-
I.League mengonfirmasi operasional VAR laga Persiba vs PSS berjalan normal sesuai prosedur resmi.
-
Visual ruang VAR kosong dipicu oleh kesalahan teknis pada sistem penyiaran real-time.
-
Integritas kompetisi Championship 2025/2026 tetap terjaga melalui koordinasi ketat seluruh perangkat pertandingan.
Suara.com - Operator Kompetisi Championship 2025/2026 alias kasta kedua di Tanah Air, I.League memberikan klarifikasi terkait beredarnya potongan tayangan siaran yang menampilkan ruang VAR (Video Assistant Referee) terlihat kosong saat pertandingan Persiba Balikpapan melawan PSS Sleman di Stadion Batakan, Balikpapan beberapa waktu lalu.
I.League menegaskan bahwa operasional VAR pada pertandingan tersebut berjalan sesuai prosedur dan tidak mengalami kendala dalam proses pengambilan keputusan.
Direktur Utama I.League Ferry Paulus menjelaskan bahwa seluruh perangkat dan personel VAR, termasuk VAR, AVAR, dan Replay Operator (RO), berada di posisi masing-masing selama pertandingan berlangsung.

Namun demikian, terdapat kendala teknis pada sistem siaran yang menyebabkan tampilan gambar real-time tidak sesuai dengan kondisi aktual.
“I.League memastikan bahwa seluruh proses VAR berjalan sesuai standar dan protokol yang berlaku. Tidak ada kendala dalam operasional pengambilan keputusan di lapangan,” kata Direktur Utama I.League, Ferry Paulus dalam keterangannya.
“Terkait tayangan yang beredar, kami mengidentifikasi adanya system error pada sisi penayangan sehingga visual yang muncul tidak merepresentasikan kondisi real-time di ruang VAR,” lanjutnya.
![Ilustrasi video assistant referee (VAR). [Andres Larrovere / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/05/28/97784-ilustrasi-var-video-assistant-referee.jpg)
Ferry menambahkan bahwa setiap proses on-field review oleh wasit tetap melalui koordinasi penuh dengan tim VAR di ruang kontrol.
Sistem komunikasi dan alur kerja berjalan normal sebagaimana yang telah ditetapkan dalam regulasi kompetisi.
“I.League berkomitmen menjaga integritas kompetisi dan memastikan penggunaan teknologi VAR dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel,” tutupnya.
I.League mengimbau seluruh pihak untuk tidak menarik kesimpulan berdasarkan potongan tayangan yang tidak utuh, serta tetap merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh operator kompetisi.