-
Erling Haaland menegaskan Manchester City tetap menargetkan semua trofi meski tanpa Pep Guardiola.
-
Perayaan gelar juara domestik sekaligus menjadi momen perpisahan emosional bagi sejumlah legenda utama klub.
-
Manajemen bergerak cepat mengamankan stabilitas tim lewat pembaruan kontrak pemain kunci demi menjaga dominasi.
Suara.com - Manchester City menegaskan kesiapan mereka untuk menjaga dominasi sepak bola Liga Inggris meski harus kehilangan arsitek kesuksesan terbesar mereka.
Striker andalan Erling Haaland menjamin bahwa ambisi raksasa Manchester tersebut tidak akan surut demi mempertahankan status sebagai penguasa gelar.
Kepergian sang manajer tidak dipandang sebagai akhir dari sebuah era, melainkan momentum pembuktian stabilitas klub.

The Citizens kini ditantang untuk membuktikan bahwa sistem pemenang yang mereka miliki jauh lebih besar daripada sekadar figur individu.
Haaland menjadi figur sentral yang menolak narasi kemunduran klub dan siap memimpin gelombang perlawanan baru di atas lapangan.
"Ini adalah musim yang penuh pasang surut tetapi kami akan mencoba untuk terus mendesak dan mencoba berjuang untuk memenangkan trofi terbesar yang kami bisa," kata Haaland dikutip dari ESPN.
![Pecahkan Rekor 100 Gol, Erling Haaland: Kalau Saya Mandul, Kritik Saya [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/03/94286-erling-haaland.jpg)
"Itulah yang ingin kami menangkan dan kami berjuang untuk memenangkan segalanya lagi. Merupakan suatu kehormatan bisa bermain bersama Bernardo dan John, dan tentu saja untuk Pep."
"Ini telah menjadi perjalanan yang luar biasa tetapi kami harus tetap mendorong dan berjuang bahkan tanpa mereka. Sekarang saatnya merayakan mereka dan they are truly legends of the club."
Sumpah setia sang penyerang asal Norwegia tersebut sekaligus menandai fase transisi besar-besaran yang sedang melanda internal klub.
Bukan hanya sang juru taktik yang menyudahi masa baktinya, melainkan juga beberapa pilar senior yang selama ini menjadi tulang punggung tim.
Panggung penghormatan terakhir di Co-op Live menjadi momen emosional bagi belasan ribu suporter yang hadir melepas kepergian para pahlawan mereka.
Kendati dipenuhi atmosfer perpisahan, manajemen klub langsung membalasnya dengan kepastian kontrak baru dari sektor tim wanita guna menjaga kestabilan prestasi.
Langkah strategis penguncian durasi kerja bomber andalan tim wanita, Khadija Shaw, menjadi sinyal kuat bahwa ambisi juara City tetap menyeluruh di semua lini.
Guardiola sendiri tidak mampu menyembunyikan rasa emosionalnya saat berdiri di panggung yang dikelilingi oleh puluhan trofi simbol supremasi.
"Terima kasih banyak telah datang ke sini malam ini untuk mengucapkan selamat tinggal. Saya telah merasakan hubungan yang [dimiliki] klub ini sejak menit pertama," kata Guardiola.