- Timnas Indonesia menghadapi Oman dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno malam ini pukul 20.00 WIB.
- Pelatih John Herdman berupaya memutus rekor tidak pernah menang atas Oman yang telah berlangsung selama 38 tahun terakhir.
- Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian taktik bagi kedua pelatih setelah tim nasional masing-masing gagal lolos Piala Dunia 2026.
Suara.com - Timnas Indonesia mengusung misi berat untuk mengakhiri catatan kelam selama 38 tahun tanpa kemenangan saat menjamu Oman pada laga FIFA Matchday malam ini.
Duel bertajuk Garuda Championship Series yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) menjadi panggung pembuktian bagi racikan taktik John Herdman menghadapi tim peringkat ke-79 dunia.
Meski terpaut cukup jauh dalam ranking FIFA, Skuad Garuda berharap atmosfer GBK mampu meruntuhkan dominasi tim berjuluk Al-Ahmar yang belum pernah kalah dari Indonesia sejak 1988.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 WIB ini merupakan bagian dari rangkaian uji coba internasional sebelum Indonesia menghadapi Mozambik pada Selasa mendatang.
John Herdman menyadari memangkas jarak kualitas dengan tim yang berada di posisi ke-79 dunia membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi tinggi.

Pelatih asal Inggris itu datang dengan motivasi besar untuk mempersembahkan kemenangan perdana atas Oman bagi publik sepak bola Indonesia di abad ke-21.
Di sisi lain, pelatih Oman, Tariq Sektioui, bertekad mengawali kiprahnya dengan menjaga rekor positif negaranya saat menghadapi Timnas Indonesia.
Jejak Sejarah yang Memihak Oman
Berdasarkan catatan statistik dari laman 11v11, Indonesia sebenarnya pernah tampil dominan atas Oman pada akhir dekade 1980-an.
Skuad Garuda meraih dua kemenangan beruntun dalam ajang King's Cup, yakni dengan skor 2-0 pada 1987 dan kemenangan telak 3-0 pada 1988.
Namun, setelah periode tersebut, dominasi sepenuhnya berpindah ke tangan Oman.
Pertemuan pada 2007 berakhir dengan kekalahan tipis 0-1 bagi Indonesia. Setelah itu, kedua tim bermain imbang tanpa gol sebelum Indonesia kembali kalah 1-2 pada Kualifikasi Piala Asia 2011.
Memori pahit terakhir terjadi pada 2021 ketika Indonesia yang masih ditangani Shin Tae-yong takluk 1-3 dalam laga uji coba internasional.
Menariknya, terdapat tiga pemain dalam skuad saat ini yang menjadi bagian dari pertandingan tersebut dan berpeluang membalas kekalahan itu.
Mereka adalah Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, dan Yakob Sayuri.
Adu Taktik Dua Pelatih Baru
Laga malam nanti juga menjadi ujian taktik ketiga bagi John Herdman setelah mencatatkan satu kemenangan dan satu kekalahan pada FIFA Series Maret lalu.
Sementara itu, bagi Tariq Sektioui, pertandingan di GBK akan menjadi debut resminya sebagai pelatih kepala Oman setelah ditunjuk pada Maret lalu.
Pelatih asal Maroko tersebut membawa pengalaman panjang di sepak bola negaranya, termasuk pernah menangani Timnas Maroko U-23 dan Maroko B.
Pertandingan ini juga menjadi ajang pelipur lara bagi kedua negara setelah sama-sama gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Langkah Indonesia terhenti di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia zona Asia setelah kalah bersaing dengan Arab Saudi dan Irak pada Oktober tahun lalu.
Sementara itu, Oman juga gagal melaju setelah tidak mampu mengimbangi persaingan dengan Qatar dan Uni Emirat Arab.
Kini, dengan dukungan puluhan ribu suporter di GBK, Timnas Indonesia berharap mampu menciptakan sejarah baru dengan memutus rekor buruk yang telah bertahan selama hampir empat dekade, demikian Antara.