- Trio penyerang Bayern Munich mencetak 101 gol musim ini dan memecahkan rekor gol terbanyak dalam sejarah sepak bola Jerman.
- Bayern Munich wajib mengalahkan PSG dengan selisih dua gol pada leg kedua semifinal Liga Champions di Allianz Arena.
- PSG mengandalkan permainan cair dan rotasi posisi untuk mempertahankan keunggulan agregat 5-4 demi tiket menuju babak final.
Suara.com - Pertarungan Bayern Munich melawan Paris Saint-Germain pada leg kedua semifinal Liga Champions UEFA bukan sekadar soal siapa tim yang bakal menembus partai puncak.
Sorotan utama tertuju pada duel lini depan kedua tim yang sama-sama tajam, tetapi memiliki pendekatan berbeda dalam membongkar pertahanan lawan.
Bayern mengandalkan trio Harry Kane, Michael Olise, dan Luis Diaz yang telah mencetak 101 gol di semua kompetisi musim ini.
Duel Bayern Munich vs PSG dalam leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026 akan berlangsung di Stadion Allianz Arena, Munich, Kamis (7/5/2026) pukul 02.00 WIB.
Trio Bayern Tembus 100 Gol
Ketajaman lini serang Bayern terbukti saat menghadapi tim elit seperti Atalanta dan Real Madrid sepanjang musim 2025/2026.
Sejak dipadukan pada Agustus lalu, Kane, Diaz, dan Olise menjadi trio kelima di abad ini yang menembus 100 gol semusim.
Mereka juga mencatat rekor sebagai trio tersubur dalam sejarah sepak bola Jerman, sebagaimana laporan BBC.
Catatan itu melampaui rekor Bayern musim 1972/1973 yang dihuni Gerd Muller, Uli Hoeness, dan Willi Hoffmann (99 gol).
Modal tersebut menjadi dorongan penting bagi tim asuhan Vincent Kompany jelang laga di Allianz Arena.
PSG Andalkan Fluiditas dan Kreativitas
Berbeda dengan Bayern, PSG di bawah Luis Enrique mengandalkan permainan cair dan rotasi posisi.
Trio Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Khvicha Kvaratskhelia baru mengoleksi 48 gol musim ini.
Meski kalah produktif, lini depan PSG dikenal berbahaya dalam laga besar. Musim lalu, kombinasi Dembele, Goncalo Ramos, dan Bradley Barcola mencetak 72 gol.
Perbandingan dengan Trio Legendaris