-
Warren Zaire-Emery siap menjadi andalan baru lini tengah Timnas Prancis di Piala Dunia 2026.
-
Sang gelandang muda memiliki modal 12 trofi juara dan fleksibilitas taktik yang luar biasa.
-
Prancis akan memulai perjuangannya di fase grup melawan Senegal pada tanggal 16 Juni.
Suara.com - Gelandang muda Paris Saint-Germain, Warren Zaire-Emery, diproyeksikan menjadi pilar vital Timnas Prancis pada Piala Dunia 2026. Pemain berusia 20 tahun ini membawa modal kematangan mental dan deretan trofi bergengsi ke Amerika Utara.
Zaire-Emery bukan lagi sekadar talenta muda yang duduk di bangku cadangan seperti pada Piala Eropa 2024 lalu. Fleksibilitas posisi serta ketahanan fisik yang luar biasa membuatnya siap mengunci satu tempat di lini tengah Les Bleus.
Diulas FIFA, kehadirannya memberikan dimensi baru bagi strategi permainan yang diterapkan oleh pelatih Didier Deschamps. Sang pemain kini membidik laga pembuka fase grup melawan Senegal sebagai pembuktian awal kualitasnya.
![Pelatih Arsenal dan Manchester City, Mikel Arteta dan Pep Guardiola, dikabarkan terlibat dalam duel sengit untuk memperebutkan Warren Zaire-Emery, gelandang muda berbakat milik Paris Saint-Germain (PSG). [Instagram @wzairemery6]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/06/77564-warren-zaire-emery.jpg)
Di usianya yang baru menyentuh dua dekade, Zaire-Emery sudah mengoleksi 12 gelar juara di level klub. Pencapaian tersebut termasuk trofi Liga Champions Eropa musim 2025 dan Piala Interkontinental FIFA bersama PSG.
Konsistensi performanya terbukti lewat catatan bermain yang menyentuh angka 4.200 menit dari 50 pertandingan musim ini. Ia mampu tampil sama baiknya saat dipasang sebagai jenderal lapangan tengah maupun bek kanan.
Kemampuan adaptasi yang tinggi serta etos kerja keras di lapangan menjadi nilai plus bagi pemain kelahiran 2006 ini. Kualitas tersebut yang membuat dirinya mencatatkan debut internasional senior pada usia yang sangat belia.

Mantan rekan setimnya, Kylian Mbappe, melemparkan pujian tinggi terhadap perkembangan pesat yang ditunjukkan oleh sang gelandang.
"Dia adalah kasus yang menarik. Sudah ada kematangan yang nyata dalam dirinya, dan dia bermain dengan karakter yang kuat," ujarnya.
Saat debut melawan Gibraltar pada November 2023, ia langsung memecahkan rekor sebagai pemain termuda Prancis sejak 1914. Catatan bersejarah tersebut disempurnakannya dengan sumbangan satu gol pada pertandingan yang berakhir dengan skor 14-0.
Pelatih PSG, Luis Enrique, juga mengaku sangat beruntung memiliki pemain serba bisa dengan atribut fisik dan teknik yang lengkap.
"Kami sangat beruntung memiliki pemain seperti dia. Dia bisa bermain di mana saja. Dia punya atribut teknis dan fisik yang hebat. Dia adalah impian bagi setiap pelatih," kata Enrique.
Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, mengakui bahwa persaingan memperebutkan posisi utama di skuad asuhannya sangat ketat.
"Beberapa pemain mencapai kematangan di usia 18 tahun, sementara beberapa lainnya baru matang di usia 30 tahun. Dia memiliki segalanya yang dibutuhkan untuk mencapai level tertinggi. Ada persaingan ketat untuk memperebutkan posisi di tempatnya, tetapi di tingkat klub, dia telah menunjukkan potensi yang sangat besar untuk pemain semuda itu," tutur Deschamps.
Meskipun persaingan internal sangat tinggi, Zaire-Emery berhasil menarik perhatian lewat performa impresifnya pada laga uji coba. Salah satu penampilan terbaiknya tersaji saat membawa Prancis menumbangkan Kolombia 3-1 di Amerika Serikat.
Bakat besar sang pemain sebenarnya sudah tercium sejak lama oleh mantan juru taktik Paris Saint-Germain, Christophe Galtier. Galtier terkesan dengan ketenangan sang gelandang yang saat itu masih berusia 16 tahun namun bermain layaknya veteran.