- Pelatih Hong Myung-bo mempersiapkan timnas Korea Selatan menghadapi Piala Dunia 2026 dengan strategi fleksibilitas taktis tiga bek.
- Korea Selatan mengandalkan kolektivitas tim melalui peran Son Heung-min, Lee Kang-in, serta pertahanan solid dari Kim Min-jae.
- Taeguk Warriors tergabung dalam Grup A bersama Republik Ceko, Meksiko, dan Afrika Selatan pada ajang Piala Dunia 2026.
Ia memanfaatkan jeda antarlaga untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan lawan sebelum menentukan formasi yang akan digunakan.
Secara statistik, pertahanan Korea Selatan cukup solid dengan hanya kebobolan delapan gol sepanjang fase kualifikasi AFC.
Son Heung-min Tetap Penting, Tapi Bukan Segalanya
Meskipun kolektivitas menjadi prioritas, peran Son Heung-min yang kini berusia 33 tahun tetap tidak bisa dikesampingkan.
Mantan penyerang Tottenham Hotspur tersebut berstatus sebagai top skor sepanjang masa Korea Selatan di Piala Dunia dengan koleksi tiga gol.
Walaupun ketajamannya di level klub mulai menurun, kematangan visi bermainnya semakin terlihat dengan catatan assist yang impresif di level kompetitif.
Son tidak akan berjuang sendirian karena dukungan kreatif datang dari bintang Paris Saint-Germain, Lee Kang-in.
Lee Kang-in terbukti menjadi motor serangan paling produktif dengan catatan assist terbanyak bagi Korea Selatan selama babak kualifikasi.
Pemain berusia 25 tahun itu juga menjadi salah satu pencipta peluang terbanyak di Asia, hanya kalah dari bintang Qatar, Akram Afif.
Lini depan semakin berwarna dengan kehadiran Oh Hyeon-gyu yang sedang naik daun bersama Besiktas, serta Cho Gue-sung yang telah pulih dari cedera.
Kim Min-jae dan Warna Baru dari Jens Castrop
Di sektor pertahanan, Korea Selatan akan mengandalkan bek Bayern Munchen, Kim Min-jae.
Pemain tersebut memiliki tingkat keberhasilan duel udara mencapai 74,4 persen dan diharapkan menjadi pemimpin lini belakang dalam berbagai skema yang diterapkan Hong Myung-bo.
Kejutan hadir di posisi bek sayap kiri melalui Jens Castrop, pemain kelahiran Jerman yang memilih membela tanah kelahiran ibunya.
Jens Castrop berpotensi mencetak sejarah sebagai pemain keturunan pertama yang mewakili Korea Selatan di panggung Piala Dunia.
Selain itu, skuad Korea Selatan juga dihuni sejumlah pemain yang terbiasa bermain di kompetisi Eropa, seperti Hwang Hee-chan, Paik Seung-ho, dan Bae Jun-ho.
Tantangan berat sudah menanti karena Korea Selatan tergabung di Grup A bersama Republik Ceko, Meksiko, dan Afrika Selatan.
Seluruh pertandingan fase grup akan dimainkan di Meksiko, tempat yang menyimpan kenangan pahit bagi Korea Selatan saat menjadi juru kunci pada Piala Dunia 1986.
Korea Selatan memiliki ambisi besar untuk melampaui pencapaian babak 16 besar yang mereka raih pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Hong Myung-bo ditunjuk untuk menyatukan kekuatan para pemain bintang yang berkarier di Eropa dengan talenta lokal.
Piala Dunia 2026 menjadi panggung pembuktian bagi generasi emas Korea Selatan untuk menunjukkan bahwa mereka bukan lagi sekadar tim penggembira di level dunia.