- Timnas Inggris membangun ring baja dengan barikade beton dan pengawalan bersenjata di hotel mereka di Kansas City.
- Pengamanan ketat diberlakukan untuk melindungi skuad asuhan Thomas Tuchel selama gelaran Piala Dunia 2026 berlangsung.
- FA menutup fasilitas hotel serta menerapkan zona larangan terbang drone guna menjaga privasi dan keamanan tim.
FA diketahui sempat meminta radius zona pengamanan yang lebih luas. Namun, permintaan tersebut kabarnya tidak disetujui oleh pihak kepolisian setempat.
Meski demikian, pengamanan yang ada saat ini dianggap sudah sangat maksimal dan hampir tidak menyisakan celah bagi potensi gangguan keamanan.
Pengawalan Bersenjata Menuju Lokasi Latihan
Pihak penyelenggara juga telah membangun dua tenda tambahan di dalam area hotel yang difungsikan sebagai fasilitas kebugaran bagi para pemain.
Di sisi lain, warga lokal di kawasan Meadowbrook Park menyambut kehadiran Timnas Inggris dengan hangat meski suasana pengamanan terlihat sangat ketat.
"Semoga beruntung Inggris," bunyi salah satu papan tanda di pinggir jalan, sementara banyak rumah warga memajang bendera Salib St George di halaman depan mereka.
Untuk menunjang persiapan teknis, Timnas Inggris akan menjalani sesi latihan rutin di Swope Soccer Village yang berlokasi tidak jauh dari hotel.
Selama perjalanan sekitar 20 menit menuju lokasi latihan tersebut, bus tim akan mendapat pengawalan ketat dari personel kepolisian bersenjata lengkap.
Markas Strategis untuk Misi Juara Dunia
Pemilihan Kansas City sebagai markas merupakan bagian dari rencana besar Thomas Tuchel untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para pemain di tengah jadwal turnamen yang padat.
Kota tersebut dipilih karena memiliki fasilitas olahraga yang memadai serta lingkungan yang relatif tenang sehingga mendukung proses pemulihan fisik pemain antarpertandingan.
Dengan sistem pengamanan yang sangat ketat dan pengawalan bersenjata, Inggris menunjukkan bahwa keselamatan pemain menjadi prioritas utama selain ambisi merebut trofi juara dunia.
Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada memang menuntut kewaspadaan tinggi mengingat skala turnamen yang melibatkan 48 negara di wilayah geografis yang sangat luas.