- Sandy Walsh tampil impresif membela Buriram United pada ajang AFC Champions League Elite musim 2025/2026.
- Perjalanan Buriram United terhenti di babak perempat final setelah kalah 2-3 dari Shabab Al Ahli.
- Sandy Walsh mencatatkan 368 menit bermain dengan performa agresif yang krusial bagi keseimbangan taktikal timnya.
Suara.com - Penampilan memukau bek Timnas Indonesia, Sandy Walsh, bersama raksasa Thailand, Buriram United, di ajang AFC Champions League Elite 2025/2026 sukses menyita perhatian publik sepak bola Asia.
Meski langkah bersejarah timnya harus terhenti di babak perempat final usai kalah dari Shabab Al Ahli, debut Sandy Walsh di level Asia tetap dinilai sangat impresif.
Intensitas tinggi dan determinasi tanpa kompromi yang ditunjukkan sepanjang turnamen membuktikan kualitas penggawa Garuda tersebut layak bersaing di level tertinggi antarklub Asia.
Drama Perpanjangan Waktu Melawan Wakil Timur Tengah
![Kegilaan Sandy Walsh Bersama Buriram United Musim Ini, Peluang Sikat 2 Trofi. [Dok. IG Sandy Walsh]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/24/26992-sandy-walsh.jpg)
Perjalanan Buriram United di kompetisi elite Asia musim ini harus berakhir setelah menelan kekalahan dramatis 2-3 dari Shabab Al Ahli.
Pertarungan sengit melawan wakil Uni Emirat Arab itu terpaksa dituntaskan hingga babak perpanjangan waktu yang menguras fisik dan mental kedua tim.
Laga yang digelar di Prince Abdullah Al-Faisal Sports City Stadium tersebut menjadi saksi perjuangan tanpa lelah lini pertahanan Buriram United dalam menahan gempuran lawan.
Meski gagal melangkah ke semifinal, performa agresif Sandy Walsh di sisi kanan lapangan tetap menuai banyak pujian.
Rapor Agresif Sang Bek Sayap
Berdasarkan data Transfermarkt, Sandy Walsh mendapat kepercayaan tampil dalam delapan pertandingan di AFC Champions League Elite musim ini.
Ia membukukan total 368 menit bermain, dengan peran penting dalam membantu transisi cepat dari lini pertahanan ke area serang.
Sebagai wing back kanan, Sandy dituntut aktif melakukan penetrasi ke sepertiga akhir lapangan lawan, sekaligus sigap turun membantu pertahanan.
Pemain berusia 30 tahun itu juga kerap terlibat duel-duel fisik sengit saat menghadapi pemain sayap lawan yang memiliki kecepatan tinggi.
Catatan empat kartu kuning sepanjang turnamen menjadi bukti tingginya intensitas dan keberaniannya dalam memutus serangan lawan.
Modal Berharga untuk Buriram United