-
FIFA Young Player Award menjadi incaran pemain di bawah 21 tahun pada Piala Dunia 2026.
-
Kylian Mbappe dan Enzo Fernandez adalah bukti sukses pemain muda yang membawa negaranya juara.
-
Format 48 tim di Amerika Utara akan memperketat persaingan talenta muda dari berbagai benua.
Suara.com - Perebutan gelar FIFA Young Player Award atau pemain muda terbaik Piala Dunia 2026 kini menjadi panggung pembuktian paling krusial. Trofi ini bukan sekadar apresiasi individu, melainkan validasi status bintang masa depan di hadapan miliaran pasang mata.
Ekspansi format menjadi 48 tim pada edisi 2026 diprediksi akan mengubah peta persaingan perebutan gelar bergengsi ini. Kehadiran lebih banyak negara memberikan ruang bagi bakat tersembunyi untuk merusak dominasi pemain dari liga top Eropa.
Dikutip dari ESPN, syarat utama peraih gelar ini adalah pemain wajib berusia maksimal 21 tahun saat kalender turnamen dimulai. Regulasi ketat ini memaksa setiap federasi untuk berani menurunkan pemain hijau di bawah tekanan kompetisi paling tinggi.

Kylian Mbappe pernah mengguncang sejarah saat membawa Prancis juara di usia yang masih sangat belia, yakni 19 tahun. Ia tercatat sebagai remaja pertama yang mencetak gol di final sejak legenda sepak bola Brasil, Pele, melakukannya.
Gelandang enerjik ini mencetak satu gol dalam tujuh laga dan sukses mengantarkan negaranya merengkuh trofi juara dunia. Keberhasilan Fernandez mengikuti jejak pendahulunya yang seringkali menjadi pilar penting bagi kesuksesan tim nasional mereka.
Statistik menunjukkan bahwa pemain muda terbaik biasanya berkontribusi besar membawa timnya minimal mencapai babak semifinal turnamen. Sebelum era Fernandez, Paul Pogba lebih dulu mengamankan gelar serupa saat memperkuat tim nasional Prancis pada tahun 2014.
![Gelandang Juventus, Paul Pogba. [Marco BERTORELLO / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/05/15/96354-paul-pogba-juventus.jpg)
Jerman juga pernah mendominasi penghargaan ini melalui talenta luar biasa seperti Thomas Muller dan penyerang Lukas Podolski.
Muller bahkan tampil sangat produktif dengan koleksi lima gol saat usianya baru menginjak angka 20 tahun.
"Pada 2010, Thomas Muller mencetak lima gol dan tiga assist dalam enam penampilan untuk membantu Jerman meraih posisi ketiga,".
Data ini mempertegas bahwa usia muda bukan penghalang bagi seorang pemain untuk menjadi predator di kotak penalti lawan.
Tantangan Baru di Piala Dunia 2026
Format baru yang melibatkan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menyajikan tantangan fisik yang jauh lebih berat. Jadwal yang dimulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 menuntut konsistensi tinggi dari para pemain di bawah 21 tahun.
Penambahan jumlah peserta menjadi 48 tim dipastikan membuat persaingan meraih gelar individu menjadi semakin tidak terprediksi.
Banyak pihak menanti apakah akan muncul remaja lain yang mampu menyamai pencapaian empat gol Mbappe di Rusia. Panggung dunia kini bersiap menyambut lahirnya ikon baru yang akan memimpin generasi sepak bola di masa depan.
Berikut adalah daftar pemain yang telah memenangkan Penghargaan Pemain Muda Terbaik FIFA di 5 edisi terakhir Piala Dunia FIFA:
2022 : Enzo Fernandez ( Argentina )
berusia 21 tahun
Satu gol dalam tujuh penampilan (563 menit)
Membantu Argentina memenangkan turnamen tersebut
2018 : Kylian Mbappé (Prancis)
berusia 19 tahun
Empat gol dalam tujuh penampilan (534 menit)
Membantu Prancis memenangkan turnamen tersebut
2014 : Paul Pogba (Prancis)
berusia 21 tahun
Satu gol dan satu assist dalam lima penampilan (354 menit)
Membantu Prancis mencapai perempat final
2010 : Thomas Müller ( Jerman )
berusia 20 tahun
Lima gol dan tiga assist dalam enam penampilan (473 menit)
Membantu Jerman finis di posisi ketiga
2006 : Lukas Podolski (Jerman)
berusia 21 tahun
Tiga gol dalam tujuh penampilan (636 menit)
Membantu Jerman finis di posisi ketiga
Penghargaan Pemain Muda Terbaik FIFA secara resmi mulai diberikan sejak tahun 2006 untuk mengapresiasi bakat di bawah 21 tahun. Penghargaan ini menjadi indikator penting dalam bursa transfer pemain dunia karena pemenangnya hampir selalu menjadi target utama klub-klub raksasa Eropa.
Sejarah mencatat bahwa turnamen ini merupakan batu loncatan terbesar bagi pemain untuk mengubah status dari pemain potensial menjadi megabintang global.