Rekor yang Tak Pecah 72 Tahun! Skor 7-5 Akankah Terulang di Piala Dunia 2026?

Galih Prasetyo

Selasa, 02 Juni 2026 | 22:19 WIB
Rekor yang Tak Pecah 72 Tahun! Skor 7-5 Akankah Terulang di Piala Dunia 2026?
Piala Dunia selalu menghadirkan pertandingan bersejarah, tetapi hanya sedikit laga yang mampu menandingi kegilaan duel Austria kontra Swiss pada 1954. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Pertandingan Austria melawan Swiss pada 26 Juni 1954 di Lausanne mencatat rekor gol terbanyak yakni 12 gol.
  • Duel bersejarah tersebut berakhir dengan skor 7-5 dan menampilkan hattrick dari Josef Hügi serta Theodor Wagner.
  • Laga ini berlangsung dalam suhu ekstrem 40 derajat Celsius yang dikenal sebagai Pertempuran Panas di Lausanne.

Suara.com - Piala Dunia selalu menghadirkan pertandingan bersejarah, tetapi hanya sedikit laga yang mampu menandingi kegilaan duel Austria kontra Swiss pada 1954.

Pertandingan perempat final yang berakhir 7-5 untuk kemenangan Austria itu hingga kini masih tercatat sebagai laga dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.

Sebanyak 12 gol tercipta dalam pertandingan yang digelar di Lausanne, Swiss, pada 26 Juni 1954.

Rekor tersebut belum mampu dipecahkan selama lebih dari tujuh dekade penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Laga tersebut dimainkan dalam suhu ekstrem mencapai 40 derajat Celsius.

Kondisi cuaca yang tidak biasa untuk Swiss membuat pertandingan itu dijuluki Hitzeschlacht von Lausanne atau Pertempuran Panas di Lausanne.

Menariknya, sebelum laga berlangsung, tidak banyak yang memperkirakan akan terjadi hujan gol.

Austria lolos dari fase grup tanpa kebobolan, sementara Swiss hanya mampu mencetak dua gol sepanjang babak penyisihan.

Piala Dunia selalu menghadirkan pertandingan bersejarah, tetapi hanya sedikit laga yang mampu menandingi kegilaan duel Austria kontra Swiss pada 1954. [Istimewa]
Piala Dunia selalu menghadirkan pertandingan bersejarah, tetapi hanya sedikit laga yang mampu menandingi kegilaan duel Austria kontra Swiss pada 1954. [Istimewa]

Namun kenyataan di lapangan justru berbeda. Penyerang Swiss Josef Hügi dan striker Austria Theodor Wagner sama-sama mencetak hattrick dalam pertandingan tersebut.

Hingga kini, duel Austria melawan Swiss menjadi satu-satunya pertandingan Piala Dunia yang memperlihatkan dua pemain dari tim berbeda mencetak hattrick dalam waktu normal.

Gol ketujuh Austria yang dicetak Erich Probst pada menit ke-76 menjadi gol terakhir pertandingan.

Dengan cuaca panas menyengat dan belum adanya aturan pergantian pemain saat itu, intensitas laga menurun drastis pada menit-menit akhir.

Brasil vs Polandia, Awal Mula Laga Gila di Piala Dunia

Sebelum rekor Austria dan Swiss lahir, pertandingan Brasil melawan Polandia pada Piala Dunia 1938 menjadi laga dengan skor tertinggi.

Brasil menang tipis 6-5 dalam duel dramatis yang juga menghadirkan dua pencetak hattrick.

Ernst Wilimowski mencetak empat gol untuk Polandia, sedangkan Leônidas menyumbang tiga gol bagi Brasil.

Wilimowski bahkan masih memegang rekor sebagai pemain termuda yang mampu mencetak lebih dari tiga gol dalam satu pertandingan Piala Dunia. Saat itu usianya baru 21 tahun 347 hari.

Hungaria dan Mesin Gol yang Menakutkan

Hungaria juga beberapa kali masuk dalam daftar pertandingan dengan skor terbesar di Piala Dunia.

Pada 1954, tim berjuluk Mighty Magyars menghancurkan Jerman Barat dengan skor 8-3 di fase grup.

Penyerang legendaris Sandor Kocsis mencetak empat gol dalam laga tersebut.

Meski tampil dominan sepanjang turnamen, Hungaria gagal mengangkat trofi setelah secara mengejutkan kalah 2-3 dari Jerman Barat di final.

Empat dekade kemudian, Hungaria kembali mencatat kemenangan telak ketika membantai El Salvador 10-1 pada Piala Dunia 1982 di Spanyol.

Ironisnya, kemenangan besar itu tidak cukup membawa mereka lolos ke fase berikutnya.

Hungaria tetap tersingkir di babak grup bersama El Salvador.

Just Fontaine dan Rekor yang Sulit Dipecahkan

Daftar laga paling produktif di Piala Dunia juga dihiasi kemenangan Prancis 7-3 atas Paraguay pada 1958.

Dalam pertandingan tersebut, legenda Prancis Just Fontaine mencetak hattrick dan menjadi kunci kemenangan timnya setelah sempat tertinggal 2-3 pada awal babak kedua.

Fontaine kemudian menorehkan sejarah dengan mencetak total 13 gol hanya dalam enam pertandingan di Piala Dunia 1958.

Hingga saat ini, catatan tersebut masih menjadi rekor gol terbanyak yang dicetak seorang pemain dalam satu edisi Piala Dunia.

Yang lebih luar biasa, turnamen di Swedia itu menjadi satu-satunya Piala Dunia yang pernah diikuti Fontaine sepanjang karier internasionalnya.

Daftar Pertandingan dengan Gol Terbanyak di Piala Dunia

12 Gol

Austria 7-5 Swiss (1954)

11 Gol

Brasil 6-5 Polandia (1938)
Hungaria 8-3 Jerman Barat (1954)
Hungaria 10-1 El Salvador (1982)

10 Gol

Prancis 7-3 Paraguay (1958)

9 Gol

Argentina 6-3 Meksiko (1930)
Hungaria 9-0 Korea Selatan (1954)
Jerman Barat 7-2 Turki (1954)
Prancis 6-3 Jerman Barat (1958)
Yugoslavia 9-0 Zaire (1974)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Pemain Tertua yang Cetak Gol di Piala Dunia: Rekor Masih Punya Eks Bomber Liga Indonesia

10 Pemain Tertua yang Cetak Gol di Piala Dunia: Rekor Masih Punya Eks Bomber Liga Indonesia

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 20:10 WIB

Susahnya Masuk AS! Timnas Afsel Berangkat ke Piala Dunia 2026 Tanpa Asisten Pelatih

Susahnya Masuk AS! Timnas Afsel Berangkat ke Piala Dunia 2026 Tanpa Asisten Pelatih

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 20:00 WIB

Laga Iran Dijaga Ekstra Ketat, Los Angeles Siapkan Pengamanan Khusus di Piala Dunia 2026

Laga Iran Dijaga Ekstra Ketat, Los Angeles Siapkan Pengamanan Khusus di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:52 WIB

Hwang In Beom Menjadi Kunci Krusial Lini Tengah Korea Selatan di Piala Dunia 2026

Hwang In Beom Menjadi Kunci Krusial Lini Tengah Korea Selatan di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09 WIB

Siapa Raja Assist dalam Sejarah Piala Dunia? Bukan Messi Apalagi Ronaldo

Siapa Raja Assist dalam Sejarah Piala Dunia? Bukan Messi Apalagi Ronaldo

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:45 WIB

Misi Mustahil Thomas Tuchel? Memetakan Jalur Terjal Inggris Menuju Takhta Piala Dunia 2026

Misi Mustahil Thomas Tuchel? Memetakan Jalur Terjal Inggris Menuju Takhta Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:40 WIB

Terkini

Aksi Licik Copet di Konser Band Kotak: Tebar Gas 'Kentut' Demi Bikin Panik Penonton

Aksi Licik Copet di Konser Band Kotak: Tebar Gas 'Kentut' Demi Bikin Panik Penonton

News | Senin, 14 September 2026 | 13:50 WIB

BGN Siapkan Sistem Marketplace MBG: Kejar Pengadaan, Keracunan Terabaikan?

BGN Siapkan Sistem Marketplace MBG: Kejar Pengadaan, Keracunan Terabaikan?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 13:50 WIB

Perdagangan Jalur Tikus Iran - Dubai Selamatkan Toko Kelontong yang Makin Terhimpit Perang

Perdagangan Jalur Tikus Iran - Dubai Selamatkan Toko Kelontong yang Makin Terhimpit Perang

News | Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB

Gojek Gandeng Universitas Indonesia, Bedah Strategi Jadi Juara dengan Teknologi

Gojek Gandeng Universitas Indonesia, Bedah Strategi Jadi Juara dengan Teknologi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB

IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan

IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB

Kades Ramai-ramai Minta Pilkades Ditunda dan Jabatan Diperpanjang, Mendagri Beri Jawaban Ini

Kades Ramai-ramai Minta Pilkades Ditunda dan Jabatan Diperpanjang, Mendagri Beri Jawaban Ini

News | Senin, 14 September 2026 | 13:45 WIB

3 Poin Konten YouTube Maudy Ayunda Soal Bad News yang Dianggap Tone Deaf

3 Poin Konten YouTube Maudy Ayunda Soal Bad News yang Dianggap Tone Deaf

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:44 WIB

Tito Soroti Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng: Jangan Korbankan Rakyat karena Konflik Politik

Tito Soroti Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng: Jangan Korbankan Rakyat karena Konflik Politik

News | Senin, 14 September 2026 | 13:43 WIB

3 Rekomendasi Parfum Woody Citrus Lokal untuk Tampil Segar dan Elegan

3 Rekomendasi Parfum Woody Citrus Lokal untuk Tampil Segar dan Elegan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:43 WIB

Nada Kasih Gelar Konser Amal Harapan dalam Harmoni,  Bantu Anak Butuh Layanan Kesehatan

Nada Kasih Gelar Konser Amal Harapan dalam Harmoni, Bantu Anak Butuh Layanan Kesehatan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:42 WIB

×