Solidaritas Pemain Timnas Indonesia Mengalir Usai Ricky Kambuaya Jadi Korban Penghinaan Rasial

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Rabu, 22 April 2026 | 22:05 WIB
Solidaritas Pemain Timnas Indonesia Mengalir Usai Ricky Kambuaya Jadi Korban Penghinaan Rasial
Pesepak bola Timnas Indonesia Ricky Kambuaya (kiri) beraksi pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C melawan Timnas China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
baca 10 detik
  • Ricky Kambuaya menerima serangan rasisme di media sosial setelah laga melawan Persib Bandung.

  • Pemain Timnas Indonesia seperti Kevin Diks dan Egy Maulana Vikri mengecam keras aksi tersebut.

  • Rasisme juga menyerang pemain asing Dewa United, Johnathan Carlos Pereira, di waktu yang sama.

Suara.com - Solidaritas penggawa Timnas Indonesia meledak setelah tindakan rasisme mencoreng sportivitas sepak bola Tanah Air pasca-pertandingan liga.

Kecaman ini muncul menyusul serangan verbal tidak terpuji yang diarahkan kepada gelandang Dewa United, Ricky Kambuaya, melalui platform digital.

Fenomena ini membuktikan bahwa perlindungan terhadap identitas pemain di dunia maya masih menjadi masalah krusial bagi industri olahraga.

China Kena Damprat Legenda usai Dihajar Timnas Indonesia: Cuma Bisa Backpass. [Dok. KitaGaruda]
China Kena Damprat Legenda usai Dihajar Timnas Indonesia: Cuma Bisa Backpass. [Dok. KitaGaruda]

Pemain senior berusia 29 tahun ini secara terbuka mengungkap bukti pelecehan yang diterimanya dari oknum suporter tak bertanggung jawab.

Kejadian memilukan ini menambah daftar panjang kasus intimidasi berbasis ras yang mencoreng wajah kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

Bek naturalisasi Kevin Diks menjadi sosok pertama yang mengekspresikan ketidakpercayaannya terhadap moralitas pelaku serangan tersebut.

Pemain berdarah Maluku ini menganggap perilaku rasis tidak memiliki ruang sedikit pun dalam ekosistem sepak bola modern.

"Tidak dapat dipercaya," ujar Kevin Diks lewat akun @kevindiks2 sebagai bentuk protes kerasnya.

Rekan setim di Dewa United, Egy Maulana Vikri, juga langsung berdiri di garda terdepan untuk membela sang gelandang.

baca juga

Langkah serupa dilakukan Rafael Struick yang mengirimkan pesan moral untuk memperkuat mentalitas Kambuaya menghadapi situasi sulit ini.

Seruan Melawan Diskriminasi di Lapangan Hijau

"Katakan tidak pada rasial," kata Egy dalam akun @egymaulanavikri mempertegas sikap anti-diskriminasinya.

Mauro Zijlstra yang merupakan penyerang muda Persija Jakarta turut memberikan respons simbolis atas keprihatinan yang mendalam.

Rafael Struick pun tak ketinggalan memberikan semangat agar rekannya tersebut tetap tegar menghadapi gelombang kebencian itu.

"Tetap kuat saudaraku," tulis Struick via akun @rafaelstruick yang menunjukkan kedekatan emosional antar-pemain tim nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menanti Sentuhan Magis Marselino Ferdinan di Bawah Taktik Baru John Herdman

Menanti Sentuhan Magis Marselino Ferdinan di Bawah Taktik Baru John Herdman

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 13:04 WIB

2 Rapor Merah Timnas Indonesia U-17 Jelang Piala Asia U-17 2026

2 Rapor Merah Timnas Indonesia U-17 Jelang Piala Asia U-17 2026

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 12:57 WIB

Ricky Kambuaya Jadi Korban Rasisme, Kevin Diks Murka!

Ricky Kambuaya Jadi Korban Rasisme, Kevin Diks Murka!

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 12:01 WIB

Terkini

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

×