- Legenda Paraguay, Jose Luis Chilavert, mengkritik keras kekalahan 1-4 timnya dari Amerika Serikat di Piala Dunia 2026.
- Chilavert mengecam sikap pemain yang berfoto santai setelah kekalahan memalukan tersebut karena dianggap tidak mencerminkan keseriusan kompetisi.
- Pelatih Gustavo Alfaro dinilai gagal menerapkan taktik yang tepat serta tidak mampu menyiapkan mental tim di ajang Piala Dunia.
Suara.com - Legenda sepak bola Paraguay, Jose Luis Chilavert, melontarkan kritik keras usai Timnas Paraguay dihajar Timnas Amerika Serikat dengan skor 1-4 pada laga pertama Piala Dunia 2026.
Chilavert, yang dikenal vokal, menyoroti sikap para pemain setelah pertandingan.
Mantan kiper berjuluk Bulldog itu geram melihat skuad justru berfoto santai seolah tidak merasakan tekanan kekalahan.
“Kami kalah telak, lalu melihat pemain sibuk selfie dengan keluarga seolah sedang di Disneyland,” ujarnya dilansir dari TycSport.
“Kalau saya kalah, saya bahkan tidak ingin keluar kamar. Sepak bola bukan liburan.”
Tak berhenti di situ, mantan kiper legendaris itu juga mengarahkan kritik tajam kepada pelatih Gustavo Alfaro.
![Profil Timnas Paraguay: Generasi Baru La Albirroja Bakal Unjuk Gigi di Piala Dunia 2026 [Instagram @albirroja]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/07/66230-timnas-paraguay.jpg)
Menurutnya, pelatih asal Argentina tersebut bertanggung jawab penuh atas hasil buruk tersebut.
“Dia 100 persen bertanggung jawab. Satu hal adalah bicara, itu mudah, tapi kenyataannya berbeda di Piala Dunia,” tegas Chilavert.
Chilavert bahkan menyindir Alfaro dengan mengatakan, “Yang dia lakukan dengan baik hanya berbicara.”
Chilavert menilai Alfaro gagal dalam banyak aspek, mulai dari taktik hingga kesiapan tim.
Chilavert menegaskan bahwa level Piala Dunia jauh lebih tinggi dibandingkan kualifikasi.
“Tidak sama bermain di kandang saat kualifikasi dengan menghadapi tim-tim besar. Di Piala Dunia, Anda melawan ‘pesawat tempur’, sementara kami datang seperti pesawat ringan,” sindirnya.
Ini bukan kali pertama Chilavert mengkritik Alfaro secara terbuka.
Sebelumnya, ia juga pernah menyindir gaya bicara sang pelatih yang kerap mengutip filsuf seperti Plato dan Socrates.