-
Belanda gagal meraih poin penuh setelah Jepang memaksakan hasil imbang dua-dua di laga perdana.
-
Virgil van Dijk melayangkan kritik keras terhadap aturan jeda hidrasi yang diterapkan oleh FIFA.
-
Kebijakan baru tersebut dinilai merusak ritme pertandingan dan mengganggu kenyamanan penonton layar kaca.
Suara.com - Timnas Belanda gagal mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan setelah ditahan Jepang 2-2 pada laga perdana Grup F di AT&T Stadium, Texas, Senin (15/6/2026). Usai laga, Kapten Belanda, Virgil van Dijk melayangkan kritik kepada FIFA karena dianggap menyulitkan.
Hasil imbang ini membuat Belanda harus puas berbagi poin meski sempat unggul dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut. Van Dijk turut menyumbang gol melalui sundulan memanfaatkan umpan Ryan Gravenberch.
Namun keunggulan Belanda tak bertahan hingga akhir laga. Jepang berhasil memaksakan hasil imbang berkat gol Daichi Kamada yang tercipta menjelang pertandingan berakhir.

Meski kecewa gagal mengamankan tiga poin, Van Dijk justru lebih banyak membahas salah satu kebijakan baru FIFA yang diterapkan pada Piala Dunia 2026, yakni aturan jeda hidrasi atau hydration break.
Aturan tersebut mewajibkan pertandingan dihentikan sementara untuk memberi kesempatan pemain mengisi cairan tubuh.
FIFA menerapkannya sebagai langkah antisipasi terhadap suhu tinggi yang berpotensi terjadi selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Meski memahami alasan kesehatan di balik kebijakan tersebut, Van Dijk menilai penerapannya perlu dievaluasi karena tidak semua pertandingan dimainkan dalam kondisi cuaca ekstrem.
![Virgil van Dijk menjadi pahlawan setelah mencetak gol penentu kemenangan 3-2 Liverpool atas Atletico Madrid di Anfield, Rabu (17/9) malam waktu setempat. [Instagram Virgil van Dijk]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/18/20857-virgil-van-dijk.jpg)
"Saya pikir jeda hidrasi ini cukup menarik untuk dibahas. Sebelum hari ini saya sudah menonton hampir semua pertandingan,” kata Van Dijk seusai laga.
"Saya merasa setiap kali pertandingan berhenti untuk jeda dan masuk ke iklan, itu bukan sesuatu yang saya sukai,” tambah pemain Liverpool tersebut.
Menurut Van Dijk, jeda hidrasi memang dapat memberikan manfaat apabila pertandingan berlangsung dalam suhu yang sangat panas. Namun ia menilai FIFA seharusnya mempertimbangkan kondisi setiap pertandingan secara terpisah, bukan menerapkan aturan yang sama di semua laga.
Bek berusia 34 tahun itu juga menyoroti dampak aturan tersebut terhadap pengalaman penonton, terutama mereka yang menyaksikan pertandingan melalui siaran televisi.
"Saya rasa bagi penonton netral yang menonton di televisi, situasi ini juga tidak terlalu bagus. Kalau cuacanya memang sangat panas, tentu jeda seperti itu bisa diterapkan,” ujar Van Dijk.
"Tetapi, menurut saya setiap pertandingan harus dilihat secara terpisah. Saya rasa saya sudah cukup banyak bicara soal ini,” tambahnya.