- PSG berpeluang mencetak sejarah dengan mempertahankan gelar Liga Champions saat menghadapi Arsenal di Budapest, 30 Mei 2026.
- Kemenangan tersebut akan menjadikan PSG klub kedua di era modern yang mampu mempertahankan gelar juara Liga Champions.
- Sejarah mencatat delapan klub sebelumnya pernah meraih gelar beruntun dalam kompetisi elite Eropa sejak era European Cup.
Suara.com - PSG berpeluang mencetak sejarah besar saat menghadapi Arsenal di final Liga Champions 2026.
Jika menang di Budapest pada 30 Mei 2026, PSG akan menjadi klub kedua yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions sejak era modern.
PSG sebelumnya meraih gelar Liga Champions pertama mereka musim lalu usai menghancurkan Inter Milan 5-0 di final.
Kini, pasukan Luis Enrique memburu prestasi langka yang terakhir kali dicapai Real Madrid pada 2018.
Sejak format Liga Champions diperkenalkan pada 1992, hanya Real Madrid yang mampu menjadi juara tiga musim beruntun pada 2016, 2017, dan 2018.
Dominasi itu dipimpin Zinedine Zidane dengan Cristiano Ronaldo sebagai bintang utama.
Namun jika menghitung era European Cup sebelum berganti nama menjadi Liga Champions, total ada delapan klub yang pernah meraih gelar beruntun di kompetisi elite Eropa tersebut.
![Final Liga Champions 2026 antara Arsenal vs PSG diprediksi berlangsung sengit. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/28/97086-psg.jpg)
Real Madrid menjadi klub paling dominan dalam sejarah turnamen ini.
Los Blancos bahkan pernah memenangkan lima gelar beruntun dari 1956 hingga 1960.
Era keemasan Madrid kala itu dipimpin Alfredo Di Stefano dan Ferenc Puskas.
Salah satu final paling legendaris terjadi pada 1960 ketika Madrid menghancurkan Eintracht Frankfurt 7-3.
Setelah dominasi Madrid, Benfica menjadi klub pertama yang berhasil mematahkan kekuasaan raksasa Spanyol tersebut.
Klub Portugal itu menjuarai European Cup pada 1961 dan 1962 lewat generasi emas yang dipimpin Eusebio.
Inter Milan kemudian mengikuti jejak Benfica dengan gelar beruntun pada 1964 dan 1965.
Klub Italia itu menundukkan Real Madrid dan Benfica di final untuk menegaskan dominasi mereka di Eropa.
Awal 1970-an menjadi milik Ajax Amsterdam.
Dipimpin Johan Cruyff, klub Belanda tersebut memenangkan tiga gelar beruntun pada 1971, 1972, dan 1973.
Dominasi Ajax lalu diteruskan Bayern Munchen yang juga merebut tiga trofi berturut-turut dari 1974 hingga 1976.
Nama besar seperti Franz Beckenbauer dan Gerd Muller menjadi kunci kejayaan klub Jerman tersebut.
Inggris kemudian melahirkan dua klub berbeda yang sukses mempertahankan gelar.
Liverpool juara pada 1977 dan 1978, disusul Nottingham Forest yang mencetak kejutan besar dengan trofi beruntun pada 1979 dan 1980.
AC Milan menjadi klub terakhir sebelum era modern yang berhasil back-to-back juara Eropa.
Rossoneri memenangkan trofi pada 1989 dan 1990 di bawah pelatih legendaris Arrigo Sacchi.
Kini PSG berpeluang masuk daftar elite tersebut.
Namun Arsenal siap menggagalkan ambisi klub Paris itu sekaligus memburu trofi Liga Champions pertama dalam sejarah mereka.