Analisis PSG vs Arsenal: Pressing Tinggi, Serang Sisi Kiri, dan Bertahan Mati-matian

Galih Prasetyo

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:00 WIB
Analisis PSG vs Arsenal: Pressing Tinggi, Serang Sisi Kiri, dan Bertahan Mati-matian
Final Liga Champions Arsenal vs PSG: Pressing Tinggi, Serang Sisi Kiri, dan Bertahan Mati-matian [Istimewa]
baca 10 detik
  • Arsenal akan menghadapi Paris Saint-Germain pada final Liga Champions 2025/2026 di Budapest untuk meraih trofi Eropa pertama.
  • Juara bertahan Paris Saint-Germain diunggulkan karena memiliki lini serang tajam serta rekor impresif di fase gugur kompetisi.
  • Arsenal berencana mengeksploitasi kelemahan pertahanan Paris Saint-Germain melalui strategi tekanan tinggi, situasi bola mati, dan serangan balik cepat.

Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Khvicha Kvaratskhelia tampil luar biasa sepanjang musim.

PSG hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai rekor Barcelona sebagai tim tersubur dalam satu musim Liga Champions dengan 45 gol.

Di semua kompetisi, mereka juga selalu mencetak gol dalam 27 pertandingan terakhir.

Chelsea, Liverpool, hingga Bayern Munchen sudah merasakan kedahsyatan serangan PSG dalam beberapa pekan terakhir.

Arsenal Disarankan Menekan Sejak Awal

Salah satu cara terbaik untuk melukai PSG adalah melakukan pressing tinggi sejak menit awal.

Strategi itu pernah sukses diterapkan Arsenal saat menghadapi Manchester City di Etihad Stadium.

Dalam laga tersebut, Arsenal mencatat 474 tekanan terhadap lawan, angka tertinggi mereka di Premier League musim ini.

Gol kemenangan lahir dari tekanan agresif Kai Havertz di area pertahanan City.

baca juga

Strategi serupa diyakini bisa efektif melawan PSG karena tim asuhan Luis Enrique cukup rentan melakukan kesalahan saat membangun serangan dari belakang.

PSG Sering Kehilangan Bola di Area Berbahaya

Data Liga Champions musim ini menunjukkan PSG menjadi salah satu tim dengan kesalahan terbanyak yang berujung peluang lawan.

Mereka tercatat melakukan 26 error yang menghasilkan tembakan dan enam di antaranya berujung gol.

PSG juga terlalu sering kehilangan bola dekat area pertahanan sendiri.

Dari seluruh peserta Liga Champions musim ini, hanya dua tim yang lebih sering kehilangan bola dalam radius 40 meter dari gawang dibanding PSG.

Fakta itu membuka peluang besar bagi Arsenal untuk mencuri gol lewat tekanan cepat.

Sisi Kanan PSG Bisa Jadi Titik Lemah

Arsenal juga diyakini akan mencoba menyerang lewat sisi kiri mereka.

Posisi tersebut dinilai sebagai area paling rentan dalam sistem permainan PSG.

Achraf Hakimi memang dikenal sebagai salah satu bek kanan terbaik dunia dalam menyerang.

Namun agresivitasnya sering meninggalkan ruang kosong di belakang yang bisa dimanfaatkan lawan.

Chelsea dan Tottenham pernah mencetak gol ke gawang PSG melalui skema serangan dari sisi tersebut.

Bahkan gol Luis Diaz untuk Bayern Munich lahir setelah Hakimi gagal menutup ruang di area pertahanannya.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, melontarkan pujian setinggi langit kepada pelatih Liverpool, Arne Slot, usai polemik yang melibatkan Gabriel Martinelli dan cedera serius bek The Reds, Conor Bradley.[Instagram Gabriel Martinelli]
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, melontarkan pujian setinggi langit kepada pelatih Liverpool, Arne Slot, usai polemik yang melibatkan Gabriel Martinelli dan cedera serius bek The Reds, Conor Bradley.[Instagram Gabriel Martinelli]

Gabriel Martinelli Bisa Jadi Senjata Rahasia

Kecepatan dan kemampuan duel satu lawan satu Gabriel Martinelli dinilai cocok untuk mengeksploitasi ruang di belakang Hakimi.

Winger asal Brasil itu berpotensi menjadi kartu penting Arsenal di final nanti.

Selama ini Leandro Trossard lebih sering dimainkan di sisi kiri.

Namun gaya bermain Martinelli yang lebih direct dianggap lebih berbahaya untuk menghadapi PSG.

Bola Mati Bisa Jadi Penentu

Selain pressing dan serangan sisi kiri, Arsenal juga punya senjata berbahaya lewat situasi bola mati.

The Gunners dikenal sebagai salah satu tim terbaik di Eropa dalam memanfaatkan set-piece.

PSG sendiri bukan tim yang benar-benar kuat dalam bertahan menghadapi situasi tersebut.

Di Ligue 1 musim ini, lebih dari 20 persen gol yang mereka kebobolan berasal dari bola mati.

Arsenal Harus Bertahan Mati-Matian

Meski PSG memiliki sejumlah kelemahan, Arsenal tetap harus tampil nyaris sempurna untuk bisa mengangkat trofi Liga Champions pertama mereka.

PSG punya kualitas untuk menghukum kesalahan sekecil apa pun.

Namun Arsenal juga memiliki cukup banyak senjata untuk mengejutkan juara bertahan dan menciptakan sejarah di Budapest.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Final Liga Champions PSG vs Arsenal: 10 Fakta Penting yang Wajib Diketahui

Final Liga Champions PSG vs Arsenal: 10 Fakta Penting yang Wajib Diketahui

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:07 WIB

Final Champions League: Benturan Ideologi Klasik Arsenal Lawan Gaya Futuristik Skuat PSG

Final Champions League: Benturan Ideologi Klasik Arsenal Lawan Gaya Futuristik Skuat PSG

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:05 WIB

Kontrak Mikel Arteta di Arsenal Segera Diperpanjang Usai Akhiri Puasa Gelar Liga Inggris

Kontrak Mikel Arteta di Arsenal Segera Diperpanjang Usai Akhiri Puasa Gelar Liga Inggris

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:06 WIB

Arsenal Diklaim Belum Puas dengan Viktor Gyokeres, Aktif Cari Striker di Bursa Transfer

Arsenal Diklaim Belum Puas dengan Viktor Gyokeres, Aktif Cari Striker di Bursa Transfer

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:39 WIB

Khvicha Kvaratskhelia Optimis PSG Bisa Pertahankan Gelar Liga Champions

Khvicha Kvaratskhelia Optimis PSG Bisa Pertahankan Gelar Liga Champions

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:17 WIB

Bekas Kota Komunis Bersiap Panen Cuan di Final Liga Champions Arsenal vs PSG

Bekas Kota Komunis Bersiap Panen Cuan di Final Liga Champions Arsenal vs PSG

Bola | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:55 WIB

Terkini

Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi

Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Gegara Investor Ambil Cuan, IHSG Melemah Tipis ke Level 6.518

Gegara Investor Ambil Cuan, IHSG Melemah Tipis ke Level 6.518

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Penampakan Halte Petamburan Usai Jadi Sasaran Vandalisme Massa Aksi 27 Agustus

Penampakan Halte Petamburan Usai Jadi Sasaran Vandalisme Massa Aksi 27 Agustus

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:44 WIB

Dari Lidi Sawit Jadi Cuan, Ketika Produk Sederhana Petani Indonesia Tembus Pasar Tiongkok

Dari Lidi Sawit Jadi Cuan, Ketika Produk Sederhana Petani Indonesia Tembus Pasar Tiongkok

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina

Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Polri Klaim Situasi Nasional Pasca Demo 27 Agustus Kondusif: Aktivitas Berjalan Normal

Polri Klaim Situasi Nasional Pasca Demo 27 Agustus Kondusif: Aktivitas Berjalan Normal

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Sempat Dikira Kondusif, Pramono Anung Kecewa Demo DPR Berujung Perusakan Fasilitas

Sempat Dikira Kondusif, Pramono Anung Kecewa Demo DPR Berujung Perusakan Fasilitas

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:36 WIB

Arti Tawon atau Lebah Membuat Sarang di Rumah Menurut Primbon

Arti Tawon atau Lebah Membuat Sarang di Rumah Menurut Primbon

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Demo Kondusif, Rupiah Berotot Hari Ini ke Level Rp17.693/USD

Demo Kondusif, Rupiah Berotot Hari Ini ke Level Rp17.693/USD

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:29 WIB

Tak Cuma Andalkan Mal, Digiplus Buka Free Standing Store Pertama untuk Kejar Pasar Gadget

Tak Cuma Andalkan Mal, Digiplus Buka Free Standing Store Pertama untuk Kejar Pasar Gadget

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:24 WIB

×