- PSSI merahasiakan identitas lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 karena belajar dari trauma pembatalan sepihak di masa lalu.
- Rumor kencang mengaitkan skuad Garuda dengan Timnas Kuwait dan Oman yang dijadwalkan melakoni tur pemusatan latihan di kawasan Asia Tenggara.
- Erick Thohir menargetkan kesepakatan hitam di atas putih tercapai sebelum 5 Mei 2026 sebagai bagian dari pemanasan menuju ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Suara.com - Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) secara sadar memilih bungkam terkait identitas calon lawan Timnas Indonesia pada ajang FIFA Matchday Juni 2026 demi menghindari trauma pembatalan laga secara sepihak.
Sikap kehati-hatian tingkat tinggi ini diambil langsung oleh Ketua Umum Erick Thohir di tengah santernya rumor yang mengaitkan skuad Garuda asuhan John Herdman dengan dua kekuatan Timur Tengah, yakni Timnas Kuwait dan Timnas Oman.
Spekulasi kedatangan dua raksasa Arab tersebut semakin menguat setelah keduanya dikabarkan akan menggelar pemusatan latihan di negara tetangga, Thailand, pada periode kalender internasional yang berdekatan.
Rumor Tur Asia Tenggara Kuwait dan Oman

Rencana uji coba internasional bulan Juni ini memang dipersiapkan secara matang sebagai fondasi krusial dalam program pembentukan karakter tim di bawah era kepemimpinan pelatih baru tersebut.
PSSI mematok target tinggi dengan merencanakan dua pertandingan resmi tingkat dunia yang akan diselenggarakan secara maraton pada rentang waktu 1 hingga 9 Juni 2026 mendatang.
Meskipun nama Timnas Kuwait dan Timnas Oman sudah ramai diperbincangkan oleh para penggemar di berbagai platform media sosial, PSSI secara institusi belum mengeluarkan rilis resmi apa pun.
Narasi liar di kalangan suporter ini berawal dari bocornya jadwal tur pramusim kedua negara asal Timur Tengah tersebut yang memilih kawasan Asia Tenggara sebagai lokasi pemusatan latihan mereka.
Bukti penguat rumor ini semakin nyata setelah asosiasi sepak bola Kuwait disebut-sebut telah mengagendakan pertandingan uji coba melawan tuan rumah Thailand dalam rangkaian program regional tersebut.
Trauma Masa Lalu dan Syarat Hitam di Atas Putih
Menyadari besarnya ekspektasi publik yang terus membengkak, Erick Thohir langsung mengambil sikap tegas untuk tidak tergesa-gesa dalam mengumumkan nama calon lawan skuad Merah Putih.
Kebijakan tutup mulut ini merupakan langkah preventif mutlak yang diambil federasi untuk meminimalisasi risiko insiden memalukan akibat potensi pembatalan sepihak dari negara calon lawan.
“Jangan sampai nanti sudah diumumkan lawannya ternyata batal. Ini pernah kejadian waktu timnas Indonesia mau melawan Kuwait,” kata Erick beberapa waktu lalu.
Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN tersebut memastikan bahwa proses komunikasi dan negosiasi dengan sejumlah asosiasi sepak bola negara calon lawan masih terus berjalan intensif di belakang layar.
PSSI menargetkan setidaknya draf kesepakatan untuk satu pertandingan resmi sudah bisa dikunci secara hukum dan diumumkan kepada publik dalam waktu dekat ini.