Terpuruk Hingga Bangkit, Cerita Timnas Bosnia dan Herzegovina Comeback ke Piala Dunia 2026

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:21 WIB
Terpuruk Hingga Bangkit, Cerita Timnas Bosnia dan Herzegovina Comeback ke Piala Dunia 2026
Timnas Bosnia dan Herzegovina berhasil mengakhiri penantian panjang selama dua belas tahun untuk kembali bersaing di pentas Piala Dunia. (FIFA)
baca 10 detik
  • Bosnia dan Herzegovina kembali ke Piala Dunia setelah menyingkirkan Italia lewat adu penalti.

  • Karakter kuat dan kepemimpinan Edin Dzeko menjadi kunci utama kesuksesan tim nasional Bosnia.

  • Pelatih Sergej Barbarez optimis timnya mampu menyulitkan lawan-lawan besar di Grup B nanti.

Suara.com - Timnas Bosnia dan Herzegovina berhasil mengakhiri penantian panjang selama dua belas tahun untuk kembali bersaing di pentas Piala Dunia 2026. Keberhasilan ini diraih setelah mereka menumbangkan raksasa sepak bola Italia dalam pertandingan krusial yang penuh ketegangan.

Kemenangan dramatis ini tidak hanya sekadar hasil pertandingan, melainkan bukti nyata ketangguhan mental para pemain di lapangan. Seluruh elemen tim menunjukkan dedikasi luar biasa demi mewujudkan impian jutaan rakyat di semenanjung Balkan.

Stadion di Zenica menjadi saksi bisu saat Haris Tabakovic mencetak gol penyeimbang pada menit ke-79 yang memaksa laga berlanjut. Ketajaman strategi dan ketenangan saat adu penalti akhirnya memastikan langkah mereka menuju turnamen sepak bola paling bergengsi.

Simak profil lengkap Timnas Bosnia dan Herzegovina, kekuatan Zmajevi, taktik Sergej Barbarez, hingga peran vital Edin Dzeko dalam memburu sejarah baru di kancah dunia. (FIFA)
Simak profil lengkap Timnas Bosnia dan Herzegovina, kekuatan Zmajevi, taktik Sergej Barbarez, hingga peran vital Edin Dzeko dalam memburu sejarah baru di kancah dunia. (FIFA)

"Mustahil untuk merangkai kata-kata atas apa yang kami alami," ujar bintang Stuttgart, Ermedin Demirovic kepada FIFA.

"Kami telah menanti momen ini sejak kami masih anak-anak. Impian terbesar kami akhirnya menjadi kenyataan," tambahnya.

Keberhasilan generasi saat ini tidak lepas dari pengaruh besar sosok penyerang legendaris sekaligus pemimpin tim, Edin Dzeko. Bagi para pemain muda, sosok Dzeko adalah kompas yang memberikan arah serta motivasi untuk terus berjuang tanpa mengenal lelah.

Simak profil lengkap Timnas Bosnia dan Herzegovina, kekuatan Zmajevi, taktik Sergej Barbarez, hingga peran vital Edin Dzeko dalam memburu sejarah baru di kancah dunia. (FIFA)
Simak profil lengkap Timnas Bosnia dan Herzegovina, kekuatan Zmajevi, taktik Sergej Barbarez, hingga peran vital Edin Dzeko dalam memburu sejarah baru di kancah dunia. (FIFA)

Demirovic mengakui bahwa keberhasilan mengamankan tiket ke putaran final ini juga dipersembahkan khusus untuk sang idola veteran tersebut. Pengalaman Dzeko di klub-klub besar Eropa memberikan fondasi mental yang sangat kuat bagi rekan-rekan setimnya yang lebih muda.

“Kualifikasi ini untuknya juga. Dia selalu menjadi idola saya – saya selalu bermimpi bermain bersamanya, belajar darinya, dan mencoba mengikuti jejaknya,” kata Demirovic dengan penuh rasa hormat.

Dzeko memberikan pengaruh signifikan melalui etos kerjanya yang luar biasa serta mentalitas pantang menyerah yang kini menular ke seluruh skuad. Keberadaan sosok senior di dalam tim menjadi kunci keseimbangan antara semangat pemain muda dan ketenangan pemain berpengalaman.

baca juga

“Dia mengajari saya untuk tidak pernah menyerah; tidak peduli apakah saya melakukan kesalahan atau mencetak gol, dia selalu menyuruh saya untuk terus maju. Itu hal yang paling penting,” tegas penyerang Stuttgart tersebut.

Pelatih kepala Sergej Barbarez kini mulai mengalihkan fokus untuk mempersiapkan tim menghadapi persaingan ketat di babak penyisihan grup. Bosnia dan Herzegovina dijadwalkan akan memulai perjalanan mereka dengan menghadapi tuan rumah Kanada, disusul Swiss serta Qatar.

Barbarez sangat percaya diri bahwa komposisi skuadnya saat ini mampu memberikan perlawanan sengit kepada tim mana pun di dunia. Hasil impresif di babak kualifikasi menjadi modal berharga bagi tim berjuluk The Dragons untuk melangkah lebih jauh.

“Pertama-tama, kami akan menunjukkan siapa kami,” tegas Barbarez menanggapi tantangan di Grup B mendatang.

“Hasilnya berbicara sendiri – kami akan menyulitkan setiap lawan. Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa bersaing dengan yang terbaik,” lanjut sang juru taktik.

Ketenangan Barbarez dalam memimpin tim dari pinggir lapangan terbukti menjadi pembeda, terutama saat menghadapi situasi adu penalti yang menegangkan. Ia memiliki kepercayaan penuh bahwa karakter anak asuhnya telah terbentuk melalui ujian-ujian berat selama babak penyisihan.

“Ini menunjukkan tim ini memiliki karakter dan rasa bangga dalam mewakili negara kami – itu adalah tujuan utama saya,” pungkasnya.

Keseimbangan antara talenta muda yang menjanjikan dan pemain berpengalaman menjadi senjata utama Bosnia dan Herzegovina untuk menjadi kuda hitam. Mereka tidak datang ke turnamen hanya sebagai pelengkap, melainkan membawa ambisi untuk mencatatkan sejarah baru bagi negaranya.

Demirovic menegaskan bahwa potensi tim saat ini masih sangat besar dan mereka belum mencapai puncak kemampuan terbaik mereka di lapangan. Semangat kebersamaan yang solid membuat setiap pemain merasa mampu melakukan hal-hal besar di turnamen utama nanti.

“Langit adalah batas bagi tim ini; kami memiliki skuad yang kuat dan kami sedang menuju turnamen besar,” tutur Demirovic penuh optimisme.

Banyak pengamat sepak bola kini mulai memperhitungkan kekuatan Bosnia dan Herzegovina sebagai tim yang berpotensi mengejutkan di Amerika Utara. Daya juang yang mereka tunjukkan selama babak play-off adalah sinyal bahaya bagi tim-tim besar lainnya di Grup B.

Dengan kombinasi kualitas teknis dan mental baja, Bosnia dan Herzegovina siap membuktikan bahwa mereka layak berada di jajaran elit. Kehadiran mereka di Piala Dunia diharapkan mampu membangkitkan gairah sepak bola nasional yang sempat meredup selama satu dekade terakhir.

Bosnia dan Herzegovina sebelumnya hanya pernah mencicipi atmosfer Piala Dunia pada edisi 2014 yang diselenggarakan di Brasil. Setelah absen cukup lama, tim asuhan Sergej Barbarez bangkit melalui jalur play-off UEFA yang sangat kompetitif.

Perjalanan mereka dipenuhi drama, termasuk saat mengalahkan Wales dan Italia melalui babak adu penalti yang sangat krusial. Keberhasilan ini menandai kebangkitan generasi baru sepak bola Bosnia yang siap meneruskan estafet kepemimpinan dari era Miralem Pjanic dan Edin Dzeko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prediksi Starting XI Argentina di Piala Dunia 2026: Garang di Depan, Rapuh di Lini Belakang

Prediksi Starting XI Argentina di Piala Dunia 2026: Garang di Depan, Rapuh di Lini Belakang

Bola | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:13 WIB

Piala Dunia 2026 Belum Kick-off, Timnas Brasil Perpanjang Kontrak Carlo Ancelotti hingga 2030!

Piala Dunia 2026 Belum Kick-off, Timnas Brasil Perpanjang Kontrak Carlo Ancelotti hingga 2030!

Bola | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:22 WIB

Timnas Prancis Umumkan Skuad Piala Dunia 2026: Bawa Trio Maut Mbappe, Olise, Dembele!

Timnas Prancis Umumkan Skuad Piala Dunia 2026: Bawa Trio Maut Mbappe, Olise, Dembele!

Bola | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:07 WIB

Terkini

Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026

Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 15:55 WIB

Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final

Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 15:37 WIB

Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026

Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 15:30 WIB

Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina

Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 15:23 WIB

Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar

Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 15:17 WIB

Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi

Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 14:52 WIB

4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa

4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 13:55 WIB

Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru

Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 13:17 WIB

Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan

Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 13:02 WIB

Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil

Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 12:55 WIB

×