- Didier Deschamps menepis status unggulan Prancis dan menyatakan Spanyol sebagai favorit juara di Piala Dunia 2026 mendatang.
- Deschamps mewaspadai tantangan regenerasi skuad Prancis yang diisi banyak pemain debutan menjelang laga pembuka melawan Timnas Senegal.
- Pelatih Prancis tersebut menegaskan bahwa hasil pertandingan pertama bukanlah penentu utama kesuksesan sebuah tim dalam turnamen Piala Dunia.
Suara.com - Pelatih Didier Deschamps mencoba meredam ekspektasi tinggi terhadap Timnas Prancis di Piala Dunia 2026.
Alih-alih menempatkan timnya sebagai unggulan, ia justru menunjuk Timnas Spanyol sebagai favorit utama juara.
Dalam konferensi pers sebelum laga melawan Timnas Senegal, Deschamps menegaskan bahwa skuadnya tidak berada di atas tim lain.
“Saya tidak melihat Prancis lebih unggul dari yang lain. Menurut saya, favorit mutlak adalah Spanyol, saya tidak ragu soal itu,” ujar eks Juventus tersebut seperti dilansir dari BBC.
Deschamp mengakui Prancis tetap memiliki potensi besar, merujuk pada performa di dua edisi Piala Dunia terakhir.
Namun, Deschamps menyoroti adanya regenerasi dalam tim yang membuat banyak pemain akan menjalani debut di turnamen sebesar ini.

“Memang kami punya kualitas dan kesegaran dengan pemain level tinggi, tapi banyak dari mereka baru pertama kali bermain di Piala Dunia,” katanya.
“Itu tentu menjadi tantangan tersendiri.”
Menjelang pertandingan pembuka di New Jersey, Deschamps juga mewaspadai kekuatan Senegal.
Deschamps menilai wakil Afrika tersebut memiliki keseimbangan tim yang solid dari lini belakang hingga serangan.
“Mereka punya potensi menyerang yang sangat baik, lini tengah yang bekerja efektif, dan pertahanan yang kokoh,” jelasnya.
“Ini akan menjadi laga dengan level tinggi sejak pertandingan pertama, tapi memang seperti itulah Piala Dunia.”
Meski demikian, Deschamps mengingatkan bahwa hasil laga perdana bukan penentu segalanya.
Deschamps mencontohkan pengalaman Timnas Argentina yang sempat kalah di laga awal sebelum akhirnya menjadi juara di Piala Dunia 2022.
“Laga pertama itu penting, tapi bukan penentu karena masih ada dua pertandingan lagi,” ujarnya.
“Sejarah menunjukkan, bahkan juara dunia pun pernah kalah di laga pembuka.”