-
Pelatih Hossam Hassan menyiapkan Hamza Abdelkarim sebagai suksesor masa depan Mohamed Salah di Mesir.
-
Barcelona resmi mempermanenkan kontrak Abdelkarim senilai €1,5 juta setelah melihat potensi besarnya.
-
Mesir mengusung misi kolektivitas tim guna mengakhiri ketergantungan penuh pada sosok Mohamed Salah.
Suara.com - Nakhoda Timnas Mesir Hossam Hassan resmi memulai proyek de-Salahisasi dengan mengorbitkan talenta baru milik Barcelona. Langkah berani ini diambil demi memutus ketergantungan kronis skuad The Pharaohs pada sosok tunggal Mohamed Salah.
Langkah taktis tersebut dipicu oleh lonjakan performa kilat Hamza Abdelkarim yang baru berusia 18 tahun. Punggawa anyar raksasa Catalan ini diproyeksikan langsung memegang peran vital dalam kampanye Piala Dunia mendatang.
Hassan meyakini kehadiran sang remaja di atas lapangan akan langsung memberikan dampak instan bagi kolektivitas tim. Sang pelatih melihat kapasitas mental dan teknis luar biasa yang melekat kuat pada diri Abdelkarim.
![Mohamed Salah Gendong 10 Pemain Mesir ke Babak Knockout Piala Afrika 2025 [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/27/42803-mohamed-salah.jpg)
"Kami telah melihat banyak hal [yang kami sukai dari Hamza], kepribadiannya, kemampuan teknis, ambisi, apa yang ingin dicapai oleh pemain tersebut," urai Hassan memulai penjelasan.
"Kita bisa melihatnya saat kami melakukan perekrutan, dan dalam pertandingan bersama para pemain muda. Dia bermain di tingkat yang sangat tinggi dan sudah terlalu mumpuni untuk sepak bola usia muda."
Kepercayaan diri kubu Mesir kian berlipat ganda setelah manajemen Barcelona mempermanenkan status Abdelkarim. Mahar senilai €1,5 juta resmi dibayarkan kepada Al Ahly guna mengikat sang striker di Camp Nou secara jangka panjang.

Reputasi mentereng di level klub papan atas Eropa diyakini menjadi modal berharga bagi sang penyerang belia. Hassan terus memantau perkembangan anak asuhnya tersebut sejak tampil impresif di turnamen junior internasional.
"Saya melihat pengaruh positif yang dia bawa ke dalam tim pada Piala Dunia U-17 2025, dan saya telah mengikuti semua pertandingannya untuk Barcelona," beber Hassan.
"Ketika dia datang untuk bekerja bersama kami, saya dapat melihat bahwa dia adalah pemain yang sangat baik untuk sepak bola Mesir. Ini mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, tetapi dia memiliki semua kualitas dari seorang pemain yang kuat."
"Dia telah membuktikannya di Barcelona, dan ketika seorang pemain tampil untuk salah 1 klub terbesar di dunia, dia dapat memberikan pengaruh yang sangat positif bagi sepak bola Mesir, bahkan mungkin dalam waktu dekat."
Abdelkarim sejatinya baru mencatatkan debut seniornya bersama Mesir pada akhir Mei lalu setelah tampil memikat bersama tim Barcelona Juvenil. Namun, visi taktis Hassan tidak lagi berfokus pada individu melainkan keharmonisan kerja sama seluruh unit tim.
Skema baru ini sengaja dirancang agar Mesir bisa melaju jauh di panggung dunia tanpa membebani 1 pemain saja. Ujian berat pertama dari pembuktian taktik baru ini akan langsung tersaji saat mereka menantang tim kuat Belgia.
"Mesir bukan hanya tentang Mohamed Salah, ini tentang semua pemain dan kinerja kolektif mereka," tegas Hassan menyambung argumennya. "Saya berharap mereka dapat memenuhi ekspektasi di panggung dunia [melawan Belgia]."
"Kami memiliki banyak bakat, selain Salah, selain [Omar] Marmoush, dan saya pikir para pendukung akan melihat performa yang luar biasa dari tim kami."
Restrukturisasi skuad menjadi hal yang mendesak mengingat mayoritas pilar utama The Pharaohs kini telah melewati usia produktif. Salah sendiri dijadwalkan merayakan ulang tahun ke-34 tepat saat timnya bentrok di lapangan hijau melawan Setan Merah.