Suara.com - Pep Guardiola secara terbuka mengharapkan bantuan West Ham United untuk menjegal langkah Arsenal demi memuluskan jalan Manchester City merengkuh gelar juara.
Keberhasilan City memangkas selisih menjadi dua poin atas pemimpin klasemen menjadi bukti tekanan besar yang kini dirasakan tim rival.
Guardiola menyadari bahwa nasib trofi musim ini tidak lagi sepenuhnya berada di tangan anak asuhnya melainkan bergantung pada kegagalan lawan.
![Pemain Manchester City, Omar Marmoush merayakan golnya ke gawang Brentford. [Dok. IG Manchester City]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/10/98067-omar-marmoush-manchester-city.jpg)
Kemenangan meyakinkan atas Brentford baru-baru ini menjadi modal psikologis penting sebelum memasuki pekan-pekan krusial di akhir musim.
Ambisi besar ini ditunjukkan sang manajer dengan memberikan dukungan moral yang unik kepada klub London Timur tersebut.
Saat meninggalkan ruang konferensi pers pasca laga kontra Brentford, Guardiola menyilangkan lengan membentuk simbol khas pendukung West Ham.
Ia pun meneriakkan slogan semangat bagi tim asuhan Nuno Espirito Santo tersebut dengan kalimat, "Ayo, kalian para Irons."
![Legenda Arsenal, Arsene Wenger buka suara soal mantan klubnya yang sukses melaju ke final Liga Champions setelah menyingkirkan Atletico Madrid. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/06/18744-arsenal.jpg)
Sikap ini merujuk pada jadwal krusial di mana Arsenal dijadwalkan bertandang ke markas West Ham pada hari Minggu mendatang.
Guardiola mengakui bahwa melawan Arsenal musim ini adalah tantangan yang sangat berat mengingat performa konsisten tim Meriam London.
"Kami sedang bertarung dengan tim yang berada di final Liga Champions tanpa menelan kekalahan dan telah memuncaki liga hampir sepanjang musim," ujar pelatih asal Spanyol tersebut.
Strategi Manchester City saat ini adalah memenangkan seluruh laga sisa sambil menanti momentum terpelesetnya rival utama mereka di puncak.
Guardiola menekankan bahwa gairah bersaing di level tertinggi adalah hal yang sangat ia nikmati meski situasinya sangat kompetitif.
"Ini tidak ada di tangan kami sekarang jadi itu tergantung pada mereka yang kehilangan poin. Saya menyukainya. Saya senang berada di sini [dalam perburuan gelar] lagi," tegas Guardiola.
Setelah berhasil melewati hadangan Brentford, tantangan berikutnya bagi The Citizens adalah menghadapi Crystal Palace, Bournemouth, dan Aston Villa.
Manajemen rotasi pemain dan kebugaran fisik menjadi kunci utama mengingat City juga masih harus fokus pada partai final Piala FA.