- Vincent Kompany optimis Bayern Muenchen mampu mengalahkan PSG pada leg pertama semifinal Liga Champions di Parc des Princes.
- Pertandingan yang berlangsung Rabu (29/4/2026) ini menjadi tantangan bagi kedua tim yang memiliki filosofi permainan serupa.
- Bayern Muenchen mengandalkan rekor kemenangan di Paris dan Madrid sebagai motivasi utama meski Kompany absen karena sanksi.
Suara.com - Pelatih Bayern Muenchen, Vincent Kompany memancarkan kepercayaan diri yang sangat tinggi jelang lawatan timnya ke markas Paris Saint-Germain (PSG).
Meskipun mengakui adanya kesamaan kekuatan, ia yakin timnya punya modal untuk kembali menjegal sang juara bertahan.
Kedua raksasa Eropa ini akan berhadapan dalam leg pertama babak semifinal Liga Champions di Parc des Princes, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB.
Kompany mengakui bahwa laga ini akan sulit diprediksi karena kedua tim memiliki filosofi permainan yang mirip.
"Kedua tim memiliki banyak kreativitas, termasuk dalam hal permainan posisi dan menemukan solusi," ucap Kompany dikutip dari Tuttomercato.
"Kami memiliki pengalaman melawan mereka, tetapi hal yang sama berlaku untuk lawan kami," lanjutnya.
![Bayern Munich 16 Laga 16 Kemenangan, Apa Rahasia Vincent Kompany? [Instagram Bayern Munich]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/05/10112-vincent-kompany.jpg)
Namun, di tengah kesamaan kekuatan itu, Kompany memiliki alasan kuat untuk tetap optimistis. Ia berkaca pada rekor pertemuan kedua tim di fase liga musim ini.
Saat itu, Die Roten secara perkasa berhasil mempermalukan PSG di hadapan pendukungnya sendiri dengan skor 2-1.
Tak hanya itu, kemenangan impresif di markas Real Madrid pada babak sebelumnya juga menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi Harry Kane dan kawan-kawan.
"Kami sudah (pernah) menang di Bernabeu tahun ini dan kami menang di Paris (pada fase liga)," tutur Kompany.
"PSG jelas masih menjadi juara bertahan, tetapi jika ada tim yang mampu menghadapi tantangan ini, itu adalah tim kami," pungkasnya.
Kepercayaan diri pelatih asal Belgia ini juga didukung oleh rekor pribadinya melawan sang arsitek PSG, Luis Enrique.
Dari tiga kali adu taktik, Kompany unggul dengan dua kemenangan dan hanya menelan satu kekalahan.
Sayangnya, di laga krusial ini, Kompany tidak akan bisa mendampingi timnya dari pinggir lapangan.
Ia harus menjalani sanksi akumulasi kartu kuning, sehingga tugas di sisi lapangan akan dipegang oleh asistennya, Aaron Danks.