- Laga pekan ke-29 Super League antara PSIM vs Persija dipindah mendadak ke Stadion Kapten I Wayan Dipta karena gagal mendapat izin di Bantul.
- Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengakui persiapan timnya terbatas akibat perjalanan jauh yang tak terduga, namun mental pemain tetap termotivasi penuh.
- Persija Jakarta membidik kemenangan untuk menempel Persib dan Borneo FC, dengan mengandalkan taktik kolektif untuk meredam bintang PSIM seperti Ze Valente.
Suara.com - Persija Jakarta menghadapi ujian mentalitas juara di kompetisi Super League musim ini usai laga krusial melawan PSIM Yogyakarta mendadak dipindah ke Pulau Dewata.
Skuad Macan Kemayoran asuhan pelatih Mauricio Souza menolak menjadikan perubahan venue sebagai alasan untuk mengendurkan ambisi mereka dalam berburu tiga poin penuh.
Kemenangan mutlak di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi harga mati bagi kubu ibu kota demi terus menempel ketat dominasi Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda di papan atas klasemen.
Drama Izin Kepolisian dan Efek Kejut Perjalanan

Laga pekan ke-29 yang bergulir pada Rabu (22/4/2026) ini sejatinya direncanakan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Namun, panitia pelaksana pertandingan PSIM terpaksa memindahkan lokasi duel akibat tidak mengantongi izin keamanan dari pihak kepolisian setempat.
Keputusan yang diambil hanya beberapa hari sebelum kick-off ini jelas memberikan efek kejut bagi manajemen waktu kubu tamu.
"Persiapan untuk pertandingan ini cukup terbatas karena jeda dari laga sebelumnya ke pertandingan di Bali tidak terlalu panjang," kata Mauricio Souza.
Skuad Persija yang awalnya bersiap tempur di Yogyakarta harus memutar otak menghadapi kelelahan ekstra akibat penerbangan mendadak.
"Kami juga tidak memperhitungkan perjalanan jauh ke Bali karena awalnya kami mengira akan bermain di Jogja. Namun, waktu yang ada tetap kami manfaatkan sebaik mungkin untuk melakukan persiapan," jelasnya.
Tren Positif dan Fokus Kolektivitas Permainan
Beruntungnya, kendala teknis tersebut berhasil ditepis oleh tingginya tingkat kepercayaan diri para pemain ibu kota.
Persija datang ke Bali dengan dada membusung berkat modal berharga berupa dua kemenangan beruntun atas Persebaya Surabaya dan PSBS Biak di laga sebelumnya.
"Kami termotivasi dan memahami betapa pentingnya pertandingan besok bagi kami," ujarnya.
Sang juru taktik asal Brasil ini juga telah membedah kekuatan lawan yang dihuni oleh deretan nama mentereng seperti Ze Valente dan Ezequiel Vidal.