- Bek tengah Putu Ekayana sukses mencetak dua gol krusial lewat skema bola mati yang membawanya meraih gelar bergengsi man of the match.
- Pemain jebolan Piala Dunia U-17 2025 ini langsung dipercaya mengemban ban kapten oleh pelatih Kurniawan Dwi Yulianto pada laga debutnya.
- Kemenangan telak 4-0 atas Timor Leste ini menjadi langkah awal yang sangat meyakinkan bagi skuad Garuda Asia di ajang ASEAN Championship U-17 2026.
Suara.com - Kemenangan telak skuad Timnas Indonesia U-17 atas Timor Leste menyisakan cerita membanggakan dari sosok bek tengah tangguh bernama Putu Ekayana.
Penampilan memukau sang pemain bertahan pada ajang ASEAN Championship U-17 2026 tersebut sukses membuahkan dua fakta debut yang sangat menarik untuk dibahas.
Berlaga di bawah arahan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto, ia tampil bak pahlawan di tengah sorak sorai publik Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik.
Cetak Dua Gol dan Rebut Gelar Man of the Match
![Timnas Indonesia U-17 Menang Besar, Seperti Apa Strategi yang Diterapkan Kurniawan? [Dok. IG Timnas Indonesia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/14/57729-timnas-indonesia-u-17-menang-besar.jpg)
Para pendukung skuad Garuda Asia harus mengakui bahwa performa sang pemain belakang pada Senin malam lalu benar-benar di luar ekspektasi.
Fakta menarik pertama dari penampilan perdananya adalah kontribusi langsung berupa dua gol krusial yang sukses merobek jala gawang lawan.
Meskipun berposisi asli sebagai pengawal garis pertahanan, ia terbukti sangat mematikan ketika berada dalam situasi bola mati atau eksekusi set-piece.
Ketajaman yang tidak terduga tersebut membuatnya langsung dianugerahi penghargaan bergengsi sebagai man of the match pada akhir pertandingan.
Sang pencetak dwigol secara jujur mengakui bahwa keberhasilannya tersebut tidak terlepas dari instruksi spesifik serta arahan taktis sang pelatih kepala.
Langsung Dipercaya Mengemban Ban Kapten Timnas
Taktik pemanfaatan bola mati ini rupanya sudah disiapkan secara matang oleh staf kepelatihan selama masa pemusatan latihan berlangsung.
Strategi cerdik tersebut pada akhirnya terbukti sangat ampuh untuk membongkar rapatnya barisan pertahanan skuad muda Timor Leste yang bermain disiplin.
Fakta menarik kedua yang tak kalah mengagumkan adalah kepercayaan besar yang diberikan kepadanya untuk mengemban peran sebagai kapten tim.
Ia secara gagah memimpin rekan-rekannya bertarung di atas lapangan hijau meskipun masih berada di kelompok usia yang sangat belia.
Sang kapten baru pun tidak menampik bahwa tanggung jawab besar tersebut sempat memberikan beban tersendiri di pundaknya sebelum laga dimulai.
Latar Belakang Pengalaman Internasional Sang Pemain
Beruntung, ia mendapatkan dukungan mental serta motivasi yang kuat dari para pemain seniornya seperti Kadek Arel dan Putu Panji.
Dorongan positif dari kedua seniornya itu sukses membuatnya tampil penuh percaya diri dalam memimpin rekan satu timnya memetik kemenangan.
Pengalaman berharga memimpin tim ini dinilai akan membuatnya tumbuh menjadi sosok pemimpin yang jauh lebih matang di masa mendatang.
Meskipun ini adalah momen debutnya sebagai kapten, ia sejatinya merupakan salah satu nama paling berpengalaman di dalam susunan skuad saat ini.
Jejak rekam kariernya mencatat bahwa ia pernah menjadi bagian penting dari skuad yang sukses menembus putaran final Piala Dunia U-17 tahun 2025 lalu.
Laga kemenangan 4-0 atas Timor Leste ini sekaligus menjadi panggung pembuktian nyata atas kualitas dan masa depan cerahnya di kancah sepak bola nasional.
Kontributor : Imadudin Robani Adam