Analisis Kekuatan Jepang di Piala Dunia 2026: Andalkan Sistem Tiga Bek Demi Akhiri Kutukan 16 Besar

Arief Apriadi

Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:45 WIB
Analisis Kekuatan Jepang di Piala Dunia 2026: Andalkan Sistem Tiga Bek Demi Akhiri Kutukan 16 Besar
Timnas Jepang membidik perempat final Piala Dunia 2026 dengan taktik tiga bek ala Hajime Moriyasu. Meski dihantam cedera, Samurai Blue tetap optimistis. [Dok. JFA]
baca 10 detik
  • Timnas Jepang menargetkan babak perempat final Piala Dunia 2026 sebagai upaya mematahkan kutukan selalu terhenti di babak 16 besar.
  • Pelatih Hajime Moriyasu menerapkan formasi tiga bek serta mentalitas proaktif demi meningkatkan daya saing melawan tim-tim elite dunia.
  • Meskipun sejumlah pemain kunci mengalami cedera, Jepang tetap optimistis setelah mencatatkan performa impresif selama babak kualifikasi Piala Dunia.

Suara.com - Timnas Jepang menatap gelaran Piala Dunia 2026 dengan ambisi tinggi untuk menembus babak perempat final untuk pertama kalinya sepanjang sejarah partisipasi mereka di panggung dunia.

Pelatih Hajime Moriyasu kini dibebani ekspektasi besar untuk membawa Samurai Blue melampaui kutukan babak 16 besar yang selalu menghentikan langkah mereka dalam beberapa edisi terakhir.

Meski sejumlah pilar kunci dipastikan absen akibat cedera, pertumbuhan taktis dan perubahan mentalitas menjadi modal utama Jepang untuk bersaing dengan tim-tim elite dunia.

Hajime Moriyasu mencetak sejarah sebagai pelatih pertama yang memimpin Jepang dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun sejak era modern dimulai.

Ia juga menjadi pelatih pertama yang mencapai 100 pertandingan bersama tim nasional Jepang.

Meski sukses menumbangkan raksasa seperti Jerman dan Spanyol pada Piala Dunia 2022, publik menilai Jepang masih harus membuktikan progres nyata untuk melangkah lebih jauh di Amerika Utara nanti.

Rekor kurang mengesankan masih membayangi Jepang sebagai negara dengan jumlah pertandingan terbanyak di Piala Dunia (25 laga) tanpa pernah mencapai babak perempat final, sebagaimana data Opta.

Mentalitas Baru Samurai Blue

“Hingga kini, setiap kali kami bermain melawan tim juara Piala Dunia, harapannya adalah kami akan kalah,” ungkap Moriyasu kepada wartawan pada Maret lalu.

baca juga

Ia menambahkan bahwa dahulu ada pemahaman bahwa memberikan perlawanan berani sudah cukup meski akhirnya harus menelan kekalahan.

“Sekarang, tidak ada yang tahu apakah kita akan menang atau kalah. Mengingat hal itu, saya rasa sah-saja bagi kami untuk menetapkan target menjuarai Piala Dunia,” tegas sang juru taktik.

Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan. Jepang mencatat sejumlah hasil impresif saat menghadapi tim-tim papan atas dalam beberapa tahun terakhir.

Samurai Blue sukses meraih kemenangan bersejarah atas Brasil untuk pertama kalinya dalam sejarah pertemuan kedua negara.

Mereka juga menjadi tim Asia pertama yang mampu mengalahkan Inggris di Stadion Wembley melalui kemenangan tipis 1-0.

Jepang bahkan menjadi tim pertama yang memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 melalui jalur kualifikasi.

Total 51 gol berhasil mereka cetak sepanjang kualifikasi, jauh melampaui pencapaian tim-tim kuat lainnya di zona Asia.

Revolusi Taktik Tiga Bek Jadi Senjata Utama

Kapten Wataru Endo menekankan pentingnya mengambil inisiatif permainan saat menghadapi tim-tim terbaik dunia.

“Setelah Qatar, banyak dari kami mulai berpikir bahwa kami ingin memainkan sepak bola yang lebih proaktif dan mengambil inisiatif di lapangan,” ujar Endo kepada FIFA.

Perubahan filosofi tersebut terlihat dari transisi formasi empat bek menuju skema tiga bek yang lebih fleksibel dan agresif.

Sistem ini memungkinkan Jepang menempatkan hingga lima pemain di lini depan saat melakukan transisi menyerang.

Keunggulan lain yang kini dimiliki Jepang adalah ancaman bola udara yang semakin mematikan.

Tercatat ada 12 gol sundulan yang mereka cetak sepanjang kualifikasi. Penyerang Koki Ogawa menjadi aktor utama dengan sumbangan lima gol melalui kepala.

Ketajaman Ayase Ueda bersama Feyenoord juga menjadi nilai tambah. Penyerang tersebut mencatat sembilan gol sundulan sepanjang musim di Eropa.

Dihantam Cedera Jelang Piala Dunia

Meski datang dengan optimisme tinggi, Jepang harus menghadapi badai cedera yang menimpa sejumlah pemain penting.

Bintang Brighton, Kaoru Mitoma, yang menjadi salah satu wajah utama Samurai Blue, dipastikan absen akibat cedera hamstring.

Penyerang AS Monaco, Takumi Minamino, juga harus menepi dalam waktu lama karena cedera ligamen lutut atau ACL.

Sementara kondisi Wataru Endo dan Takehiro Tomiyasu masih menjadi tanda tanya karena minimnya menit bermain kompetitif dalam beberapa bulan terakhir.

Meski kehilangan sejumlah pemain kunci, Moriyasu tetap optimistis karena kontribusi gol dan assist di dalam skuadnya cukup merata.

Nama-nama seperti Takefusa Kubo dan Junya Ito diprediksi menjadi motor serangan utama Jepang di Piala Dunia 2026.

Jepang akan bersaing di Grup F bersama Belanda, Swedia, dan Tunisia.

Berdasarkan simulasi superkomputer Opta, Samurai Blue memiliki peluang sebesar 76,2 persen untuk lolos ke fase gugur turnamen.

Timnas Jepang memiliki sejarah konsisten di Piala Dunia sejak debut mereka pada 1998. Prestasi terbaik mereka adalah mencapai babak 16 besar pada edisi 2002, 2010, 2018, dan 2022.

Pada Piala Dunia Qatar 2022, Jepang mengejutkan dunia dengan mengalahkan Jerman dan Spanyol di fase grup sebelum akhirnya tersingkir dari Kroasia melalui adu penalti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Timnas Senegal: Singa Teranga dari Tradisi Menuju Sejarah di Piala Dunia 2026

Profil Timnas Senegal: Singa Teranga dari Tradisi Menuju Sejarah di Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:04 WIB

Piala Dunia 2026: Alasan Luis Suarez Dicoret Marcelo Bielsa dari Skuad Uruguay

Piala Dunia 2026: Alasan Luis Suarez Dicoret Marcelo Bielsa dari Skuad Uruguay

Bola | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:00 WIB

Shakira akan Meriahkan Upacara Pembukaan Piala Dunia 2026 di Meksiko

Shakira akan Meriahkan Upacara Pembukaan Piala Dunia 2026 di Meksiko

Bola | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:32 WIB

Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Siapa Saja? Ini Daftar Stadionnya

Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Siapa Saja? Ini Daftar Stadionnya

Lifestyle | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:40 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×