Nasib Fadly Alberto: Antara Ancaman Sanksi Berat dan Mimpi Lanjutkan Karier

Arief Apriadi, Adie Prasetyo Nugraha

Kamis, 23 April 2026 | 13:34 WIB
Nasib Fadly Alberto: Antara Ancaman Sanksi Berat dan Mimpi Lanjutkan Karier
Mediasi kasus tendangan kungfu Bhayangkara FC U-20 vs Dewa United U-20 (dok. Dewa United).
baca 10 detik
  • Fadly Alberto Hengga terancam sanksi PSSI setelah melakukan tendangan kungfu saat laga Bhayangkara FC kontra Dewa United.
  • Insiden di Stadion Citarum pada 19 April 2026 dipicu oleh tensi tinggi serta keputusan wasit yang kontroversial.
  • Manajemen Bhayangkara FC dan Dewa United telah menempuh jalur damai, sementara Fadly berkomitmen mengevaluasi diri dan lanjut berkarier.

Suara.com - Masa depan Fadly Alberto Hengga di kancah sepak bola profesional kini berada di ujung tanduk setelah insiden tendangan kungfu yang ia lakukan di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 2025/2026.

Meskipun ancaman sanksi berat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI sudah menanti, penggawa Timnas Indonesia U-20 ini menegaskan ambisinya untuk tetap melanjutkan karier sebagai pesepak bola profesional.

Keinginan kuat tersebut muncul setelah manajemen Bhayangkara FC U-20 berhasil menempuh jalur damai secara kekeluargaan dengan pihak Dewa United U-20 guna meredam tensi panas pasca-laga di Stadion Citarum.

Fadly Alberto Hengga menyadari bahwa tindakannya melayangkan tendangan keras kepada pemain lawan merupakan kesalahan besar yang mencederai nilai sportivitas.

Ia mengungkapkan bahwa peristiwa memalukan tersebut sama sekali tidak pernah ia rencanakan atau pikirkan sebelumnya.

"Tentunya yang terjadi sekarang menjadi pengalaman berharga buat saya karena ini juga enggak pernah saya pikirkan bisa sampai begini," ujar Fadly Alberto kepada awak media.

Tekad Bangkit di Tengah Ancaman Sanksi

Kronologi keributan yang terjadi antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 melibatkan eks Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga. (Instagram/@futboll.indonesiaa)
Kronologi keributan yang terjadi antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 melibatkan eks Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga. (Instagram/@futboll.indonesiaa)

Pemuda berusia 17 tahun ini memilih untuk tetap tegar menghadapi serangkaian rintangan demi mengejar cita-citanya yang telah dibangun sejak kecil.

Kegigihannya untuk tetap merumput dibuktikan dengan pernyataan bahwa ia akan terus bekerja keras layaknya perjuangan yang ia tempuh hingga saat ini.

baca juga

"Kalau untuk cita-cita saya sebagai pemain bola tetap saya terus kejar meskipun banyak rintangan seperti sekarang," ucap penyerang sayap tersebut dengan penuh harap.

Fadly secara jujur menganggap situasi pelik yang dihadapinya saat ini sebagai sebuah musibah sekaligus cobaan hidup yang sangat berat.

"Mungkin ini juga musibah buat saya, cobaan, dan saya akan terus bekerja keras sebagaimana saya sampai sekarang," terangnya.

Faktor Kepemimpinan Wasit Jadi Pemicu

Di balik aksi brutalnya, Fadly mencoba membeberkan kronologi di lapangan yang menurutnya dipicu oleh berbagai faktor non-teknis.

Tensi pertandingan yang sangat tinggi sejak menit awal membuat para pemain dari kedua kesebelasan mudah tersulut emosi dalam perebutan poin krusial.

Ia secara spesifik menyoroti kepemimpinan wasit Fero Arsanto yang dinilai bermasalah dalam mengontrol jalannya laga di Stadion Citarum pada Minggu (19/4/2026) lalu.

"Mungkin waktu pertandingan karena tensi tinggi juga, panas karena sama-sama mengejar poin," ungkap pemain berbakat asal Papua tersebut.

"Cukup... mungkin dari kepemimpinan wasit juga sedikit bermasalah, itu yang menjadikan pemicu dari kita," sambungnya menjelaskan alasan di balik meledaknya amarah tim.

Protes yang Berujung Kericuhan

Protes keras sebenarnya sempat dilayangkan para pemain Bhayangkara FC ketika wasit tetap mengesahkan gol lawan yang dianggap kontroversial.

Kejadian yang tidak diinginkan tersebut akhirnya meledak setelah adanya akumulasi kekecewaan terhadap keputusan-keputusan pengadil lapangan.

Fadly menegaskan bahwa dirinya siap melakukan evaluasi mendalam terhadap perilaku pribadinya maupun kedisiplinan tim di masa mendatang.

"Kita sempat protes dan golnya tetap disahkan. Itu menjadi pemicu kejadian yang tidak diinginkan. Ke depannya saya akan melakukan evaluasi dari diri dan tim," pungkasnya.

Latar Belakang Insiden di Stadion Citarum

Insiden kekerasan yang melibatkan Fadly Alberto Hengga terjadi dalam laga panas pekan ke-33 Elite Pro Academy antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20.

Aksi tendangan kungfu yang menyasar bagian punggung pemain lawan, Rakha Nurkholis, sempat menjadi viral di media sosial dan mengundang kecaman luas dari publik.

PSSI melalui Komite Disiplin saat ini tengah memproses laporan pertandingan tersebut guna menjatuhkan vonis yang bisa berdampak pada status Fadly di Timnas Indonesia U-20.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bongkar Resep Performa Solidnya, Jay Idzes: Selalu Berpikir Saya yang Terbaik

Bongkar Resep Performa Solidnya, Jay Idzes: Selalu Berpikir Saya yang Terbaik

Bola | Kamis, 23 April 2026 | 11:42 WIB

Tendangan Kungfu Fadly Alberto Hengga ke Pemain Dewa UnitedBerujung Damai

Tendangan Kungfu Fadly Alberto Hengga ke Pemain Dewa UnitedBerujung Damai

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 22:53 WIB

Dugaan Rasisme Hantam EPA, Erick Thohir Desak Operator Liga dan Klub Bertindak Tegas

Dugaan Rasisme Hantam EPA, Erick Thohir Desak Operator Liga dan Klub Bertindak Tegas

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 20:13 WIB

Solidaritas Pemain Timnas Indonesia Mengalir Usai Ricky Kambuaya Jadi Korban Penghinaan Rasial

Solidaritas Pemain Timnas Indonesia Mengalir Usai Ricky Kambuaya Jadi Korban Penghinaan Rasial

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 22:05 WIB

Kevin Diks Marah ke Fans Bola Indonesia, Kenapa?

Kevin Diks Marah ke Fans Bola Indonesia, Kenapa?

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 19:50 WIB

Terkini

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:30 WIB

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×