-
Mbappe mengklaim diberitahu pelatih Arbeloa bahwa dirinya kini hanya menjadi penyerang pilihan keempat.
-
Pelatih Alvaro Arbeloa membantah pernyataan Mbappe dan menegaskan keputusan bermain murni kebijakan teknis.
-
Fans Real Madrid menyoraki Mbappe karena kecewa terhadap komitmen dan performanya musim ini.
Mbappe sendiri menyadari bahwa ia tidak bisa memaksakan cinta dari para penggemar di tengah performa tim yang sedang merosot tajam. Ia menganggap kritikan tersebut sebagai bagian dari beban besar yang harus dipikul oleh pemain bintang di klub sebesar Real Madrid.
"Ini adalah hidup," kata Mbappe menanggapi sorakan penonton.
"Anda tidak bisa mengubah pikiran orang ketika mereka marah. Saya tidak boleh memasukkannya ke dalam hati. Ini adalah kehidupan pemain Real Madrid, dan pemain terkenal seperti saya... Mereka tidak senang. Itulah satu-satunya cara untuk memahami siulan tersebut."
Real Madrid dipastikan menutup musim ini dengan tangan hampa setelah gagal meraih trofi mayor selama dua tahun berturut-turut.
Kekosongan prestasi ini juga diiringi dengan pergantian kursi pelatih dari Xabi Alonso ke Alvaro Arbeloa di tengah kompetisi.
"Kami memulai musim dengan baik. Kemudian kami kehilangan segalanya di paruh kedua musim," ungkap Mbappe mengenai kemerosotan tim.
"Ini sangat menyakitkan. Saya merasa kami memiliki gaya permainan, struktur, dan kami kehilangannya. Saya memiliki hubungan yang baik dengan Xabi. Semua orang tahu apa yang saya pikirkan tentang dia. Tapi kita harus menatap ke depan tentang apa yang bisa kita perbaiki dan lakukan dengan lebih baik."
Konflik ini meledak saat Real Madrid menang 2-0 atas Real Oviedo, yang merupakan laga kandang pertama setelah Barcelona resmi menjadi juara La Liga. Ketegangan internal ini terjadi di tengah rencana Presiden Florentino Perez untuk mengadakan pemilihan presiden baru serta kritik pedas media terhadap Mbappe yang sempat terlihat berlibur saat sedang dalam masa pemulihan cedera sebelum laga El Clasico.