- Manchester City mengalahkan Arsenal 2-1 pada laga Liga Inggris, Minggu (19/4/2026), yang memperketat persaingan perolehan gelar juara.
- Gol kemenangan Manchester City dicetak Rayan Cherki dan Erling Haaland, sementara Arsenal membalas melalui gol tunggal Kai Havertz.
- Pemain Arsenal Declan Rice menunjukkan sikap optimis demi menjaga moral tim di tengah tekanan perebutan posisi puncak klasemen.
Suara.com - Manchester City berhasil menundukkan Arsenal dengan skor tipis 2-1 pada laga yang digelar Minggu (19/4/2026). Hasil ini memanaskan perebutan gelar juara Liga Inggris musim ini.
Gol kemenangan The Citizens masing-masing dicetak oleh Rayan Cherki dan Erling Haaland. Sementara itu, kubu The Gunners hanya mampu membalas lewat sebiji gol dari Kai Havertz.
Meskipun harus menelan kekecewaan mendalam akibat kekalahan tersebut, para pemain Arsenal berusaha tidak larut dalam keterpurukan.
Salah satu momen yang paling mencuri perhatian publik terjadi sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan di lapangan.
Gelandang andalan Arsenal, Declan Rice tertangkap kamera menunjukkan sikap penuh keyakinan di tengah situasi sulit tersebut.
Alih-alih tertunduk lesu, pemain berusia 27 tahun tersebut langsung menghampiri sang kapten tim, Martin Odegaard.
Melalui pembacaan gerak bibir yang beredar luas di jagat maya, Rice terlihat berulang kali mengucapkan tiga kata penuh motivasi: “Ini belum berakhir.”
Pernyataan singkat namun sarat makna dari mantan kapten West Ham United itu langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Banyak suporter yang melayangkan pujian setinggi langit terhadap mentalitas dan jiwa kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Rice.
Sikapnya dinilai sangat krusial untuk menjaga moral dan semangat juang tim di tengah gempuran tekanan perebutan gelar juara.
Kemenangan krusial yang ditentukan oleh gol Erling Haaland tersebut membuat tim asuhan Pep Guardiola kini hanya terpaut tiga poin saja dari Arsenal di puncak klasemen.
Tidak hanya itu, Manchester City juga masih mengantongi tabungan satu pertandingan lebih banyak dibandingkan sang rival.
Situasi ini tentu membuka peluang sangat lebar bagi City untuk mengudeta posisi puncak jika mereka mampu mengamankan poin penuh di laga kontra Burnley mendatang.
Laju Manchester City memang tengah sangat mengesankan dengan mencatatkan empat kemenangan beruntun di berbagai kompetisi resmi.
Selain membungkam Arsenal di final Carabao Cup, mereka juga mengantongi modal berharga dari hasil positif melawan klub raksasa lain seperti Liverpool dan Chelsea.
Di sisi lain, laju kencang Arsenal justru tampak melambat di fase-fase paling menentukan musim ini.
Dua kekalahan beruntun yang diderita di kancah liga domestik membuat posisi anak asuh Mikel Arteta kian terpojok.
Walau begitu, peluang juara bagi kubu Meriam London belumlah sepenuhnya tertutup, terutama jika Manchester City terpeleset di sisa laga mereka.
Melihat situasi yang semakin menguntungkan timnya, manajer Manchester City Pep Guardiola bergerak cepat untuk meredam euforia berlebihan.
Ia secara tegas mengingatkan anak asuhnya agar tidak merasa jemawa dan merasa seolah sudah menjuarai kompetisi kasta tertinggi di Inggris tersebut.
"Siapa yang berada di puncak liga? Bukan kami. Dalam selisih gol, mereka lebih baik," kata Guardiola melansir laman resmi klub, Senin (20/4/2026).
"Selangkah demi selangkah. Namun tentu saja, kami punya harapan dan tetap memperpanjang peluang untuk berjuang hingga akhir," pungkasnya.