Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026 di Tengah Perang dengan Amerika Serikat dan Israel

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 10 Mei 2026 | 07:35 WIB
Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026 di Tengah Perang dengan Amerika Serikat dan Israel
Timnas Iran (FIFA)
baca 10 detik
  • Iran menuntut jaminan keamanan dan visa bagi seluruh anggota tim untuk Piala Dunia 2026.

  • Tuntutan muncul akibat ketegangan militer Iran dengan Amerika Serikat serta sekutunya baru-baru ini.

  • Federasi Iran menegaskan tidak akan mengabaikan prinsip ideologi negara demi berkompetisi di turnamen.

Suara.com - Keikutsertaan Timnas Iran dalam ajang Piala Dunia 2026 kini bergantung pada kesediaan Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada memenuhi daftar tuntutan mereka.

Langkah diplomasi olahraga ini diambil Tehran sebagai respons atas tekanan politik dan konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat serta Israel sejak Februari lalu.

Federasi sepak bola Iran menegaskan bahwa status kualifikasi mereka didapat melalui jalur prestasi yang tidak bisa diganggu gugat oleh intervensi politik luar mana pun.

Timnas Iran (FIFA)
Timnas Iran (FIFA)

Iran menuntut jaminan perlakuan setara dan penghormatan penuh terhadap identitas nasional mereka selama turnamen berlangsung di tanah Amerika Utara.

Jika tuntutan ini diabaikan, ketidakpastian mengenai kehadiran tim raksasa Asia tersebut di panggung dunia akan terus menjadi sorotan utama FIFA.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, mengungkapkan adanya sepuluh butir persyaratan khusus yang harus disepakati oleh pihak penyelenggara.

Pihak Iran secara spesifik meminta kemudahan proses visa bagi seluruh delegasi termasuk pemain yang memiliki riwayat wajib militer di Garda Revolusi.

Simak profil lengkap Timnas Iran, sang raksasa Asia yang siap mengguncang Piala Dunia dengan duet maut Mehdi Taremi dan Sardar Azmoun di lini depan. (FIFA)
Simak profil lengkap Timnas Iran, sang raksasa Asia yang siap mengguncang Piala Dunia dengan duet maut Mehdi Taremi dan Sardar Azmoun di lini depan. (FIFA)

Selain masalah administratif, Tehran menekankan pentingnya penghormatan terhadap lagu kebangsaan dan pengibaran bendera negara tanpa hambatan di stadion.

Aspek keamanan juga menjadi poin krusial yang diminta mulai dari akses bandara, akomodasi hotel, hingga jalur perjalanan menuju arena pertandingan.

baca juga

Iran menyatakan tidak akan membiarkan martabat kebudayaan dan keyakinan mereka direndahkan hanya demi mengikuti turnamen sepak bola internasional.

“Kami pasti akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026, tetapi tuan rumah harus mempertimbangkan kekhawatiran kami,” tulis federasi Iran melalui laman resminya.

“Kami akan berpartisipasi dalam turnamen Piala Dunia, tetapi tanpa mundur sedikit pun dari keyakinan, budaya, dan pendirian kami,” tegas pernyataan tersebut.

Presiden FFIRI Mehdi Taj menyatakan, “Semua pemain dan staf teknis, terutama mereka yang telah menjalani masa wajib militer di Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, seperti Mehdi Taremi dan Ehsan Hajsafi, harus diberikan visa tanpa masalah apa pun.”

Pihak Iran menutup pernyataan dengan menegaskan, “Tidak ada kekuatan luar yang dapat merampas partisipasi Iran dalam piala yang telah mereka menangi kualifikasinya dengan penuh prestasi.”

Ketegangan ini semakin memanas setelah sebelumnya kepala federasi sempat ditolak masuk ke Kanada akibat dugaan keterkaitan dengan kelompok militer yang dilarang.

Di lain pihak, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, sempat memberikan pernyataan bahwa para pesepak bola Iran pada dasarnya disambut baik.

Namun, Rubio memberikan peringatan keras bahwa AS tetap berhak melarang masuknya anggota delegasi yang terbukti memiliki afiliasi kuat dengan IRGC.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mencoba menenangkan suasana dengan menjamin bahwa jadwal pertandingan Iran di Amerika Serikat tetap berjalan sesuai rencana awal.

Berdasarkan hasil undian, Iran yang dijadwalkan bermarkas di Tucson, Arizona, akan bersaing di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.

Laga perdana tim berjuluk Team Melli ini rencananya akan digelar di Los Angeles pada pertengahan Juni tahun depan melawan Selandia Baru.

Krisis partisipasi Iran berakar dari ketegangan geopolitik yang meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel terlibat konfrontasi militer dengan Iran pada awal tahun 2024.

Situasi semakin rumit karena Kanada secara resmi menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi terlarang, yang berdampak pada pembatasan mobilitas pejabat olahraga Iran.

Hingga saat ini, sepak bola menjadi medan pertempuran diplomasi terbaru antara blok Barat dan Iran di tengah persiapan ajang olahraga terbesar di dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Timnas Jepang: Samurai Biru Siap Bikin Geger di Piala Dunia 2026

Profil Timnas Jepang: Samurai Biru Siap Bikin Geger di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:04 WIB

Profil Timnas Yordania: Kuda Hitam dari Timur Tengah

Profil Timnas Yordania: Kuda Hitam dari Timur Tengah

Bola | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:00 WIB

Mario Kempes, Mesin Gol Timnas Argentina yang Pernah Mengguncang Liga Indonesia

Mario Kempes, Mesin Gol Timnas Argentina yang Pernah Mengguncang Liga Indonesia

Bola | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:48 WIB

Terkini

Iran Janji Buka Selat Hormuz Jika AS Cabut Sanksi dan Bayar Ganti Rugi Perang

Iran Janji Buka Selat Hormuz Jika AS Cabut Sanksi dan Bayar Ganti Rugi Perang

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Skin Aqua Tutup Hijau Jenis Sunscreen Apa? Kenali Manfaat dan Tipe Kulit yang Cocok

Skin Aqua Tutup Hijau Jenis Sunscreen Apa? Kenali Manfaat dan Tipe Kulit yang Cocok

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:35 WIB

After the Fall: Kisah Humpty Dumpty yang Belajar Bangkit Kembali

After the Fall: Kisah Humpty Dumpty yang Belajar Bangkit Kembali

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Selandia Baru Pangkas Perokok Lebih Cepat, Vape Jadi Sorotan

Selandia Baru Pangkas Perokok Lebih Cepat, Vape Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:33 WIB

Kelas Menengah RI Tercekik, Ekonom Peringatkan Pemerintah

Kelas Menengah RI Tercekik, Ekonom Peringatkan Pemerintah

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:28 WIB

Demi Efisiensi, Prabowo Perintahkan Pertamina dan PLN Pangkas Anak-Cucu Perusahaan

Demi Efisiensi, Prabowo Perintahkan Pertamina dan PLN Pangkas Anak-Cucu Perusahaan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:26 WIB

Kata-kata Aneh PM Jepang Tak Sebut Pihak yang Paling 'Berdosa' di Bom Hiroshima - Nagasaki

Kata-kata Aneh PM Jepang Tak Sebut Pihak yang Paling 'Berdosa' di Bom Hiroshima - Nagasaki

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:23 WIB

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Ini Saham yang Potensi Cuan

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Ini Saham yang Potensi Cuan

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:16 WIB

Beraninya! Israel Tolak Mentah-mentah Rencana Damai Donald Trump untuk Gaza

Beraninya! Israel Tolak Mentah-mentah Rencana Damai Donald Trump untuk Gaza

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:12 WIB

Perintah Prabowo ke PLN-Pertamina : Segera Pangkas Anak-Cucu Perusahaan

Perintah Prabowo ke PLN-Pertamina : Segera Pangkas Anak-Cucu Perusahaan

Bekaci | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:05 WIB

×