-
Craig Gordon menjadi pemain tertua di Piala Dunia 2026 pada usia 43 tahun.
-
Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi tetap bersaing di level tertinggi meski tergolong veteran.
-
Posisi penjaga gawang mendominasi daftar pemain berusia kepala empat dalam turnamen tersebut.
Suara.com - Piala Dunia 2026 menjadi panggung pembuktian bahwa usia hanyalah angka bagi barisan pesepak bola legendaris.
Turnamen terakbar ini mencatatkan fenomena langka dengan hadirnya para pemain veteran yang masih menjadi tumpuan utama negara mereka.
Dirilis FIFA, penjaga gawang Skotlandia, Craig Gordon, resmi memimpin daftar pemain tertua dengan usia mencapai 43 tahun 162 hari per 11 Juni 2026.

Catatan historis ini melampaui megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, yang menguntit di posisi kedua pada usia 41 tahun 126 hari.
Kehadiran mereka mendobrak stigma bahwa sepak bola modern dengan intensitas tinggi hanya milik generasi muda.
Kematangan taktik dan keunggulan mental menjadi alasan utama para pelatih tetap memercayai figur-figur gaek ini di lapangan.
Posisi penjaga gawang mendominasi daftar pemain uzur karena tuntutan fisik yang berbeda dibandingkan pemain area (outfield).
Selain Craig Gordon, nama-nama seperti Guillermo Ochoa (40 tahun 333 hari) dari Meksiko dan Manuel Neuer (40 tahun 76 hari) asal Jerman membuktikan peran vital mereka.
Meski demikian, ketahanan luar biasa justru ditunjukkan oleh pemain non-kiper seperti Luka Modric dari Kroasia dan Edin Dzeko asal Bosnia-Herzegovina yang sama-sama telah menginjak usia 40 tahun.
Kehadiran mereka di kompetisi seketat Piala Dunia menegaskan pentingnya profesionalisme tingkat tinggi dalam menjaga kebugaran tubuh.
Sorotan publik global dipastikan tidak akan lepas dari sosok ikonik Lionel Messi yang turut mengawal tim nasional Argentina.
Kapten legendaris ini berada di urutan ke-12 pemain tertua dengan usia 38 tahun 352 hari menjelang kick-off turnamen.
Lini belakang Argentina juga diperkuat oleh bek veteran lainnya, Nicolas Otamendi, yang menginjak usia 38 tahun 119 hari.
Keberadaan para maestro ini menjanjikan drama taktis yang kaya pengalaman di tengah gempuran kecepatan pemain-pemain muda.
Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di tiga negara—Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat—mengusung format baru yang melibatkan lebih banyak tim peserta.
Jadwal pertandingan yang padat dan perjalanan panjang antarkota menjadi tantangan fisik tersendiri bagi seluruh kontestan.
Dalam situasi tekanan tinggi seperti ini, pengalaman kepemimpinan dari 20 pemain tertua tersebut, termasuk nama-nama dari negara berkembang seperti Vozinha dan Stopira asal Cabo Verde, menjadi aset yang tidak ternilai bagi ruang ganti tim.