghindari degradasi Bundesliga, tiga poin adalah hal yang paling penting.”
Menariknya, Diks bukan satu-satunya pemain yang pernah dipercaya menjadi kapten Gladbach musim ini.
Sebelumnya, Tim Kleindienst dan Rocco Reitz juga sempat memegang peran serupa.
Kesempatan Diks menjadi kapten terbuka setelah Reitz absen akibat kartu merah saat menghadapi Bayern Munich. Namun, kepercayaan itu sejatinya bukan hal instan.