- Shin Tae-yong resmi menjadi pelatih baru Persija Jakarta yang berkomitmen menerapkan strategi permainan lebih agresif dan menyerang.
- Strategi bertahan saat melatih Timnas Indonesia diterapkan karena menyesuaikan kualitas lawan yang lebih kuat dari skuad Garuda.
- Penerapan taktik di Persija memerlukan diskusi dengan manajemen terkait komposisi pemain asing untuk mendukung performa tim kedepannya.
Suara.com - Sebagai pelatih baru, Shin Tae-yong menyebut dirinya akan membuat Persija Jakarta lebih menyerang. Ini berbeda ketika dirinya menukangi Timnas Indonesia yang tampil lebih bertahan.
Shin Tae-yong menjelaskan saat dirinya membesut skuad Garuda, lawannya berada di atas rata-rata. Oleh sebab itu strategi yang cocok adalah tampil bertahan alias menunggu buat melakukan serangan balik.
Berbeda dengan Persija di Super League di mana bisa diarahkan buat lebih menyerang.
"Sebenarnya gaya yang diinginkan dan filosofi saya adalah sepak bola menyerang, bukan bertahan sebenarnya," kata Shin Tae-yong di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6/2026).
"Memang saat di Timnas Indonesia karena lawan-lawannya memang lebih kuat dan lebih baik daripada Timnas Indonesia, jadi selalu kita bertahan dulu dan lalu kita counter-attack," jelasnya.
Meski begitu, penerapan taktik strategi tergantung nanti. Selain itu, STY juga harus berkomunikasi dengan manajemen Persija terkait penentuan pemain-pemain besutannya.
"Tetapi di liga mungkin perlu kita diskusi lanjut dengan Pak Panca (presiden Persija) pastinya dan dengan orang-orang yang di Persija Jakarta untuk membawa pemain-pemain asing pastinya," ucapnya.
"Setelah itu pasti kita bisa melakukan permainan yang lebih baik dan lebih cepat, lebih agresif menyerang gitu," pungkasnya.