- Empat pemain Timnas Indonesia di klub Belanda sedang memperjuangkan status izin tinggal permanen agar dapat kembali bertanding.
- Eredivisie CV berkoordinasi intensif dengan dinas imigrasi Belanda guna menyelesaikan masalah administrasi terkait aturan pemain non-Uni Eropa.
- Penyelesaian kasus paspor ini diharapkan tuntas dalam beberapa pekan agar pemain dapat melanjutkan karier sepak bola mereka.
Suara.com - Di tengah ketidakpastian nasib empat pemain Timnas Indonesia yang dinonaktifkan sementara oleh klub-klub Belanda, sebuah titik terang mulai muncul.
Upaya serius kini sedang diperjuangkan agar para pemain yang terseret dalam kasus paspoortgate ini bisa kembali merumput dalam waktu dekat.
Empat pemain yang dimaksud adalah Dean James (Go Ahead Eagles), Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), dan Tim Geypens (FC Emmen).
Jurnalis ESPN, Christian Willaert dalam siniar Voetbalpraat mengungkapkan bahwa berbagai pihak terkait sedang merumuskan sebuah solusi.
Harapannya para pemain yang tumbuh besar di Belanda ini bisa mendapatkan izin tinggal permanen yang akan menjadi kunci penyelesaian masalah.
"Ada harapan besar bahwa para pemain yang terdampak 'paspoortgate' akan kembali memenuhi syarat bermain dalam beberapa minggu ke depan, tanpa harus mengikuti aturan untuk pemain non-Uni Eropa," tulis ESPN Belanda.
Jika solusi ini berhasil, maka para pemain tidak perlu lagi melalui proses rumit pengajuan izin kerja atau terganjal aturan gaji tinggi yang berlaku untuk pemain dari luar Uni Eropa.
"Dengan cara itu, mereka tidak perlu memiliki izin kerja dan juga tidak harus memenuhi syarat gaji tinggi, namun tetap bisa bermain untuk negara seperti Indonesia atau Suriname," jelas ESPN Belanda.
Eredivisie CV (ECV), organisasi yang mewakili klub-klub kasta tertinggi, dilaporkan menjadi motor utama dalam pencarian solusi ini.
Mereka terus berkoordinasi secara intensif dengan instansi pemerintah, termasuk Dinas Imigrasi dan Naturalisasi (IND).
"Ada harapan bahwa solusi yang tepat bisa ditemukan dalam waktu relatif singkat, meski Willaert menegaskan belum ada kepastian," ungkap ESPN Belanda.
Lebih jauh, Willaert menyoroti salah satu argumen yang bisa memperkuat posisi para pemain.
Ia menyebut adanya kemungkinan para pemain ini dibujuk oleh perwakilannya dengan informasi yang kurang tepat saat memilih karier internasional.
"Perwakilan yang membujuk mereka mengatakan mereka harus segera mengajukan paspor Belanda, sehingga selama sepuluh tahun ke depan mereka bisa bebas bepergian di Eropa dan tidak mengalami masalah dengan izin kerja," bebernya.
Menurut Willaert faktor ini bisa menjadi pertimbangan hukum yang meringankan, karena hukum di Belanda juga mengenal aspek kewajaran dan keadilan.