- FIFA menerapkan aturan jeda hidrasi tiga menit setiap babak untuk mengantisipasi cuaca ekstrem pada Piala Dunia 2026.
- VAR kini memiliki kewenangan lebih luas untuk mengoreksi keputusan teknis serta menggunakan teknologi canggih guna mempermudah analisis.
- FIFA memperketat durasi pergantian pemain, waktu lemparan ke dalam, serta sanksi tegas bagi pelanggaran disiplin di lapangan.
Suara.com - Piala Dunia 2026 menghadirkan sejumlah perubahan aturan yang cukup signifikan.
FIFA memastikan regulasi ini bertujuan meningkatkan tempo permainan, keadilan, serta transparansi di lapangan.
Berikut rangkuman aturan baru yang wajib pembaca Suara.com ketahui:
Heat Break Wajib di Tiap Babak
FIFA menetapkan jeda hidrasi selama tiga menit di sekitar menit ke-22 setiap babak.
Aturan ini diterapkan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem sekaligus memberi waktu pelatih menyusun ulang strategi.
Namun, pemain dilarang mendekat ke pinggir lapangan untuk instruksi taktik saat kiper mengalami cedera.
VAR Kini Lebih Berkuasa
Video Assistant Referee (VAR) mendapat kewenangan tambahan.
Kini, VAR bisa mengoreksi keputusan sepak pojok yang salah dan meninjau kartu kuning kedua yang dinilai keliru.
![FIFA memastikan regulasi ini bertujuan meningkatkan tempo permainan, keadilan, serta transparansi di lapangan. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/06/12/49616-aturan-baru-piala-dunia-2026.jpg)
Teknologi baru seperti mikro-kamera di tubuh wasit dan chip pada bola juga mempercepat analisis offside serta pelanggaran.
Pergantian Pemain Dibatasi 10 Detik
Pemain yang ditarik keluar wajib meninggalkan lapangan dalam waktu maksimal 10 detik.
Jika melanggar, timnya harus bermain dengan 10 orang selama setidaknya satu menit.
Aturan ini dibuat untuk mencegah buang-buang waktu di akhir pertandingan.
Lemparan ke Dalam Pakai Hitung Mundur
Wasit akan memberi hitungan mundur lima detik jika pemain dianggap sengaja menunda restart permainan.
Jika waktu habis saat lemparan ke dalam, bola diberikan ke lawan. Sementara pada tendangan gawang, konsekuensinya adalah sepak pojok untuk tim lawan.
Protes Berlebihan Berujung Kartu Merah
Pemain yang keluar lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit akan langsung diusir.
Jika satu tim mencoba menghentikan pertandingan, mereka otomatis dinyatakan kalah. Sanksi juga berlaku bagi ofisial yang memprovokasi aksi tersebut.
Cedera: Harus Keluar 1 Menit
Pemain yang mendapat perawatan medis di lapangan wajib keluar dan menunggu satu menit sebelum kembali bermain.
Pengecualian hanya berlaku untuk cedera kepala serius, benturan keras, atau jika pelanggaran lawan berujung kartu.
Tutup Mulut Kena Kartu Merah
Pemain yang menutup mulut saat beradu argumen di lapangan akan langsung diganjar kartu merah.
Langkah tegas ini diambil untuk memudahkan pembacaan gerak bibir dan mencegah ucapan diskriminatif tersembunyi.