- Kompetisi Liga Belanda menghadapi polemik kewarganegaraan pemain keturunan Indonesia yang berpotensi kehilangan status bermain di Belanda.
- Gugatan NAC Breda terkait status izin kerja pemain Timnas Indonesia memicu kekhawatiran klub lain akan status pemain mereka.
- Pemain yang mengambil kewarganegaraan lain dapat kehilangan status warga negara Belanda, berujung kendala administrasi dan finansial klub.
“Kami tidak akan mengutak-atik hasil yang sudah terjadi,” tegas Direktur Eredivisie CV, Jan de Jong.
De Jong menambahkan, tanggung jawab utama ada pada pemain untuk memastikan status kewarganegaraan mereka.
“Klub harus melakukan pengecekan, tapi pemain harus membuktikan statusnya,” ujarnya.
Dampak finansial juga mengintai. Pemain non-Uni Eropa diwajibkan memiliki gaji minimal sekitar 600 ribu euro per tahun, angka yang sulit dipenuhi klub divisi bawah.
Kondisi ini bahkan berpotensi memicu krisis keuangan hingga ancaman kebangkrutan bagi klub.