- FFF menolak rencana uji coba lawan Timnas Indonesia senior karena padat dan teraturnya jadwal kalender internasional Les Bleus.
- Perwakilan FFF menyarankan agar kerja sama lebih difokuskan pada level usia muda demi membangun fondasi tim nasional yang kuat di masa depan.
- Kerja sama PSSI dan FFF saat ini difokuskan pada pengembangan sepak bola putri dan program teknis kepelatihan sebagai langkah awal kolaborasi strategis.
Suara.com - Harapan besar publik sepak bola tanah air untuk melihat Timnas Indonesia berhadapan dengan salah satu negara adidaya sepak bola dunia, Prancis, dipastikan harus ditunda.
Pihak Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) secara halus menyatakan belum bisa memenuhi rencana laga uji coba di level tim nasional senior dalam waktu dekat karena terbentur jadwal yang sangat ketat.
Ludovic Debru, perwakilan dari FFF, menegaskan bahwa padatnya kalender kompetisi Eropa serta agenda resmi FIFA membuat pengaturan jadwal pertandingan persahabatan melawan timnas dari luar Eropa menjadi tantangan logistik yang cukup kompleks.
Padatnya Kalender FIFA Jadi Kendala Utama

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ludovic Debru di sela-sela agenda kerja sama strategis antara PSSI dan FFF yang berlangsung di Jakarta baru-baru ini.
Dalam pertemuan tersebut, fokus utama kedua federasi justru lebih banyak membahas mengenai pengembangan ekosistem sepak bola putri serta peningkatan program teknis kepelatihan.
Mengenai laga timnas senior, Debru mengakui bahwa permintaan untuk bertanding melawan Indonesia adalah hal yang sudah sering diterimanya namun belum bisa dipenuhi saat ini.
“Ya, ini adalah pertanyaan yang sudah biasa ditanyakan,” ujar Ludovic Debru saat disinggung mengenai kemungkinan duel tersebut.
“Kalender internasional saat ini sangat padat serta sangat teratur. Hal itu tidaklah mudah,” lanjutnya menjelaskan hambatan utama yang dihadapi Les Bleus.
- Kurniawan Dwi Yulianto: Saya Mohon Maaf
Baca Juga
Padatnya kompetisi domestik dan regional di Eropa, ditambah agenda wajib FIFA, membuat ruang kosong dalam jadwal tim nasional Prancis sangat terbatas.
Fokus pada Pengembangan Pemain Usia Muda
Meskipun peluang untuk laga timnas senior dalam jangka pendek tertutup, Debru menegaskan bahwa pintu kerja sama untuk pertemuan antarnegara tidak tertutup sepenuhnya.
Ia justru memberikan jalan keluar yang lebih realistis dan berdampak jangka panjang bagi perkembangan sepak bola Indonesia, yakni melalui jalur tim kelompok usia muda.
“Salah satu sarana yang baik tentunya adalah melalui tim usia muda,” jelas Debru memberikan solusi alternatif.
Menurutnya, tim nasional junior merupakan kelompok yang justru paling membutuhkan jam terbang internasional yang tinggi untuk mematangkan mentalitas mereka sebelum menembus level senior.
“Tim usia mudalah yang paling membutuhkan kesempatan untuk bermain dan berkompetisi,” sambungnya.
Baginya, pembentukan tim nasional yang kompetitif di masa depan tidak bisa dilakukan dengan cara instan tanpa adanya sistem kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan.
“Untuk memiliki tim nasional yang baik di masa depan, Anda harus berkompetisi,” tegasnya.
PSSI-FFF: Langkah Awal Kerja Sama Teknis
Kerja sama yang sedang dirintis antara PSSI dan FFF ini diharapkan menjadi landasan kuat untuk mempererat hubungan antar kedua negara di dunia sepak bola.
Fokus pengembangan teknis dan sepak bola putri diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi transformasi sepak bola nasional ke arah yang lebih profesional.
Melalui kemitraan ini, diharapkan fondasi yang kuat dapat terbentuk sehingga di masa depan, duel-duel besar di level senior bukan lagi menjadi sebuah kemustahilan bagi Timnas Indonesia.
Hingga saat ini, PSSI terus berupaya membangun jaringan internasional guna memberikan lawan uji coba yang berkualitas bagi skuad Garuda dalam rangka mendongkrak peringkat FIFA.
Kontributor : Imadudin Robani Adam