- Carlo Ancelotti resmi melatih Timnas Brasil sejak Juni 2025 dengan mengandalkan strategi menyerang agresif formasi 4-2-4 untuk Piala Dunia.
- Neymar kembali dipanggil ke skuad Brasil setelah absen panjang guna memperkuat lini serang bersama bintang produktif lainnya.
- Marquinhos dan Gabriel Magalhães memimpin barisan pertahanan Brasil yang stabil untuk mendukung efektivitas serangan balik cepat dalam pertandingan.
Vinícius tercatat menghabiskan 57 persen menit bermainnya di era Ancelotti sebagai penyerang tengah, sedangkan Raphinha memainkan peran gelandang serang sebanyak 43 persen.
Persaingan posisi depan dipastikan berlangsung sangat ketat dengan kehadiran Matheus Cunha, Luiz Henrique, hingga Endrick.
Matheus Cunha saat ini menjadi unggulan setelah menciptakan 11 peluang emas, catatan yang hanya kalah dari pemain senior seperti Vinícius, Bruno, dan Casemiro.
Kembalinya Neymar Jadi Sorotan
Kejutan terbesar dalam pengumuman skuad kali ini adalah pemanggilan kembali Neymar ke dalam barisan pemain pilihan Ancelotti.
Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil dengan 79 gol ini sempat absen membela negara sejak Oktober 2023.
Setelah kembali ke klub masa kecilnya, Santos, pada 2025, Neymar membuktikan bahwa ketajamannya belum habis meski timnya sedang berjuang menghindari degradasi.
Neymar memimpin statistik di Santos dengan torehan 17 gol, 67 dribel sukses, 114 kreasi peluang, serta memenangkan 160 pelanggaran dari 43 penampilan.
Pemain ikonik ini memiliki peluang besar menjadi pemain Brasil kedua setelah Pelé yang mampu mencetak gol di empat edisi Piala Dunia berbeda.
Tugas berat kini berada di tangan Ancelotti untuk menentukan apakah Neymar akan menjadi titik sentral permainan atau sekadar supersub pada babak kedua.
Dengan stok penyerang yang melimpah, Brasil diprediksi akan mengandalkan serangan langsung yang cepat dan sangat vertikal.
Data menunjukkan tim asuhan Ancelotti mencatatkan 25 kali serangan langsung berbanding 30 kali serangan yang dibangun melalui proses operan panjang.
Tembok Kokoh di Balik Lini Serang
Berbeda dengan ketidakpastian di lini depan, barisan pertahanan Brasil tergolong jauh lebih mapan dan stabil untuk menghadapi gempuran lawan.
Dua palang pintu utama di jantung pertahanan diisi oleh finalis Liga Champions, yakni Marquinhos dari PSG dan Gabriel Magalhães milik Arsenal.
Marquinhos akan mengemban tugas sebagai kapten tim dengan bekal pengalaman 122 penampilan di ajang tertinggi kompetisi antarklub Eropa.
Gabriel Magalhães merupakan bagian penting dari pertahanan Arsenal yang mencatatkan rekor clean sheet terbanyak di Liga Inggris musim ini.
Duet tersebut telah membuktikan ketangguhannya dengan menjaga gawang tetap nirbobol saat Brasil mengalahkan Chile 3-0 dan Senegal 2-0.
Pertahanan yang solid sangat krusial bagi Brasil, terutama saat mereka harus menghadapi tim-tim raksasa Eropa tanpa penguasaan bola yang dominan.
Brasil tercatat melepaskan 19 tembakan dari skema serangan balik cepat dalam 11 laga terakhir, membuktikan betapa berbahayanya transisi mereka.
Neymar tetap disiapkan sebagai kartu truf jika strategi awal mengalami kebuntuan dalam membongkar pertahanan lawan.
Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan terakhir bagi Neymar untuk mempersembahkan trofi juara yang belum pernah ia raih sejak debutnya di panggung dunia.
Timnas Brasil terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada edisi 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Sejak saat itu, pencapaian terbaik mereka hanyalah mencapai semifinal pada 2014 saat bertindak sebagai tuan rumah.
Carlo Ancelotti ditunjuk untuk memutus tren tersebut dengan mengandalkan filosofi menyerang yang agresif, tetapi tetap menjaga keseimbangan melalui pemain-pemain berpengalaman di lini belakang.