- Pelatih John Herdman menerapkan strategi akselerasi untuk mengembangkan talenta muda berbakat dalam proyek jangka panjang Timnas Indonesia.
- Mathew Baker dan Alfarezzi Buffon dipanggil mengikuti sesi latihan senior untuk merasakan atmosfer kompetisi level tertinggi.
- Pendekatan ini meniru keberhasilan Herdman saat mengorbitkan Jonathan David yang sukses menjadi pemain elit di Eropa.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memiliki rencana jangka panjang untuk mengembangkan talenta muda Indonesia. Salah satu pemain yang mendapat perhatian khusus adalah Mathew Baker yang dinilai memiliki potensi besar seperti Jonathan David.
Performa impresif Baker bersama Timnas Indonesia kelompok umur membuat namanya terus mencuri perhatian. Ia merupakan salah satu andalan Timnas Indonesia U-16 dan U-17 saat ditangani Nova Arianto.
Melihat perkembangan pesat yang ditunjukkan Baker, Herdman mulai memberinya kesempatan merasakan atmosfer Timnas Indonesia senior.
Meski belum resmi masuk skuad utama, pemain muda tersebut sudah dipanggil untuk mengikuti sesi latihan bersama para pemain senior.
Menurut John Herdman, langkah itu merupakan bagian dari strategi percepatan perkembangan pemain muda berbakat yang dimiliki Indonesia.
![John Herdman siapkan masterplan Timnas Indonesia jelang Piala Asia 2027. Evaluasi pemain lokal dan padukan dengan diaspora Eropa dalam enam bulan ke depan. [Dok. KitaGaruda]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/10/85579-john-herdman.jpg)
“Ya, Matthew Baker adalah pemain muda dengan prospek yang menarik. Bagian dari strategi kami adalah strategi akselerasi,” ungkap Herdman kepada awak media.
“Apa yang saya pelajari adalah ketika anda melihat pemain dengan potensi seperti itu, penting untuk melambungkan kariernya dengan cepat,” tambah dia.
Belajar dari Kesuksesan Jonathan David

Herdman percaya bahwa pengalaman berlatih dan bersaing di lingkungan sepak bola level tertinggi dapat mempercepat proses perkembangan seorang pemain.
Karena itu, ia tak ragu memberikan kesempatan kepada pemain muda yang dianggap memiliki kualitas dan mentalitas untuk berkembang lebih cepat.
Sebagai gambaran, pelatih asal Inggris tersebut mengingat pengalamannya ketika menangani Timnas Kanada.
Saat itu, ia mengambil keputusan berani dengan memberikan kesempatan kepada Jonathan David yang masih berusia 17 tahun untuk tampil bersama tim nasional senior.
“Kami mempercepat kariernya (David), kami memberinya peluang ketika mungkin ada pemain yang lebih tua yang bisa bermain,” kata Herdman.
Keputusan tersebut terbukti membuahkan hasil. Jonathan David kemudian berkembang menjadi salah satu pemain terbaik Kanada dan berhasil berkarier di kompetisi elite Eropa.
“Dan David menjalani Gold Cup dengan memenangi pemain terbaik turnamen, golden boot. Setelah itu, dia bermain di level tertinggi liga Prancis,” lanjut pelatih kelahiran Inggris tersebut.
Mathew Baker dan Buffon Masuk Proyek Jangka Panjang
Kini, Herdman ingin menerapkan pendekatan serupa untuk membantu perkembangan generasi muda Timnas Indonesia.
Selain Mathew Baker, ia juga menyoroti potensi yang dimiliki Alfarezzi Buffon sebagai pemain yang layak mendapatkan kesempatan berkembang lebih cepat.
“Jadi, inilah cara yang saya yakini dapat membantu pemain muda kita, seperti (Alfarezzi) Buffon dan Mathew Baker, untuk mengekspos mereka ke timnas dan harapannya bisa bergerak lebih cepat ke level berikutnya jika mereka memiliki kemampuan tersebut,” pungkasnya.