- Direktur Eredivisie menginstruksikan klub segera mendata pemain yang berpotensi tidak memenuhi syarat izin kerja serta paspor.
- Skandal paspor bermula dari protes NAC Breda terhadap status Dean James terkait regulasi pemain non-Uni Eropa.
- Sejumlah pemain, termasuk dari Timnas Indonesia, dinonaktifkan sementara oleh klub menunggu tinjauan otoritas imigrasi Belanda.
Suara.com - Skandal paspor yang menyeret nama Dean James semakin meluas dan mengguncang Eredivisie. Situasi ini berpotensi berdampak pada sejumlah pemain, termasuk yang memiliki keterkaitan dengan Timnas Indonesia.
Laporan Algemeen Dagblad (AD) mengungkap Direktur Eredivisie, Jan de Jong, telah menginstruksikan seluruh klub untuk segera mendata pemain yang berpotensi tidak memenuhi syarat bermain akibat persoalan paspor dan izin kerja.
"Klub-klub diberi waktu satu jam untuk melaporkan. Setelah itu, ia meminta mereka untuk menjaga kerahasiaan. Sebab, menurutnya, klub sebaiknya tidak mengkomunikasikan hal ini ke publik," tulis AD.
Situasi tersebut membuat seluruh klub berada dalam tekanan. Bahkan, muncul dorongan agar mereka menghadapi masalah ini secara kolektif demi menjaga stabilitas kompetisi.
"Kini, ketika seluruh Eredivisie berpotensi terdampak skandal paspor, muncul gagasan agar klub menghadapi masalah ini bersama-sama."
"Secara kolektif, demi kepentingan bersama. Dengan kata lain, semua pihak harus tetap kompak," lanjut AD.
Kasus ini bermula dari protes NAC Breda setelah kalah 0-6 dari Go Ahead Eagles dalam lanjutan musim 2025/2026.
Mereka kemudian melaporkan situasi tersebut ke KNVB dengan mempertanyakan status Dean James yang telah dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia.
NAC Breda mencurigai Dean James tidak memenuhi syarat sebagai pemain non-Uni Eropa, termasuk terkait izin kerja, izin tinggal, serta ketentuan gaji minimum sekitar 600 ribu euro atau Rp11,7 miliar per tahun. Dari sinilah polemik “paspoortgate” mulai melebar.
Dampaknya kini meluas, termasuk menyeret sejumlah pemain yang memiliki keterkaitan dengan Timnas Indonesia, seperti Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On.
Selain itu, pemain Suriname seperti Tjaronn Chery dan Virgil Misidjan dilaporkan tidak dapat mengikuti latihan bersama NEC Nijmegen.
Sejumlah klub juga mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan pemain yang dianggap berisiko. AD menyebut beberapa nama lain yang turut terdampak.
"Selain Dean James, pemain yang menjadi awal munculnya kasus ini, beberapa nama lain juga terdampak, seperti Richonell Margaret (Go Ahead Eagles), Justin Lonwijk dan Justin Hubner (Fortuna Sittard), Etienne Vaessen (FC Groningen), Dylan Vente (SC Heerenveen), serta Djevencio van der Kust (Heracles). Para pemain ini dinonaktifkan oleh klub mereka," tulis AD.
"Hal yang sama juga terjadi di Keuken Kampioen Divisie, misalnya pada bek kiri Nathan Tjoe-A-On, pemain internasional Indonesia berusia 24 tahun yang bermain untuk Willem II."
Di tengah perkembangan kasus ini, otoritas imigrasi Belanda (IND) telah menerima daftar 25 pemain untuk ditinjau statusnya.