-
Thomas Tuchel sangat optimistis Timnas Inggris mampu menjuarai Piala Dunia karena kualitas skuad yang solid.
-
Timnas Inggris menggunakan teknologi sains olahraga mutakhir untuk mengantisipasi cuaca panas ekstrem Amerika Utara.
-
Beberapa pemain kunci mendapatkan libur tambahan demi memulihkan kebugaran fisik sebelum turnamen dimulai.
Suara.com - Juru taktik Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menegaskan kesiapan penuh timnya untuk mengakhiri puasa gelar dan mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
Keyakinan ini didasarkan pada komitmen mendalam para pemain serta kesiapan taktis yang telah disusun matang oleh tim kepelatihan.
"Ketika saya terhubung kembali dengan pertandingan dan membangun sesi latihan serta pertemuan kami untuk menghubungkan kembali tim di Florida dengan apa yang telah kami bangun, saya melihat banyak kualitas," ujar Tuchel kepada Sky Sports News sebelum bertolak ke Amerika Serikat.
![Pelatih Bayern Munich, Thomas Tuchel dikabarkan masuk bursa pelatih baru Manchester United. [JOHN MACDOUGALL / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/30/95177-thomas-tuchel-to-manchester-united.jpg)
"Hal itu secara instan memberi saya keyakinan penuh dan kegembiraan bahwa kami bisa melangkah jauh," lanjutnya.
Mantan pelatih Chelsea tersebut mengungkapkan bahwa komunikasi intensif dengan skuadnya menunjukkan ikatan emosional yang sangat kuat. Bahkan, pemain yang tidak masuk dalam daftar panggil tetap memberikan dukungan moral yang luar biasa untuk keharmonisan tim.
"Kemudian hal-hal seperti panggilan telepon yang sulit, panggilan telepon besar, panggilan telepon positif, dan reaksi para pemain, itu memberi tahu Anda bahwa kami sudah memiliki koneksi."
"Itu memberi tahu saya bahwa para pemain peduli dan mereka sangat peduli. Kami mendapat reaksi yang indah dan menyentuh, bahkan dari para pemain yang tidak dipanggil dan mereka mendoakan yang terbaik untuk kami. Cara mereka bereaksi memberi tahu saya bahwa kami berada di jalur yang benar dan itu membuat saya secara pribadi bersemangat untuk berada dekat."
![Pelatih Bayern Munich, Thomas Tuchel menghadiri konferensi pers jelang laga 16 besar Liga Champions kontra Lazio di Munich, Jerman. [ALEXANDRA BEIER / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/03/05/24947-thomas-tuchel-fc-bayern.jpg)
"Saya tidak sabar untuk naik ke pesawat, melihat ke belakang bahu saya, akhirnya memiliki tim di belakang saya dan tiba di Florida serta melakukan apa yang paling saya cintai, yaitu menjadi pelatih."
Sebanyak 21 dari 26 pemain yang dipanggil kini berkumpul di West Palm Beach, Miami, untuk menjalani pemusatan latihan adaptasi cuaca panas selama sepuluh hari.
Langkah ini menjadi krusial mengingat turnamen akan berlangsung di bawah sengatan suhu tinggi Amerika Utara yang bisa mencapai nyaris 40 derajat Celsius.
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak main-main dalam mempersiapkan fisik para pemain Tiga Singa. Mereka melibatkan sport scientist untuk memetakan daya tahan tubuh setiap individu melalui simulasi ruang termal khusus di Barcelona tahun lalu.
Dalam uji coba tersebut, para pemain mengonsumsi tablet biometrik untuk memantau fluktuasi suhu internal tubuh saat beraktivitas berat hingga batas melelahkan.
Data ini krusial bagi tim medis dalam menyusun strategi pemulihan cepat (recovery) di tengah kelembapan udara yang diperkirakan menyentuh angka 75 persen.
Tuchel menyadari tantangan non-teknis ini berpotensi menguras fisik para pemainnya yang baru saja menyelesaikan kompetisi domestik yang padat. Kendati demikian, ia menolak menjadikannya sebagai alasan jika timnya gagal memenuhi target.
"Kondisinya bukan musuh terbesar kami, tetapi itu tidak menguntungkan kami setelah musim yang panjang dan sangat menuntut bagi para pemain kami," kata Tuchel.