Hapus Kekerasan di Sepak Bola, I.League Dukung PSSI Hukum Berat Fadly Alberto

Arief Apriadi, Adie Prasetyo Nugraha

Selasa, 21 April 2026 | 12:39 WIB
Hapus Kekerasan di Sepak Bola, I.League Dukung PSSI Hukum Berat Fadly Alberto
Fadly Alberto Henga saat membela Timnas Indonesia melawan Brasil di Piala Dunia U-17 (dok. AFC)
baca 10 detik
  • PSSI melalui Sekjen Yunus Nusi mengutuk keras insiden kekerasan Fadly Alberto di EPA Super League U-20 dan segera melimpahkan kasus ini ke Komdis PSSI untuk sanksi maksimal.
  • Dirut I.League, Ferry Paulus, mendukung penuh sanksi tegas PSSI karena aksi brutal di level usia muda merusak fondasi pembinaan calon pemain Timnas Indonesia di masa depan.
  • Selain menghukum pemain, PSSI dan I.League juga akan mengevaluasi perangkat pertandingan yang bertugas karena terindikasi lalai dalam mengontrol tensi laga di Stadion Citarum.

Suara.com - Operator kompetisi I.League resmi mengambil sikap keras untuk menyapu bersih bibit kekerasan di usia muda dengan mendukung penuh PSSI menjatuhkan sanksi maksimal kepada Fadly Alberto Hengga.

Bintang Timnas Indonesia U-20 tersebut menjadi sorotan tajam usai melakukan aksi brutal dalam laga EPA Super League U-20 2025/2026 yang digelar di Stadion Citarum pada Minggu (19/4/2026).

Sinergi ketat antara operator liga dan federasi ini menjadi sinyal peringatan bahwa tindakan mencederai sportivitas di level pembinaan tidak akan pernah mendapat tempat pemaafan.

Kutukan Keras PSSI dan Potensi Sanksi Komdis

Kronologi keributan yang terjadi antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 melibatkan eks Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga. (Instagram/@futboll.indonesiaa)
Kronologi keributan yang terjadi antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 melibatkan eks Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga. (Instagram/@futboll.indonesiaa)

Insiden memalukan yang melibatkan laga antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 melawan Dewa United Banten FC U-20 ini langsung memantik amarah jajaran tertinggi PSSI.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, memastikan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat keselamatan pemain direnggut oleh luapan emosi sesaat.

“PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara pertandingan Dewa United dan Bhayangkara FC di Elite Pro Academy. Ketua Umum sangat mengutuk keras atas kejadian ini. PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya,” ujar Yunus Nusi.

Tidak hanya menyasar sang pelaku utama, PSSI juga menyoroti kinerja perangkat pertandingan yang berada di lapangan hijau hari itu.

“PSSI sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini. Siapapun yang terlibat akan ditindak. Kami juga melihat adanya indikasi kelalaian perangkat pertandingan, yang akan menjadi perhatian Komite Wasit untuk evaluasi, edukasi dan sanksi bila terbukti,” lanjutnya.

baca juga

I.League Kecewa Rusaknya Fondasi Timnas

Direktur Utama I.League atau yang sebelumnya bernama Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus menyebut bahwa larangan away suporter untuk Super League 2025/2026 belum dicabut.(Dok. I.League)
Direktur Utama I.League atau yang sebelumnya bernama Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus menyebut bahwa larangan away suporter untuk Super League 2025/2026 belum dicabut.(Dok. I.League)

Langkah tanpa kompromi dari federasi tersebut langsung mendapat sokongan moral secara penuh dari Direktur Utama I.League, Ferry Paulus.

Ferry merasa sangat terpukul karena kompetisi EPA sejatinya didesain sebagai kawah candradimuka untuk mencetak punggawa masa depan skuad Garuda.

“Sangat disayangkan insiden seperti ini terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang merupakan tiang penting dan fondasi sepak bola Indonesia ke depan. Dari kompetisi inilah diharapkan lahir cikal bakal pemain Timnas Indonesia di masa mendatang," ungkap Ferry Paulus.

Ia menegaskan kembali bahwa pembinaan karakter dan mentalitas jauh lebih berharga dibandingkan sekadar mengejar kemenangan semata.

“Karena itu, dibutuhkan sikap dan attitude yang baik dari seluruh pelaku. Pemain harus diajarkan untuk selalu mengedepankan asas fair play. Bahkan perangkat pertandingan juga diuji untuk mampu menjalankan prinsip yang sama, karena tujuan utama EPA adalah pembinaan," lanjutnya.

Evaluasi Menyeluruh dan Masa Depan EPA

Menyinggung soal perangkat pertandingan, Ferry membeberkan bahwa sistem penugasan di EPA memang melibatkan tenaga lokal sebagai bagian dari proses edukasi bersama.

“Perangkat pertandingan yang ditugaskan dalam EPA berasal dari Asprov domisili klub, dan dalam beberapa kasus juga memungkinkan penggunaan perangkat pertandingan yang dimiliki oleh klub. Hal ini merupakan bagian dari proses pembinaan menyeluruh, termasuk bagi perangkat pertandingan.”

Kendati demikian, toleransi terhadap kelalaian dan aksi premanisme di atas lapangan tetap berada di angka nol.

“Kami tidak bisa mentoleransi tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Kami mendukung penuh langkah PSSI dan Komite Disiplin untuk memberikan sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak.”

Ia pun mengirimkan pesan peringatan keras kepada seluruh bakat muda agar tidak menghancurkan karier mereka sendiri hanya karena gagal mengontrol amarah.

“Kami mengimbau seluruh pelaku sepak bola usia muda untuk tetap menjunjung sportivitas. Apa pun yang terjadi di lapangan, pemain harus mampu mengendalikan emosi karena tindakan seperti ini justru akan merugikan masa depan mereka sendiri.”

Latar Belakang Kasus Fadly Alberto

Sebagai informasi, Fadly Alberto Hengga sebelumnya sempat dipuja sebagai pahlawan berkat golnya di Piala Dunia U-17, namun kini ia terancam kehilangan segalanya.

Aksi kekerasan yang dilakukannya saat melawan Dewa United U-20 menjadi tamparan keras bagi ekosistem pembinaan usia muda sepak bola Indonesia.

Ke depannya, operator I.League berkomitmen untuk merapatkan barisan bersama PSSI dan Komite Wasit demi memastikan kejadian kelam di EPA Super League 2025/2026 ini menjadi yang terakhir kalinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akhirnya Muncul, Fadly Alberto Akui Dirinya Bodoh Lakukan Tendangan Kungfu

Akhirnya Muncul, Fadly Alberto Akui Dirinya Bodoh Lakukan Tendangan Kungfu

Bola | Selasa, 21 April 2026 | 11:58 WIB

Setelah 5 Bulan Menghilang, Marselino Ferdinan Akhirnya Muncul Ikut Latihan di AS Trencin

Setelah 5 Bulan Menghilang, Marselino Ferdinan Akhirnya Muncul Ikut Latihan di AS Trencin

Bola | Selasa, 21 April 2026 | 11:51 WIB

Bos Bhayangkara FC Bongkar Pemicu Fadly Alberto Nekat Lakukan Tendangan Kungfu

Bos Bhayangkara FC Bongkar Pemicu Fadly Alberto Nekat Lakukan Tendangan Kungfu

Bola | Selasa, 21 April 2026 | 11:16 WIB

Pernyataan Fadly Alberto Hengga Usai Viral Lakukan Tendangan Kungfu

Pernyataan Fadly Alberto Hengga Usai Viral Lakukan Tendangan Kungfu

Bola | Selasa, 21 April 2026 | 10:29 WIB

Dari Bertahan hingga Serangan, Ini Evaluasi Timnas Indonesia U-17 Usai Gagal di Piala AFF

Dari Bertahan hingga Serangan, Ini Evaluasi Timnas Indonesia U-17 Usai Gagal di Piala AFF

Bola | Senin, 20 April 2026 | 20:26 WIB

Terkini

Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya

Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya

Surakarta | Selasa, 15 September 2026 | 07:31 WIB

5 Zodiak yang Paling Berambisi dalam Mencapai Target Karier, Berjiwa Kompetitif dan Banyak Akal

5 Zodiak yang Paling Berambisi dalam Mencapai Target Karier, Berjiwa Kompetitif dan Banyak Akal

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 07:30 WIB

Review Film Budi Pekerti: Ketika Satu Video Mengubah Segalanya

Review Film Budi Pekerti: Ketika Satu Video Mengubah Segalanya

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 07:30 WIB

Ada Pesan Tersembunyi? Eks Menkeu Purbaya Posting Video Jedag Jedug dengan Lagu Ini: Udah Siap Belum

Ada Pesan Tersembunyi? Eks Menkeu Purbaya Posting Video Jedag Jedug dengan Lagu Ini: Udah Siap Belum

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 07:24 WIB

Harga Minyak Mendidih! Arab Saudi Diserang, Negosiasi Damai Resmi Batal Total

Harga Minyak Mendidih! Arab Saudi Diserang, Negosiasi Damai Resmi Batal Total

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 07:21 WIB

Toyota Masih Hitung Harga Resmi Land Cruiser FJ untuk Pasar Indonesia

Toyota Masih Hitung Harga Resmi Land Cruiser FJ untuk Pasar Indonesia

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 07:12 WIB

Rekam Jejak Fahd A Rafiq: Suap DPID, Korupsi Al-Qur'an, Kini Kena OTT KPK di Bogor

Rekam Jejak Fahd A Rafiq: Suap DPID, Korupsi Al-Qur'an, Kini Kena OTT KPK di Bogor

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

Cara Memasak Nasi di Rice Cooker Tidak Kering atau Benyek, Segini Ukuran Airnya

Cara Memasak Nasi di Rice Cooker Tidak Kering atau Benyek, Segini Ukuran Airnya

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 06:55 WIB

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

×