2 Pemain Keturunan Mulai Jalani Proses Naturalisasi, Salah Satunya Penyerang

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 09 Juni 2026 | 09:05 WIB
2 Pemain Keturunan Mulai Jalani Proses Naturalisasi, Salah Satunya Penyerang
Pemain keturunan Indonesia, Mitchell Baker. [Dok. Instagram/@_mitchell.baker]
baca 10 detik
  • PSSI resmi memproses naturalisasi dua pemain muda, Mitchell Baker dan Luke Vickery.

  • Kebijakan ini bertujuan mengisi kekosongan skuad Timnas Indonesia menjelang tahun 2030.

  • Erick Thohir menegaskan pembinaan talenta lokal lewat Elite Pro Academy tetap berjalan.

Suara.com - PSSI resmi memulai langkah hukum untuk mengubah kewarganegaraan dua talenta keturunan, Mitchell Baker dan Luke Vickery. Langkah strategis ini diambil demi mengantisipasi krisis regenerasi pemain Timnas Indonesia di masa depan.

Saat ini, kedua pemain tersebut bahkan sudah berada di Jakarta untuk mengikuti sesi latihan bersama skuad Garuda. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat lini serang tim nasional dalam jangka panjang.

Baker merupakan ujung tombak potensial yang saat ini merumput bersama klub Amerika Serikat, Vermont Green FC. Sementara itu, Vickery beroperasi sebagai penyerang sayap di kompetisi kasta tertinggi Australia bersama Macarthur FC.

Luke Vickery kembali cetak gol dahsyat melalui tendangan jarak jauh untuk Macarthur FC di A-League. Simak aksi spektakuler pemain yang diincar John Herdman untuk Timnas Indonesia. [Dok. IG Luke Vickery]
Luke Vickery kembali cetak gol dahsyat melalui tendangan jarak jauh untuk Macarthur FC di A-League. Simak aksi spektakuler pemain yang diincar John Herdman untuk Timnas Indonesia. [Dok. IG Luke Vickery]

Otoritas tertinggi sepak bola Indonesia kini tengah memacu kelengkapan administrasi kedua pemain tersebut. Proses ini melibatkan koordinasi intensif antar-lembaga negara agar berkas bisa segera rampung.

"Bismillah, segera suratnya keluar gitu. Ya, kami coba lakukan proses. Tentu ada proses-proses yang harus dilalui baik di pemerintah, di DPR, kami lakukan," kata Erick, Senin (8/7).

Kebijakan mendatangkan pemain keturunan ini bukan sekadar program instan demi mengejar prestasi jangka pendek. PSSI melihat adanya ancaman kekosongan pilar saat skuad senior saat ini memasuki usia pensiun.

Pemain keturunan Indonesia, Mitchell Baker. [Dok. Instagram/@_mitchell.baker]
Pemain keturunan Indonesia, Mitchell Baker. [Dok. Instagram/@_mitchell.baker]

Federasi menilai fondasi tim nasional harus dipersiapkan sejak dini agar tidak terjadi penurunan kualitas performa yang drastis. Proyeksi jangka panjang hingga tahun 2030 menjadi dasar utama dari keputusan penambahan amunisi baru ini.

Kendati gencar mencari darah segar di luar negeri, PSSI menegaskan komitmennya terhadap pembinaan pesepak bola lokal. Talenta dalam negeri tetap menjadi pilar utama yang terus dirangsang pertumbuhannya melalui kompetisi berjenjang.

PSSI menyadari bahwa bibit-bibit unggul nusantara membutuhkan wadah kompetitif yang sehat untuk bisa mematangkan kemampuan mereka. Turnamen usia muda dipandang sebagai instrumen vital dalam menyaring aset terbaik bangsa.

baca juga

Melalui program seperti Elite Pro Academy dan Piala Soeratin, federasi berupaya menjaring bakat terpendam dari berbagai daerah. Panggung inilah yang nantinya memicu lahirnya bintang-bintang baru bagi masa depan sepak bola tanah air.

Asa besar ditaruh pada kompetisi domestik agar mampu melahirkan pemain yang siap bersaing di level internasional. Beberapa nama dari kompetisi lokal terbukti sudah mulai memperlihatkan taji mereka di tim kelompok umur.

Kolaborasi antara pemain lokal dan naturalisasi dipandang sebagai formula terbaik untuk membangun kekuatan nasional yang disegani. PSSI membuka pintu lebar bagi siapa saja yang memiliki kualitas dan komitmen tinggi untuk merah putih.

Program naturalisasi di era kepemimpinan Erick Thohir menjadi salah satu pilar utama dalam mendongkrak performa sepak bola Indonesia secara kilat di panggung Asia. Kendati sempat menuai perdebatan terkait nasionalisme, kebijakan ini terbukti berhasil menaikkan peringkat FIFA Indonesia secara signifikan.

Kini, fokus federasi bergeser pada aspek kesinambungan jangka panjang dengan menyasar pemain berusia muda. Langkah ini diambil agar tidak terjadi kesenjangan kualitas yang masif saat generasi emas Timnas Indonesia saat ini mulai menua pada dekade berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Timnas Indonesia Waspada! 5 Fakta Mozambik yang Bisa Jadi Ancaman Garua Malam Ini

Timnas Indonesia Waspada! 5 Fakta Mozambik yang Bisa Jadi Ancaman Garua Malam Ini

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:44 WIB

Justin Hubner Cedera, Timnas Indonesia Siapkan Skenario Alternatif Melawan Mozambik

Justin Hubner Cedera, Timnas Indonesia Siapkan Skenario Alternatif Melawan Mozambik

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:41 WIB

Timnas Indonesia Incar Kemenangan Beruntun vs Mozambik, John Herdman Fokus Benahi Celah Skuad Garuda

Timnas Indonesia Incar Kemenangan Beruntun vs Mozambik, John Herdman Fokus Benahi Celah Skuad Garuda

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 06:14 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×