- FIFA mewajibkan Timnas Haiti mengubah desain jersey mereka tiga hari sebelum laga perdana Piala Dunia 2026.
- FIFA menilai desain jersey yang memuat ilustrasi sejarah kemerdekaan Haiti melanggar aturan terkait larangan pesan politik.
- Produsen apparel Saeta segera memodifikasi desain jersey tersebut agar Haiti dapat bertanding melawan Skotlandia sesuai jadwal.
"Vertieres adalah lokasi pertempuran terakhir yang membawa kami menuju kemerdekaan, yang diperjuangkan pada 18 November 1803," lanjutnya.
Ironi di Balik Momen Bersejarah Haiti
Pihak federasi juga menyoroti keunikan tanggal saat Timnas Haiti memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 yang bertepatan dengan momen bersejarah bagi negara mereka.
"Ironisnya, tim ini lolos ke Piala Dunia 2025 pada tanggal 18 November 2025. Federasi belum mengeluarkan pernyataan (lebih lanjut) mengenai masalah ini; mereka hanya meminta Saeta untuk mengubahnya," pungkas juru bicara tersebut.
Haiti sedianya membawa tiga varian jersey ke Amerika Utara, yakni biru untuk kandang, putih untuk tandang, dan merah sebagai jersey ketiga.
Sesuai jadwal, mereka akan memulai perjuangan di Grup A melawan Skotlandia pada Minggu dini hari pukul 02.00 WIB sebelum menghadapi tantangan berat dari Brasil dan Maroko.
Tuntutan FIFA ini menjadi tekanan tambahan bagi Haiti yang tengah berusaha memperbaiki reputasi mereka setelah penampilan perdana yang kurang memuaskan pada Piala Dunia 1974.
Ambisi Besar di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 menjadi partisipasi kedua Haiti sepanjang sejarah setelah debut mereka pada 1974 yang berakhir tanpa raihan poin dan kebobolan 14 gol.
Namun, tim asuhan pelatih saat ini datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai grup kualifikasi yang dihuni Honduras, Kosta Rika, dan Nikaragua.
Mereka juga sempat mencuri perhatian dengan menghancurkan Selandia Baru 4-0 dalam laga uji coba menjelang turnamen.
Kini, meski harus tampil dengan desain jersey baru tanpa gambar pahlawan kemerdekaan, rakyat Haiti berharap tim nasional mereka tetap membawa semangat juang yang sama saat berlaga di panggung terbesar sepak bola dunia.