Hinaan Homofobik, Prestianni Terancam Absen Bela Argentinadi Laga Perdana Piala Dunia 2026

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 07 Mei 2026 | 15:25 WIB
Hinaan Homofobik, Prestianni Terancam Absen Bela Argentinadi Laga Perdana Piala Dunia 2026
Gianluca Prestianni (ig Gianluca Prestianni)
baca 10 detik
  • FIFA resmi memberlakukan sanksi larangan bertanding Gianluca Prestianni secara global akibat tindakan homofobik.

  • Pemain Benfica ini terancam melewatkan dua pertandingan pembuka Argentina di Grup J Piala Dunia.

  • Sanksi ini merujuk pada insiden penghinaan terhadap Vinicius Jr di kompetisi Liga Champions.

Suara.com - Langkah Gianluca Prestianni untuk memperkuat Timnas Argentina di putaran final Piala Dunia 2026 kini terganjal tembok besar aturan disiplin FIFA.

Federasi sepak bola dunia tersebut resmi memperluas jangkauan hukuman larangan bertanding sang pemain akibat tindakan homofobik yang dilakukannya.

Kebijakan ini memastikan bahwa hukuman yang semula hanya berlaku di kompetisi Eropa kini memiliki dampak hukum secara internasional.

Striker Real Madrid Kylian Mbappe, melontarkan tuduhan serius usai laga Liga Champions melawan Benfica di Estadio da Luz. [Instagram]
Striker Real Madrid Kylian Mbappe, melontarkan tuduhan serius usai laga Liga Champions melawan Benfica di Estadio da Luz. [Instagram]

Jika Prestianni dipanggil masuk skuat, ia dipastikan absen dalam dua laga awal fase grup Argentina.

Keputusan ini menjadi peringatan keras bagi para atlet profesional mengenai konsekuensi tindakan diskriminasi di lapangan hijau.

FIFA secara resmi mengumumkan kebijakan ini setelah mendapatkan permintaan koordinasi dari otoritas sepak bola Eropa, UEFA.

“Komite Disiplin FIFA telah memutuskan untuk memperluas sanksi larangan enam pertandingan yang dijatuhkan UEFA kepada pemain SL Benfica Gianluca Prestianni agar berlaku di seluruh dunia,” ujar juru bicara FIFA pada Rabu waktu setempat, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Sebut Vinicius Jr Monyet, Gianluca Prestianni Bikin Legenda Dunia Ngamuk: Jangan Jadi Pengecut! [Tangkap layar X]
Sebut Vinicius Jr Monyet, Gianluca Prestianni Bikin Legenda Dunia Ngamuk: Jangan Jadi Pengecut! [Tangkap layar X]

Implementasi perluasan hukuman ini merujuk pada regulasi internal yang sangat ketat mengenai perilaku pemain di kancah global.

“Sanksi tersebut telah diperluas sesuai dengan Pasal 70 Kode Disiplin FIFA,” lanjut juru bicara tersebut.

baca juga

Langkah ini menutup celah bagi pemain untuk menghindari hukuman dengan berpindah yurisdiksi pertandingan antarbenua.

Masalah hukum ini berakar dari ketegangan yang terjadi pada laga bergengsi Liga Champions bulan Februari lalu.

Pemain sayap Benfica tersebut dituding melontarkan kata-kata cacian yang bersifat homofobik kepada bintang Real Madrid, Vinicius Jr.

Insiden panas itu pecah saat kedua tim bertarung dalam babak playoff yang berakhir dengan kemenangan Madrid.

UEFA semula menjatuhkan skorsing enam laga, namun tiga di antaranya merupakan hukuman percobaan dengan masa pengawasan.

Prestianni sendiri baru menjalani satu laga hukuman saat ia absen membela Benfica di pertemuan kedua melawan Madrid.

Dampak dari perluasan sanksi ini membuat Argentina harus berhitung ulang jika ingin membawa pemain berusia 20 tahun tersebut.

Berdasarkan aturan yang ada, skorsing ini berlaku untuk kompetisi antarklub UEFA atau pertandingan internasional resmi yang bersifat kompetitif.

Hukuman tersebut tidak membatasi sang pemain untuk tampil dalam laga persahabatan internasional atau kompetisi liga domestik.

Minimnya jam terbang internasional Prestianni, yang baru mencatatkan satu caps saat melawan Angola, menjadi pertimbangan lain bagi pelatih.

Tanpa kehadiran Prestianni di awal laga, kedalaman lini sayap Timnas Argentina diprediksi akan mengalami perubahan strategi.

Argentina dijadwalkan memulai perjuangan mereka di Piala Dunia pada tanggal 16 Juni mendatang menghadapi Aljazair.

Setelah laga pembuka di Grup J tersebut, tim Tango akan melanjutkan perjuangan melawan Austria dan kemudian Yordania.

Ketidakhadiran Prestianni di dua laga awal ini dianggap sebagai kerugian bagi talenta muda yang sedang berkembang.

Kasus ini menambah daftar panjang sanksi disiplin FIFA terkait perilaku diskriminatif pemain yang mencederai nilai sportivitas.

Hukuman ini menjadi pengingat bahwa FIFA tidak memberikan ruang bagi tindakan homofobik dalam ekosistem sepak bola modern.

Gianluca Prestianni adalah talenta muda milik Benfica yang terseret kasus rasisme dan homofobia saat menghadapi Real Madrid.

FIFA menggunakan Pasal 70 Kode Disiplin untuk memastikan sanksi dari konfederasi (UEFA) dapat ditegakkan di seluruh dunia, termasuk turnamen sebesar Piala Dunia.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan efek jera terhadap perilaku diskriminatif di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lamine Yamal Absen di La Liga Demi Fokus Pemulihan Cedera untuk Piala Dunia 2026

Lamine Yamal Absen di La Liga Demi Fokus Pemulihan Cedera untuk Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:13 WIB

Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik

Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:02 WIB

Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan

Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:57 WIB

Terkini

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus DPP Golkar, Sekjen Sebut Sudah Temui Bahlil

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus DPP Golkar, Sekjen Sebut Sudah Temui Bahlil

News | Minggu, 20 September 2026 | 12:15 WIB

Isi Pidato Hasan Abdullah Sahal di Depan Prabowo, dari Sejarah Gontor Sampai Curhat Soal Cari Muka

Isi Pidato Hasan Abdullah Sahal di Depan Prabowo, dari Sejarah Gontor Sampai Curhat Soal Cari Muka

News | Minggu, 20 September 2026 | 12:07 WIB

5 Rekomendasi Krim Malam Mencerahkan Bekas Jerawat Kehitaman PIH, Harga Mulai Rp40 Ribuan

5 Rekomendasi Krim Malam Mencerahkan Bekas Jerawat Kehitaman PIH, Harga Mulai Rp40 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 12:05 WIB

Wajib Sertifikasi Halal Berlaku Oktober 2026, Rokok Termasuk?

Wajib Sertifikasi Halal Berlaku Oktober 2026, Rokok Termasuk?

News | Minggu, 20 September 2026 | 12:01 WIB

Ribuan Titik Panas Masih Kepung Sumatera, Riau Turun Drastis

Ribuan Titik Panas Masih Kepung Sumatera, Riau Turun Drastis

Riau | Minggu, 20 September 2026 | 12:01 WIB

Ketika Cinta Tak Lagi Ingin Pulang

Ketika Cinta Tak Lagi Ingin Pulang

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 11:55 WIB

Anime Bertema Fashion BLESS Tayang 2027, Video Dua Karakter Utama Dirilis

Anime Bertema Fashion BLESS Tayang 2027, Video Dua Karakter Utama Dirilis

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 11:50 WIB

Hak Korban KMP Virgo Transport 8 Mulai Disalurkan, Ahli Waris Terima Rp70 Juta

Hak Korban KMP Virgo Transport 8 Mulai Disalurkan, Ahli Waris Terima Rp70 Juta

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:47 WIB

Sikapi Konflik Papua, Panglima TNI Tegaskan Militer Tak Bisa Bekerja Sendirian

Sikapi Konflik Papua, Panglima TNI Tegaskan Militer Tak Bisa Bekerja Sendirian

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:32 WIB

VISION+ Hadirkan POTE, Serial Horor Soal Kutukan Mematikan di Pulau Marunda

VISION+ Hadirkan POTE, Serial Horor Soal Kutukan Mematikan di Pulau Marunda

Entertainment | Minggu, 20 September 2026 | 11:27 WIB

×