- Cristiano Ronaldo mencetak rekor sebagai pemain tertua saat Portugal bermain imbang 1-1 melawan RD Kongo di Houston Stadium.
- Penampilan Ronaldo dinilai kurang efektif karena gagal melepaskan tembakan tepat sasaran sepanjang laga Piala Dunia 2026 tersebut.
- Pelatih Roberto Martinez tetap mendukung Ronaldo meski efektivitas serangan Portugal menurun saat sang kapten tampil sejak awal laga.
Suara.com - Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian setelah Timnas Portugal hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan RD Kongo pada laga perdana Grup K Piala Dunia 2026.
Meski mencatatkan rekor sebagai pemain outfield tertua yang tampil sebagai starter di sejarah Piala Dunia, performa Ronaldo justru memunculkan perdebatan terkait efektivitasnya di lini depan Portugal.
Menurut laporan NDTV, penampilan sang kapten dinilai kurang memberikan dampak signifikan sepanjang pertandingan yang berlangsung di Houston Stadium.
Ronaldo hanya mencatatkan 25 sentuhan bola dan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran selama 90 menit bermain.
Rekor Bersejarah yang Diiringi Kritik

Di usia 41 tahun 132 hari, Ronaldo resmi menjadi pemain non-kiper tertua yang tampil sebagai starter dalam sejarah Piala Dunia.
Catatan tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang legenda Kanada, Atiba Hutchinson.
Namun, pencapaian bersejarah itu tak mampu menutupi sorotan terhadap kontribusinya di lapangan.
Sejumlah pengamat menilai perubahan peran Ronaldo sebagai penyerang tengah membuat pengaruhnya tidak lagi sebesar saat masih berada di puncak performa.
Legenda Arsenal dan Prancis, Thierry Henry, bahkan memberikan pandangan yang cukup tajam terkait situasi tersebut.
"Tim butuh mencetak gol, bukan Anda yang butuh mencetak gol," ujar Henry.
Pernyataan tersebut dianggap mewakili kekhawatiran sebagian publik yang mulai mempertanyakan peran Ronaldo dalam sistem permainan Portugal saat ini.
Ketajaman Ronaldo Mulai Dipertanyakan
Statistik menunjukkan Ronaldo belum mencetak gol dalam 10 penampilan terakhirnya di turnamen besar bersama Portugal, yakni Piala Dunia dan Piala Eropa.
Padahal, Portugal sebenarnya tampil dominan saat menghadapi RD Kongo. Tim asuhan Roberto Martinez unggul lebih dulu melalui sundulan Joao Neves dan mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan.